Perangkat Baru Siap Dipamerkan Oleh Apple Bulan Depan

Perangkat Baru Siap Dipamerkan Oleh Apple Bulan Depan : Apple dilaporkan akan memperbarui lini produknya pada Maret 2018. Ini artinya, raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam tersebut akan mengumumkan sejumlah perangkat anyar.

Perangkat Baru Siap Dipamerkan Oleh Apple Bulan Depan

Dilansir Softpedia, Kamis (8/2/2018), Apple akan merilis beberapa produk dengan peningkatan performa yang besar untuk smartphone, tablet dan laptop pada tahun ini. Salah satu diantaranya akan diumumkan pada Maret 2018.

Sejauh ini belum ada rincian informasi mengenai produk yang akan diumumkan. Namun, para penyuplai komponen Apple sangat menginginkan peluncuran perangkat baru karena akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan mereka.

Apple sendiri belum memberikan konfirmasi apa pun soal perangkat baru yang dimaksud. Perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat ini memang dikenal sangat menjaga rahasia internal.

Kendati demikian, prediksi dan rumor tentang berbagai perangkat barunya terus bermunculan. Untuk perangkat baru pada bulan depan, misalnya, dilaporkan akan ada versi baru iPhone SE, Apple Watch dan iPad.

Pada tahun lalu, Apple memilih Maret 2017 untuk mengumumkan iPhone 7 edisi Red, iPad terbaru, serta versi upgrade iPhone SE. Dan setahun sebelumnya, Apple memulai debut iPhone SE pada bulan yang sama.

Apple dinilai memiliki laporan keuangan yang dinilai bagus, meski ada yang memperkirakan terjadi penurunan penjualan iPhone.

Penjualan iPhone naik dari 46,6 juta unit pada kuartal sebelumnya menjadi 77,3 juta unit. Namun, memang dibandingkan kuartal I tahun fiskal 2017, terjadi penurunan dari 78,2 juta unit.

Total pendapatan Apple sendiri kini sebesar US$ 88,3 miliar dengan keuntungan mencapai US$ 20,1 miliar.

Pencapain ini berkat besarnya penjualan termasuk dari 77,3 juta unit iPhone, 13,2 juta iPad dan 5,1 juta perangkat Mac.

Penjualan iPhone dibandingkan setahun yang lalu mengalami penurunan, tapi pendapatan justru melonjak berkat peningkatan harga sejumlah perangkatnya.

iPhone X adalah smartphone termahal Appel yang dijual dengan harga mulai dari US$ 999 di Amerika Serikat (AS) untuk versi standar. iPhone X dengan memori internal 256GB dijual seharga US$ 1.149 di negara tersebut.

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka : Apple dikabarkan bakal membuka toko ritelnya, Apple Store, di Arab Saudi pada 2019. Jika memang berjalan lancar sesuai harapan, toko ini akan menjadi Apple Store pertama yang beroperasi di Arab Saudi.

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Menurut informasi yang disampaikan 9to5Mac, Sabtu (30/12/2017), pemerintah Arab Saudi sendiri telah berdiskusi dengan Apple terkait pembukaan toko ritelnya di negara tersebut.

Menariknya, proses negosiasi berlangsung mulus, mengingat Arab Saudi biasanya cukup ketat untuk memperkenankan perusahaan asing membuka cabang bisnis di negaranya.

Namun, karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman merupakan orang yang tertarik dengan bisnis teknologi, dirinya memperkenankan Apple untuk membuka toko di Arab Saudi satu tahun lagi.

Informasi ini juga dibenarkan oleh media Reuters, yang dalam artikelnya menyebut Apple telah menyepakati lisensi kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi terkait investasi bisnis termasuk pembukaan Apple Store pad 2019.

Selain Apple, satu perusahaan besar teknologi lain disebut juga akan masuk ke pasar Arab Saudi. Diduga kuat, perusahaan tersebut merupakan raksasa e-Commerce asal Negeri Paman Sam, Amazon.

Apple Juga Bangun Toko Mewah di Dubai

Tak hanya jor-joran memasarkan produk, Apple juga dikenal royal menghabiskan dana dalam membangun toko fisiknya, Apple Store. Asumsi tersebut terbukti lewat Apple Store teranyar yang baru saja dibangun di Dubai.

Seperti dilansir Mashable, toko yang baru saja dibuka pekan lalu ini berdiri megah di tengah arena pusat perbelanjaan Dubai Mall.

Ini adalah Apple Store ketiga yang dibuka di Uni Emirat Arab. Desain arsitektur dan fasilitasnya bergaya modern dengan konsep ala hotel berbintang. Menariknya lagi, toko memiliki sejumlah teknologi untuk memaksimalkan fasilitas. Yang paling unik adalah baling-baling solar yang berada di atas toko untuk mengatur suhu ruangan, mengingat iklim di Dubai cukup ekstrem.

