Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini : Data milik 31 juta pengguna sebuah aplikasi keyboard Android bernama ai.type Keyboard bocor.

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Berdasarkan laporan The Inquired yang Tekno Liputan6.com kutip Selasa (12/12/2017), diungkapkan oleh peneliti keamanan di Kromtech Security Center, aplikasi keyboard tersebut membocorkan data pribadi milik 31 juta pengguna dengan menempatkannya ke server database tak aman milik sang co-founder, Eitan Fitusi.

Berdasarkan keterangan para peneliti, data yang bocor ini hanya berdampak pada pengguna aplikasi di Android, tidak pada pengguna perangkat iOS.

Para peneliti mengatakan, setelah mereka mencoba menghubungi Fitusi, pembesut aplikasi keyboard tersebut langsung menerapkan password pada database yang berisi sekitar 577 data milik pengguna. Padahal sebelumnya database tersebut dibiarkan tanpa pengamanan sehingga siapa pun bisa mengaksesnya.

Berbagai data milik pengguna seperti nama lengkap, alamat email, serta lokasi pun dapat diakses atau bahkan dicuri dari server tersebut.

Selain itu, hampir seluruh data yang dikumpulkan juga menyertakan keterangan perangkat yang digunakan beserta nomor IMEI-nya. Sekadar diketahui, nomor IMEI adalah nomor unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggannya.

Oleh karena itu, bisa dikatakan aplikasi keyboard itu juga mengumpulkan data model perangkat, resolusi layar, hingga versi Android yang digunakan.

Tidak hanya data perangkat, aplikasi keyboard ini juga mampu mengetahui operator yang dipakai, atau saat pengguna memakai WiFi, alamat IP hingga seluruh informasi akun Google termasuk foto profil yang dipakai.

Disebutkan peneliti keamanan Bob Diachenko, aplikasi tersebut tampaknya memiliki cukup banyak data meski bentuknya sangat sederhana.

“Ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana sebuah aplikasi emoji dan keyboard mengumpulkan beragam data dari perangkat pengguna? Berdasarkan database yang bocor, aplikasi ini mengumpulkan segala hal, mulai dari data kontak hingga data lainnya. Hal ini sangat mengejutkan,” tutur Diachenko.

Dikutip dari Android Authority, dalam listing Google Play-nya, ai.type menegaskan bahwa privasi pengguna menjadi fokus utama perusahaan.

Perusahaan tersebut juga mengklaim teks yang diketik lewat keyboard ai.type telah dienkripsi. Tampaknya hal itu hanya iming-iming perusahaan agar pengguna mau mengunduhnya.

Berkaca dari minimnya privasi di aplikasi keyboard ini, tampaknya keamanan pengguna bukanlah fokus utama, sebab perusahaan membiarkan 10,7 juta alamat email serta 375,6 juta nomor telepon tanpa perlindungan.

Lantaran teks tidak dienkripsi, para peneliti juga menemukan setidaknya ada 8,6 juta teks kata yang diketikkan dalam keyboard ai.type termasuk di dalamnya nomor telepon, pencarian internet, alamat email, hingga password.

Data-data yang harusnya bersifat rahasia ini juga mungkin saja sudah diunduh oleh seseorang karena database-nya tidak diamankan dengan password.

Untuk itu, para peneliti menyarankan agar pengguna yang sudah mengunduh keyboard ai.type untuk segera menghapusnya serta mengganti seluruh password akun mereka.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang : Huawei terus berusaha memberikan kualitas yang terbaik untuk jajaran smartphone, khususnya seri flagship. Kali ini menurut sebuah laporan, Huawei sedang berusaha meningkatkan kualitas untuk kamera smartphone flagship tahun depan yaitu P11.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Dilansir GSM Arena, Jumat (8/12/2017), Huawei berencana ‘menempelkan’ tiga lensa kamera belakang untuk P11 dengan sensor 40MP. Kehadiran tiga kamera belakang ini merupakan upaya Huawei untuk berada di level lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada tahun ini.

Berkat kehadiran ketiga kamera itu, Huawei P11 nantinya akan mampu melakukan 5x “hybrid zooming”. Untuk kamera depan, Huawei membekalinya dengan resolusi 24MP dengan fitur “low light enhancement”.

