Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka : Apple dikabarkan bakal membuka toko ritelnya, Apple Store, di Arab Saudi pada 2019. Jika memang berjalan lancar sesuai harapan, toko ini akan menjadi Apple Store pertama yang beroperasi di Arab Saudi.

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Menurut informasi yang disampaikan 9to5Mac, Sabtu (30/12/2017), pemerintah Arab Saudi sendiri telah berdiskusi dengan Apple terkait pembukaan toko ritelnya di negara tersebut.

Menariknya, proses negosiasi berlangsung mulus, mengingat Arab Saudi biasanya cukup ketat untuk memperkenankan perusahaan asing membuka cabang bisnis di negaranya.

Namun, karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman merupakan orang yang tertarik dengan bisnis teknologi, dirinya memperkenankan Apple untuk membuka toko di Arab Saudi satu tahun lagi.

Informasi ini juga dibenarkan oleh media Reuters, yang dalam artikelnya menyebut Apple telah menyepakati lisensi kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi terkait investasi bisnis termasuk pembukaan Apple Store pad 2019.

Selain Apple, satu perusahaan besar teknologi lain disebut juga akan masuk ke pasar Arab Saudi. Diduga kuat, perusahaan tersebut merupakan raksasa e-Commerce asal Negeri Paman Sam, Amazon.

Apple Juga Bangun Toko Mewah di Dubai

Tak hanya jor-joran memasarkan produk, Apple juga dikenal royal menghabiskan dana dalam membangun toko fisiknya, Apple Store. Asumsi tersebut terbukti lewat Apple Store teranyar yang baru saja dibangun di Dubai.

Seperti dilansir Mashable, toko yang baru saja dibuka pekan lalu ini berdiri megah di tengah arena pusat perbelanjaan Dubai Mall.

Ini adalah Apple Store ketiga yang dibuka di Uni Emirat Arab. Desain arsitektur dan fasilitasnya bergaya modern dengan konsep ala hotel berbintang. Menariknya lagi, toko memiliki sejumlah teknologi untuk memaksimalkan fasilitas. Yang paling unik adalah baling-baling solar yang berada di atas toko untuk mengatur suhu ruangan, mengingat iklim di Dubai cukup ekstrem.

Fungsi baling-baling tersebut adalah untuk mendinginkan toko saat matahari terik di luar, dan menghangatkan toko saat dingin udara malam menusuk.

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi : Smartphone Huawei akan mulai dijual melalui sejumlah operator seluler di Amerika Serikat (AS) pada tahun depan. Rencana ini diumumkan oleh CEO of the Consumer BG Huawei, Richard Yu.

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi

Dilansir ABC News, Senin (25/12/2017), Yu akan mengumumkan rincian rencana Huawei tersebut dalam acara Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, AS, pada Januari 2018. Langkah pertama akan dimulai dengan penjualan flagship Mate 10, tapi Yu menolak mengungkapkan harga jual dan mitra operator yang dipilih.

Huawei sebenarnya sudah menjual beberapa varian smartphone di berbagai toko elektronik dan online AS, tapi memiliki pangsa pasar yang kecil. Pasalnya, sebagian besar konsumen AS lebih memilih membeli smartphone melalui operator seluler.

Huawei memiliki posisi yang kuat di pasar smartphone global, serta bersaing ketat dengan dua rival terberatnya yaitu Apple dan Samsung. Namun, perusahaan asal Tiongkok itu belum bisa mengalahkan dominasi Apple dan Samsung di Negeri Paman Sam.

“Kami akan menjual ponsel kami di AS melalui berbagai operator pada tahun depan. Saya pikir kami bisa memberikan nilai kepada para operator dan konsumen yaitu produk, inovasi, dan pengalaman pengguna yang lebih baik,” ungkap Yu.

Mate 10 yang diumumkan pada Oktober 2017 memiliki layar lebar, kamera high-end, dan berbagai keunggulan lainnya. Smartphone tersebut dijual dengan harga sekira 15-30 persen lebih murah dibandingkan flagship terbaru Samsung dan Apple.

Yu mengatakan, Mate 10 akan memiliki harga yang kompetitif di AS, tapi Huawei memperkirakan produknya akan bersaing dalam hal performa ketimbang harga.

