Telegram Dianggap Sangat Bebas Untuk Membajak Film

Telegram Dianggap Sangat Bebas Untuk Membajak Film : Dalam sebuah wawancara dengan The Outline, salah satu anggota channel asal Rusia mengatakan, “Saya rasa, orang senang dengan Telegram yang sederhana, mirip dengan laman tahun 1990-2000-an, saat internet masih jadi tempat yang sangat bebas bagi semua orang.”

Telegram Dianggap Sangat Bebas Untuk Membajak Film

Alih-alih membagikan link tempat pengguna bisa mengunduh film, channel dan grup Telegram tersebut mengunggah film-film tersebut ke server cloud Telegram.

Dengan begitu, pengguna bisa mengunduh film atau lagu hanya dengan satu sentuhan dan langsung disimpan ke smartphone mereka. Namun, ada juga sejumlah channel yang mengarahkan pengguna ke link atau tautan untuk mengunduh film bajakan.

Sejumlah pemilik channel pembajak film mengapresiasi Telegram yang menyediakan ruang penyimpanan besar pada platform tersebut.

Ketidaktegasan Telegram

Sekadar diketahui, Telegram melarang pengguna mengunggah file dengan kapasitas di atas 1,5GB. Namun, dengan canggihnya pengompresan file, film dengan kapasitas penyimpanan berat pun bisa dipangkas jadi lebih kecil.

“Bagi beberapa pengguna, Telegram adalah tambang emas. Aku memulai channel dan mendapatkan uang,” kata seorang pemilik channel film bajakan.

Sejumlah pembuat konten yang karyanya diunggah secara ilegal di Telegram pun pernah melapor dan meminta Telegram menghapus konten terebut. Sayangnya, mereka tidak mendapat jawaban memuaskan atas laporannya.

Juru bicara Telegram Markus Ra menyebut makin tua usia Telegram, berbagai tantangan menjamur di platform tersebut.

“Kami terus meningkatkan tool moderasi kami untuk konten publik,” kata Ra. Kendati begitu, dia tidak menyebut macam-macam tool moderasi yang digunakan oleh Telegram untuk menghapus konten-konten ilegal tersebut.