Optik Leica pada kamera utama P11 diyakini mampu membuat smartphone tersebut menangkap cahaya 100 persen lebih banyak. Selain itu, Pro Night Mode bisa membuat pengambilan gambar pada malam hari menjadi lebih mudah tanpa tripod.

Hal penting lainnya, Huawei akan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) agar aplikasi kamera bisa mengenali objek lebih cepat dan melakukan auto framing.

Semua informasi ini berasal dari seorang artis digital dari sebuah agensi kratif. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Huawei terkait informasi ini.

Huawei merupakan salah satu pionir dual kamera utama, sehingga dinilai tidak akan terlalu mengejutkan jika perusahaan akhirnya merilis smartphone dengan tiga kamera pada tahun depan. Selain itu, saat ini sudah banyak vendor smartphone yang merilis dual kamera untuk produknya termasuk Apple.

Masing-masing vendor memiliki klaim keunggulan sendiri untuk bersaing. Huawei sendiri pertama kali menggunakan dual kamera belakang pada P9 dan smartphone ini berhasil menyedot banyak perhatian. Salah satunya karena perusahaan bekerjasama dengan vendor kamera ternama asal Jerman, Leica.

Selain spesifikasi P9 yang dinilai mumpuni, sentuhan Leica pada kamera smartphone Huawei diyakini menjadi salah satu daya tarik utama. Kerjasama Huawei dan Leica pun terus berlanjut sampai saat ini. Sentuhan Leica juga ada pada smartphone flagship terbaru Huawei, Mate 10, yang diumumkan pada Oktober 2017.

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo : Asus kembali memperkenalkan smartphone dengan desain bezeless dan aspect ratio 18:9. Setelah mengumumkan Pegasus 4S, perusahaan asal Taiwan itu kini menghadirkan Zenfone Max Plus (M1).

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo

Berdasarkan desain yang diusung, kedua smartphone itu tampil dengan gaya serupa. Dikutip dari Phone Arena, Sabtu (2/12/2017), Zenfone Max Plus (M1) merupakan perangkat kelas menengah yang sudah menjalankan Android 7.0 Nougat.

Memiliki layar berukuran 5,7 inci Full HD, smartphone ini dipersenjatai MediaTek 6750T. Zenfone Max Plus (M1) ini hadir dengan dua pilihan memori, yakni RAM 2GB/ ROM 16GB dan RAM 3GB/ ROM 32GB.

Untuk urusan fotografi, smartphone ini memiliki dua lensa kamera utama dengan resolusi 16MP dan 8MP. Sementara untuk keperluan selfie, smartphone ini memiliki kamera depan 8MP.

Sesuai namanya yang mengusung embel-embel Max, Asus membekali perangkat ini dengan baterai berkapasitas jumbo, yakni 4.130mAh. Mengingat tak lagi menyediakan tombol fisik di bagian depan, pemindai sidik jari Max Plus (M1) diletakkan di bagian belakang.

Sayangnya, Asus belum mengungkap harga resmi dari perangkat ini, begitu juga dengan wilayah pemasarannya. Akan tetapi, untuk sekarang, smartphone ini baru diperkenalkan di Rusia dan tak tertutup kemungkinan bakal melenggang di wilayah lain.

Sebelumnya, Asus juga baru memperkenalkan Pegasus 4S yang memiliki desain bezeless dan aspect ratio 18:9. Smartphone ini memiliki layar 5,7 inci beresolusi HD.

Untuk menunjang performanya, smartphone ini didukung baterai berkapasitas 4.030mAh. Urusan pacu daya, smartphone ini menggunakan MediaTek MT66750T yang dipasangkan dengan dua opsi RAM dan ROM, yakni RAM 3GB dan ROM 32GB atau RAM 4GB dan ROM 64GB.

Asus membenamkan konfigurasi dua lensa di kamera utama dengan resolusi masing-masing 16MP dan 8MP. Ada pula pemindai sidik jari yang terletak di bawah kamera.

Pegasus 4S sudah menjalankan Android 7.0 Nougat dengan dukungan dual-SIM. Saat ini, Asus hanya meluncurkan perangkat ini di Tiongkok dengan dua pilihan warna, yakni Gold atau Star Black.