“Kekuatan kami ada di pasar-pasar berkembang, di mana para konsumen akan membayar untuk performa. Kami bukan perusahaan murah,” tambahnya.

Untuk tahun depan, Huawei berencana melakukan strategi yang sama di Jepang yaitu bekerja sama dengan para operator seluler. “Saya pikir tahun depan akan sangat penting untuk Huawei,” katanya.

Yu optimistis bisnis smartphone tidak akan terpengaruh oleh kekhawatiran Pemerintah AS terkait ancaman keamanan. Kekhawatiran semacam ini menjadi penyebab AS membatalkan pesanan peralatan jaringan pada Huawei.

Bisnis Huawei di AS mengalami kemunduran ketika panel kongres pada Oktober 2013 merekomendasikan operator untuk tidak bekerja sama dengannya atau perusahaan Tiongkok lain yaitu ZTE, terkait alasan keamanan.

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik : Sebuah malware Android baru kembali ditemukan melakukan serangkaian aktivitas berbahaya, termasuk menampilkan iklan tanpa sepengetahuan pengguna, kirim pesan ke sembarang nomor, jadi botnet hingga berlangganan layanan berbayar.

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik

Tak hanya itu, malware ini juga mampu mengambil alih smartphone dan menggunakannya untuk menambang cryptocurrency (mata uang digital).

Yang mengerikan, kemampuan menambang cryptocurrency tersebut berpotensi merusak smartphone secara fisik ketika sudah terinfeksi.

Dilansir Ars Technica, Rabu (20/12/2017), malware bernama Trojan.AndroidOS.Loapi ini tersembunyi di dalam aplikasi yang didistribusikan ke toko aplikasi pihak ketiga, iklan di browser, dan SMS yang berisi spam.

Ditemukan oleh tim peneliti di Kaspersky Lab, malware yang dijuluki “jack of all trades” ini patut diwaspadai karena kemampuannya yang beragam.

Salah satu kemampuan yang paling menonjol, aplikasi Loapi berisikan modul yang bisa menambang Monero, jenis mata uang digital baru yang memang kurang dikenal dari pada Bitcoin atau uang digital lainnya.

Dengan modul ini pembuat malware dapat ‘menghasilkan’ koin baru dengan menyedot listrik dan memaksa kinerja hardware smartphone yang sudah terinfeksi.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh tim peneliti Kaspersky Lab, baterai smartphone yang terinfeksi malware Loapi selama dua hari ini sampai membengkak.

Seperti yang sudah kamu ketahui, beberapa bulan terakhir ini telah terjadi lonjakan terhadap situs dan aplikasi yang berusaha menguras tenaga CPU dan listrik untuk menjalankan kode penambang mata uang digital tersebut.

Di beberapa kasus yang sudah terjadi saat ini, pengguna baru mengetahui telah ‘dimanfaatkan’ oleh aplikasi atau laman web untuk menambang saat perangkat yang digunakan mulai lemot dan menyedot daya yang lebih besar dari biasanya.

Adapun Loapi akan mengirimkan rentetan permintaan kepada pengguna untuk mendapatkan akses administrator. Setelah itu, Loapi bakal mempersulit korban untuk meng-install aplikasi keamanan untuk membersihkan ponsel dari malware.

Malware juga dapat berlangganan telepon ke layanan premium dan sembunyi-sembunyi mengirimkan kode ke pesan SMS untuk mengkonfirmasi permintaan.

Ia juga memungkinkan hacker untuk menggunakan smartphone yang terinfeksi sebagai ‘kaki tangan’ dalam melancarkan serangan DDoS. Dan ini menampilkan aliran iklan yang konstan.

Hingga sat ini, belum ada indikasi aplikasi Loapi pernah muncul di Google Play.

“Kami belum pernah melihat malware seperti ini sebelumnya,” tulis tim peneliti Kaspersky Lab.

Mereka menambahkan, “Satu-satunya yang kurang dari kemampuan malware ini adalah kemampuan untuk memata-matai pengguna, namun dengan arsitektur modular Trojan saat ini hanya tinggal menunggu waktu saja,” sambungnya.

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru : Nintendo dikabarkan sedang ‘berburu’ mitra baru untuk mempercepat pengembangan dan peluncuran gim-gim mobile-nya di masa mendatang.