Fungsi baling-baling tersebut adalah untuk mendinginkan toko saat matahari terik di luar, dan menghangatkan toko saat dingin udara malam menusuk.

Apple Music Memiliki 30 Juta Pelanggan Berbayar

Apple Music Memiliki 30 Juta Pelanggan Berbayar : Layanan streaming musik, Apple Music, terus mengalami pertumbuhan. Jumlah pelanggan berbayar Apple Music kini telah mencapai setengah dari yang dimiliki Spotify.

Apple Music Memiliki 30 Juta Pelanggan Berbayar

Menurut Phone Arena, Jumat (129/9/2017), eksekutif Apple Music, Jimmy Iovine, mengjelaskan pelanggan berbayar layanan tersebut saat ini telah mencapai 30 juta, naik dari 27 juta pada Juni 2017. Jumlahnya mencapai setengah dari 60 juta pelanggan berbayar bulanan milik Spotify. Rival Apple Music tersebut saat ini memimpin industri layanan streaming musik.

Berbeda dengan Spotify yang menghadirkan iklan untuk layanan gratisnya, Apple Music menawarkan masa percobaan gratis selama tiga bulan tanpa iklan. Setelah layanan gratis habis, pengguna diberikan opsi untuk menjadi pelanggan berbayar.

Apple terus mempromosikan layanan streaming musik miliknya, termasuk dengan sebuah iklan baru yang akan dirilis pada bulan depan. Selain itu, Apple juga telah merilis iklan untuk mempromosikan Apple Watch dan Apple Music.

Apple Watch Series 3 kompatibel dengan jaringan 4G LTE, yang artinya para pengguna bisa menikmati lagu langsung dari tangan mereka. Apple Music akan segera diintegrasikan dengan smartwatch terbaru itu. Apple akan terus berinovasi dan tidak hanya sekedar memberikan layanan musik.

“Menurut saya, streaming saja tidak cukup. Saya tidak setuju bahwa semua hal berjalan lancar “hanya” karena Apple memasuki area streaming dan jumlah (pelanggannya) naik. Hidup akan terus berlanjut. Jadi Anda harus membantu artis membuat berbagai hal baru, yang mereka tidak akan bisa melakukannya sendiri,” jelas Iovine.

Apple, Masi Belum Memproduksi iPhone X

Apple, Masi Belum Memproduksi iPhone X : Saat merilis iPhone X sebagai tanda perayaan 10 tahun iPhone, Apple juga diluncurkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang akan hadir bulan ini. Sementara iPhone X baru akan tersedia November 2017.

Apple, Masi Belum Memproduksi iPhone X

 

Hal tersebut sesuai dengan laporan sebelumnya yang menyebut, iPhone X mungkin mengalami masalah dalam proses produksinya. Terbaru, sebuah laporan seolah membenarkan iPhone X mengalami kendala dalam produksinya.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Ubergizmo, Jumat (22/9/2017), analis chip Christopher Caso menyebut, “Sejalan dengan pengecekan yang kami lakukan, hasil feedback menunjukkan produksi akhir iPhone X belum dimulai. Produksi tersebut diperkirakan baru akan dimulai pada pertengahan Oktober.”

Caso juga mengatakan, dibandingkan dengan apa yang diharapkan bulan lalu, proses produksi agak terlambat sebulan.

Laporan Caso ini juga cukup mirip dengan apa yang selama ini banyak diprediksi, yakni proses produksi massal iPhone X mungkin baru bisa dilakukan pada Oktober atau November 2017. Dilaporkan, alasan kuat di balik penundaan produksi iPhone X adalah layar dari Samsung yang dibuat khusus untuk iPhone X.

Analis lain menyebut, iPhone X masih bisa menghadapi beberapa masalah terkait pasokan komponen hingga tahun 2018. Jadi, pecinta iPhone yang tertarik dengan smartphone nyaris tanpa bezel itu mungkin bakal menunggu lebih lama dibanding yang diharapkan.

Lantas bagaimana nasib iPhone 8 dan iPhone 8 Plus? Dilaporkan Phone Arena, kedua smartphone tersebut sedang memasuki masa pre-order. Namun menurut analis Rosenblatt, Jun Zhang, angka pre-order untuk iPhone 8 masih tergolong rendah dibandingkan iPhone 6 maupun iPhone 7.

Zhang mengatakan, sejauh ini pelanggan lebih berminat dengan iPhone X dibandingkan dengan iPhone 8. Menurutnya, di Tiongkok jumlah pre-order iPhone 8 di e-Commerce JD.com tercatat sebanyak 1,5 juta unit dalam tiga hari. Sementara, saat iPhone 7 rilis, jumlah pre-order sebanyak 3,5 juta unit dalam tiga hari.

Demikian juga dengan pre-order melalui China Mobile yang baru mencapai 1 juta unit dalam tiga hari. Padahal saat iPhone 7 rilis pre-order mencapai 2,5 juta unit selama tiga hari.