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun : Gim Pokemon Go begitu digandrungi pada awal kemunculannya. Saking digemarinya, banyak orang yang kecanduan main Pokemon Go saat sedang beraktivitas, misalnya menyetir mobil.

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Tak pelak, sejumlah kasus kecelakaan yang merenggut korban jiwa akibat terlalu asyik bermain Pokemon Go, sempat ramai diberitakan. Bahkan menurut laporan, kerugian akibat bermain Pokemon Go ditaksir mencapai Rp 98,6 triliun.

Hal ini berdasarkan laporan berjudul “Death by Pokemon Go” yang tengah digarap oleh dua orang peneliti dari Purdue University, yakni Mara Faccio dan John McConnell.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Senin (27/11/2017), laporan tersebut memperlihatkan sisi kelam gim berbasis augmented reality (AR) tersebut.

Keduanya mengombinasikan berbagai laporan kecelakaan akibat Pokemon Go dari Tippecanoe, County, Indiana, pada 148 hari pertama sejak gim tersebut dirilis Juli 2016.

Di tempat tersebut, setidaknya diketahui ada dua nyawa melayang akibat main gim Pokemon Go sambil mengemudi. Selain itu, kerugian akibat kerusakan dan kecelakaan ditaksir sebesar US$ 5,2 juta hingga US$ 25,5 juta (Rp 177 miliar).

Jika angka tersebut diasumsikan terjadi di seluruh wilayah Amerika, kerugiannya bisa mencapai US$ 2 miliar hingga US$ 7,3 miliar (Rp 98,6 triliun) hanya dalam beberapa bulan.

Laporan yang dikumpulkan selama 148 hari itu juga memperlihatkan terjadi 286 kecelakaan di tempat tersebut dibandingkan dengan bulan sebelum Pokemon Go ada. Sebanyak 134 kecelakaan diperkirakan terjadi di dekat lokasi Pokestop.

Bisa dibilang, gim Pokemon Go menyebabkan kecelakaan langsung karena lebih banyak orang berada di jalan dan berpotensi ditabrak mobil.

Melihat angka tersebut, peneliti menyadari angka kecelakaan lebih banyak terjadi di dekat Pokestop dibandingkan di gym Pokemon.

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata : Pada masa yang akan datang, robot otonomos diprediksi mengambil alih beragam pekerjaan manusia. Kendati begitu, ada kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional untuk mencegah robot memasuki medan perang.

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata

Perwakilan dari berbagai negara yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini berdiskusi tentang penggunaan sistem senjata pada robot.

Mengutip laman Ubergizmo, Rabu (22/11/2017), sebanyak 22 negara –kebanyakan negara dengan anggaran militer kecil dan pengetahuan teknis rendah– telah menyerukan larangan keras terhadap pengembangan robot bersenjata yang juga dikenal sebagai robot pembunuh.

Sebelum adanya konvensi PBB tersebut, banyak ahli robotika dan kecerdasan buatan mengirimkan surat ke pemimpin-pemimpin dunia. Kurang lebih isinya adalah ajakan kepada para pemimpin dunia untuk mendukung larangan robot bersenjata.

Para ahli robotika dan kecerdasan buatan khawatir, sebab perusahaan pertahanan swasta dan militer diketahui telah melakukan investasi besar-besaran dalam hal senjata otonom.

Sayangnya dalam pertemuan PBB tersebut, belum ada keputusan tentang pelarangan robot bersenjata. Anggota PBB hanya mengatur dasar pembicaraan mengenai robot bersenjata di masa depan.

Kendati demikian, dilaporkan sebagian besar negara yang mewakili konvensi tersebut setuju, perlu ada instrumen yang mengikat secara hukum tentang penggunaan teknologi robot bersenjata.

Sebagian besar negara juga telah setuju kontrol manusia sangat dibutuhkan terkait dengan sistem senjata otonomos.

Disarmament Ambassador India Amandeep Gill mengatakan, robot tidak akan mengambil alih dunia. “Manusia masih menjadi pemimpin. Saya rasa kita harus berhati-hati untuk tidak mendramatisasi masalah ini,” katanya.

