Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah

Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah : Pihak kepolisian masih terus berusaha memburu kawanan perampok yang sempat meresahkan warga di kawasan daerah Palmerah, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat yakni AKBP Andi Adnan memberikan penyataan penyidikan terhadap kasus itu masih terus mereka lakukan dengan meminta keterangan dari para korban dan saksi.

Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah

“Anggota sedang bekerja, begitu ada perkembangan kami akan memberikan keterangan,” tutur AKBP Andi Adnan, di Jakarta pada Jumat 8 September 2017 kemarin.

Ia mengaskan, pihaknya tidak main-main dalam menindak lanjuti kasus tersebut. Untuk itu, dirinya telah membentuk sebuah tim khusus yang berasal dari para anggota Resmo‎b dan Jatanras. Tim ini bertugas untuk melakukan penyisiran dan serta memburu pelaku untuk mencari titik terang tentang kasus ini.

Menurut pemberitaan sebelumnya, kawanan perampok beroperasi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Mereka menggunakan dua sepeda motor jenis RX King dan membawa benda tajam dalam setiap aksi yang dilakukannya. Pelaku umumnya melintasi warung klontong 24 jam dan beraksi pada setiap jam yang sama, yakni pukul 04.00 WIB.

menindaklanjuti kejadian ini, bagian kriminolog dari Universitas Indonesia yakni Kisnu Widagso menduga para pelaku sudah memiliki jam terbang kejahatan yang sudah berpengalaman. “Pertama, pilihan waktunya. Jam 03.00 sampai jam 04.00 itu adalah waktu jam paling rawan bagi kewaspadaan pancaindera dan fisik seseorang. Itu sebabnya perampokan di kawasan pemukiman lebih banyak terjadi pada jam-jam tersebut,” jelasnya.

Para pelaku sudah menargetkan tempat-tempat perampokan sesuai perhitungan mereka. Perolehan hasil rampokan di toko-toko kelontong kecil memang lebih kecil, tetapi dengan risiko tertangkap yang juga jauh lebih kecil. Untuk meningkatkan hasil rampokan pelaku dipercaya akan menargetkan serangkaian perampokan dalam seminggu.

Maka, dipilihnya toko kelontong, menurut keterangan Kisnu itu tidak lepas ‎dari pengamanan toko kelontong yang lebih mudah. Selain tidak ada close circuit television (CCTV), toko kelontong juga tidak ada satpam dan hanya dijaga oleh satu penjaga toko.