Sayangnya dia beranggapan, melarang adanya robot bersenjata barulah sebuah rencana jangka panjang. Dia mengatakan, negara-negara baru akan menghadapi masalah ini di tahun-tahun ke depan sehingga PBB masih butuh lebih banyak waktu untuk mengetahui bagaimana proses kerja robot bersenjata serta pengendaliannya.

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman : Pemerintah Jerman tak cuma melarang smartwatch digunakan anak-anak, boneka pintar pun juga kena imbasnya. Apa yang menjadi alasan pihak Jerman menjadikan boneka pintar sebagai ‘barang haram’ bagi anak-anak?

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman

Usut punya usut, regulator telekomunikasi Jerman Federal Network Agency ternyata mengklaim boneka anak-anak yang dijual di Jerman–khususnya bagi anak-anak berusia 5-12 tahun–berbahaya karena dapat menjadi ‘alat’ mata-mata hacker.

Boneka pintar sendiri adalah mainan boneka yang dilengkapi dengan teknologi Bluetooth dan bisa digunakan anak-anak untuk merekam suara. Mereka juga dibekali kecerdasan buatan agar bisa merespons dialog.

Di Jerman, boneka pintar yang paling populer adalah My Friend Cayla. Ditengarai, boneka tersebut berpotensi menjadi perangkat mata-mata hacker karena mereka memanfaatkan teknologi transmisi radio.

Menurut laporan Federal Network Agency yang dilansir Mashable pada Senin (20/11/2017), para hacker ternyata telah mengakses, mencuri email dan password pengguna dari database My Friend Cayla sejak awal 2017.  Selain itu, mereka juga menyimpan rekaman suara anak-anak saat sedang berbicara dengan boneka.

CloudPets Jadi Senjata Hacker

CloudPets, boneka yang dijadikan alat peretasan oleh hacker. (Foto: Spiral Toys)

Selain My Friend Cayla, boneka pintar lain yang dilarang juga termasuk CloudPets. Nahas, CloudPets dilaporkan telah membocorkan sebanyak 2 juta pesan suara antara sang anak dan orangtua kepada para hacker.

Parahnya lagi, data pengguna boneka tersebut tidak diamankan oleh perusahaan pembesut boneka, yaitu Spiral Toys. Tercatat, ada sekitar 820 ribu data pengguna yang dicuri.

Pakar keamanan Troy Hunt sangat menyayangkan hal ini sebab Spiral Toys benar-benar tidak menyiapkan langkah keamanan yang tegas untuk mengenkripsi data pribadi pengguna boneka.

“Dalam kasus ini, data yang disimpan ternyata ada di dalam segmen network publik. Spiral Toys tidak mengetahui jaringan itu tak aman dan tidak membutuhkan otentikasi sama sekali. Jadinya, orang-orang bisa mencari database yang terekspos secara online di jaringan tersebut,” kata Hunt.

1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas

1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas : Perangkat Android menguasai pasar dibandingkan perangkat dengan sistem operasi (OS) lainnya. Google mencatat, ada 2 juta perangkat Android yang beredar di dunia.

1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas

Sayangnya dari angka tersebut, perangkat dengan OS Android lawas lebih banyak dibandingkan dengan yang memakai OS terbaru.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Kamis (16/11/2017), sekitar 42 persen perangkat Android tidak pernah diperbarui sejak 2014.

Hardware Engineer Dan Luu mencatat, setidaknya 1 miliar perangkat Android tidak pernah diperbarui OS-nya selama dua tahun terakhir.

Sekadar diketahui saat ini ada delapan tipe OS Android yang digunakan dan menurut data Android Developers 2017, selama beberapa minggu, dari jumlah Android yang membuka Google Play tercatat ada 0,3 persen perangkat yang menggunakan OS Oreo. Sementara, 21 persen memakai OS Nougat dan 31 persen menjalankan OS Marshmallow.

Sisanya, 27 persen menggunakan Lollipop, 6 persen Jelly Bean, 14 persen KitKat, dan 0,5 persen memakai Ice Cream Sandwich.

Ini yang Terjadi Kalau OS Tidak Diperbarui

Tidak diperbaruinya perangkat ke OS terbaru ini menimbulkan tantangan, salah satunya lambatnya akses pengguna ke teknologi baru. Hal ini cukup masuk akal lantaran OS lama tidak memiliki kekuatan pemrosesan untuk mendukung teknologi baru.

Tantangan lain adalah masalah keamanan. Bagaimanapun, banyaknya jenis OS yang beredar membuat Google kesulitan mengatasi dan memperbaiki keamanan dengan baik. Risiko buruk bisa dialami oleh pengguna seperti serangan malware dan lain-lain.

Masalah lainnya, adopsi OS terbaru yang lambat. Misalnya saja Lollipop (2014) dan Marshmallow (2015) kini digunakan pada 24 persen perangkat. Sementara, OS yang lebih baru yakni Nougat baru dipasang pada 21 persen perangkat.

Guna mempercepat adopsi Google pun memperkenalkan Project Treble seiring hadirnya OS Android Oreo. Dengan begitu, diharapkan vendor smartphone Android bisa lebih cepat merilis pembaruan OS terbaru.

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno : Adapun, Kemkominfo telah mengirimkan tiga kali surat pemberitahuan kepada Facebook sebagai pemilik WhatsApp sejak tanggal 5-6 November 2017. Surat peringatan dikirimkan pada Minggu malam, Senin dini hari, dan Senin pagi.

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno

“Sekarang batas waktu 2 x 24 jam sudah dipenuhi dan sudah tak berlaku lagi. Ke depannya, kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan meminta penyedia platform untuk membersihkan konten mereka yang tak sesuai dengan Undang-Undang kita,” tambah Semmy.

Kominfo akan Blokir WhatsApp jika tidak Tangani Konten Porno

Kemenkominfo memberi pemaparan terkait polemik GIF Whatsapp di Jakarta, Senin (6/11). Kemenkominfo juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke operator Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir enam DNS Tenor. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Tenor Jawab Surat Kemkominfo

Sebelumnya, Tenor telah menjawab surat permintaan dari Kemenkominfo. Diungkapkan oleh Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza, Tenor mengaku telah menyiapkan teknis pencarian sesuai keinginan pemerintah Indonesia.

“Tenor sudah menjawab notifikasi kami. Mereka juga sudah menyiapkan teknis searching konten, jadi yang diinginkan Kemkominfo bisa dijalankan, dan konten-konten yang dilarang pemerintah Indonesia tidak bisa lagi diakses di sini,” kata Noor Iza saat ditemui wartawan di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Ia menambahkan, tim internal Kemenkominfo terus melakukan pengujian teknis dan forensik atas perbaikan yang dilakukan oleh Tenor. Dengan demikian, pencarian konten GIF tidak lagi menampilkan konten-konten negatif termasuk pornografi.

Noor menambahkan, tim internal Kemenkominfo terus melakukan pengujian teknis dan forensik atas perbaikan yang dilakukan oleh Tenor. Dengan demikian, pencarian konten GIF tidak lagi menampilkan konten-konten negatif termasuk pornografi.

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo : Oppo dikabarkan mengikuti jejak ZTE, Samsung, dan Huawei untuk meluncurkan smartphone lipat pertamanya.

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo

Kabar ini muncul setelah perusahaan asal Tiongkok tersebut kedapatan mendaftarkan paten desain smartphone lipat mereka di Tiongkok.

Berbeda dengan smartphone lipat ZTE, paten smartphone lipat yang Oppo daftarkan memiliki layar yang bisa ditekuk. Demikian yang dikutip dari Gizmochina, Sabtu (4/11/2017).

Seperti yang bisa kamu lihat, hanya sekitar 35 atau 25 persen bagian atas layar yang bisa dilipat ke arah depan ataupun ke belakang. Tampak di bagian atas layar terdapat sebuah modul kamera, yang bertindak sebagai kamera depan dan berubah fungsi sebagai kamera belakang ketika layar dilipat.

Sekadar informasi, ini bukan kali pertama Oppo menghadirkan fitur kamera serupa di smartphone-nya. Pada 2013, perusahaan sempat meluncurkan Oppo N1 dengan kemampuan modul kamera yang dapat diputar hingga 206 derajat.

Masih belum ada kabar jelas apakah paten tersebut akan Oppo wujudkan ke dalam bentuk smartphone yang siap dipasarkan secara global, atau hanya sebatas mendaftarkan paten konsep semata.

Yang jelas, beberapa vendor smartphone mulai melirik konsep smartphone lipat ini. Sebelumnya, ZTE sudah meluncurkan smartphone lipat pertamanya yang bernama Axon M.

Ponsel lipat besutan ZTE

Hadir dengan dua layar yang disambungkan oleh engsel, kedua layar yang berukuran 5,2 inci dapat berfungsi secara terpisah atau saling melengkapi.

Keberadaan engsel memudahkan pengguna untuk membuka atau melipat layar. Saat keduanya dibuka, layar Axon M secara keseluruhan hampir seukuran sebuah tablet.

Dalam hal dapur pacu, Axon M didukung oleh Snapdragon 821 dan RAM 4GB.

ZTE menuturkan kemampuan ini ditunjang fitur split-screen yang ada di Android. Perusahaan juga memastikan sebagian besar aplikasi populer Android dapat bekerja dalam modus baru yang ditawarkan.

Keberadaan dua layar sekaligus tak akan memengaruhi konsumsi baterai perangkat. ZTE mengatakan baterai berkapasitas 3.180mAh yang dibenamkan didesain untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Mengingat perangkat ini hadir dengan desain baru, ada konsekuensi dari penggunaan dua layar tersebut. Perangkat ini terbilang cukup tebal dan lebih berat dari perangkat kebanyakan.

Sayangnya, ZTE belum mengungkap harga dari perangkat ini dan ketersediannya secara global. Menurut kabar, ZTE baru menyiapkan perangkat ini di pasar Amerika Serikat dan Jepang menjelang akhir 2017.

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple : iPhone X belum dirilis ke pasar, tapi sejumlah prediksi mengenai suksesornya sudah bermunculan. Salah satu prediksi tersebut berasal dari analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo.

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple

Dilansir Phone Arena, Selasa (31/10/2017), Kuo dalam sebuah catatan kepada para kliennya mengungkapkan lini iPhone 2018 akan memiliki fitur TrueDepth Camera dan Face ID.

Sebelumnya juga sempat beredar laporan yang menyebutkan smartphone tersebut akan menggunakan panel OLED seperti iPhone X. Panel OLED, TrueDepth Camera dan Face ID pertama kali dimiliki oleh iPhone X.

Apple disebut menginginkan beberapa teknologi iPhone X dapat hadir pada iPhone yang lebih murah tahun depan. iPhone X dijual dengan harga mulai dari US$ 999 dan menjadi smartphone termahal Apple dalam 10 tahun terakhir.

Pada tahun depan memang akan ada iPhone terbaru yang lebih murah daripada iPhone X, tapi kata Kuo, Apple tidak akan mengurangi kualitasnya. Secara khusus ia menekankan, Apple tidak akan mengurangi akurasi TrueDepth Camera dengan menggunakan komponen yang lebih murah.

Ia yakin Apple akan tetap menggunakan teknologi dan akurasi sama. Selain itu, Kuo mengatakan Apple kini telah memiliki komponen yang cukup dari para pemasok untuk iPhone X untuk smartphone terbarunya nanti.

Lebih lanjut, menurut Kuo, Apple akan memiliki rantai pemasok yang beragam sebelum iPhone 2018 dirakit. Hal ini untuk mencegah keterbatasan stok yang kemungkinan akan berdampak negatif untuk peluncuran smartphone tersebut. Misalnya, perusahaan-perusahaan yang memasok kaca saat ini termasuk Largan, Genius, Hoya, dan Asia Optical.

Prediksi Kuo mengenai kualitas iPhone ini sejalan dengan prinsip Apple yang dikenal sebagai perusahaan berstandar tinggi untuk sebuah produk. Apple pernah membantah dengan tegas rumor mengenai pengurangan standar produk.

Apple beberapa waktu lalu juga membantah laporan Bloomberg yang menyebutnya terpaksa puas dengan komponen-komponen yang membuat Face ID kurang akurat.

Bloomberg dalam laporannya mengklaim, karena masalah produksi TrueDepth Camera yang digunakan fitur pengenalan wajah tersebut, Apple harus menurunkan standarnya untuk memastikan bisa memproduksi unit yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.