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru

Dikutip dari laman Slash Gear, Jumat (15/12/2017), raksasa gim asal Negeri Sakura itu sedang mencari mitra pengembang baru yang akan memproduksi gim di smartphone lebih cepat ketimbang pengembang yang sekarang.

Sekadar informasi, Nintendo memang bekerja sama dengan DeNA dalam mengembangkan gim mobile pada 2017, dengan lima judul gim yang siap meluncur pada Maret 2017.

Nyatanya, Maret 2017 dilalui dengan tidak tercapainya target peluncuran gim tersebut. Terbukti, Nintendo hanya meluncurkan empat judul gim untuk smartphone tahun ini.

Diketahui, gim mobile keempat yang dirilis Nintendo tiga bulan lalu adalah Animal Crossing: Pocket Camp.

Dilansir Wall Street Journal, perusahaan saat ini sedang melakukan pendekatan dengan salah satu pengembang gim besar di Tokyo, GungHo Online Entertainment.

Adapun GungHo Online Entertainment merupakan pengembang gim di balik kesuksesan gim mobille berjudul Puzzle & Dragons. Sayang, hingga kini Nintendo belum memberikan pernyataan resmi terkait kemitraan baru itu.

Nintendo sendiri baru mengumumkan gim terbarunya berjudul Animal Crossing: Pocket Camp. Gim mobile ini sudah meluncur di iOS.

Seperti gim seri Animal Crossing lainnya, kamu akan diminta untuk pindah ke berbagai lokasi, berinteraksi dengan NPC (non playabel character), dan membangun tempat tinggal karakter di dalam gim.

Tak jauh berbeda memang dengan gim Animal Crossing versi konsolnya, di sini kamu ‘mengatur’ ruang lingkup lebih kecil ketimbang mengelola kota seperti di gim konsolnya.

Di Pocket Camp, gamer diharuskan untuk membuat berbagai macam perabotan dari bahan-bahan yang ditemukan di berbagai area di dalam gim. Kamu juga bisa bertemu dengan pemain gim lainnya dan saling bertukar barang-barang.

Meski free-to-play, Animal Crossing: Pocket Camp tetap menghadirkan fitur microtransaction.

Seperti dua gim mobile buatan Nintendo lainnya–Fire Emblem Heroes dan Super Mario Run, Animal Crossing: Pocket Camp berpotensi menjadi gim terpopuler buatan perusahaan berikutnya.

Sekadar informasi, Animal Crossing versi mobile ini sudah diumumkan satu setengah tahun lalu dan menjadi satu dari empat gim milik perusahaan yang akan dirilis di platform smartphone pada Maret 2017.

Sayang, perusahaan yang berbasis di Kyoto, Jepang ini memutuskan untuk meluncurkan Fire Emblem Heroes dan Super Mario Run terlebih dahulu.

Dengan peluncuran gim Animal Crossing ini, berarti Nintendo tak lagi memiliki judul gim mobile yang akan diluncurkan hingga akhir tahun 2017.

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini : Data milik 31 juta pengguna sebuah aplikasi keyboard Android bernama ai.type Keyboard bocor.

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Berdasarkan laporan The Inquired yang Tekno Liputan6.com kutip Selasa (12/12/2017), diungkapkan oleh peneliti keamanan di Kromtech Security Center, aplikasi keyboard tersebut membocorkan data pribadi milik 31 juta pengguna dengan menempatkannya ke server database tak aman milik sang co-founder, Eitan Fitusi.

Berdasarkan keterangan para peneliti, data yang bocor ini hanya berdampak pada pengguna aplikasi di Android, tidak pada pengguna perangkat iOS.

Para peneliti mengatakan, setelah mereka mencoba menghubungi Fitusi, pembesut aplikasi keyboard tersebut langsung menerapkan password pada database yang berisi sekitar 577 data milik pengguna. Padahal sebelumnya database tersebut dibiarkan tanpa pengamanan sehingga siapa pun bisa mengaksesnya.

Berbagai data milik pengguna seperti nama lengkap, alamat email, serta lokasi pun dapat diakses atau bahkan dicuri dari server tersebut.

Selain itu, hampir seluruh data yang dikumpulkan juga menyertakan keterangan perangkat yang digunakan beserta nomor IMEI-nya. Sekadar diketahui, nomor IMEI adalah nomor unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggannya.

Oleh karena itu, bisa dikatakan aplikasi keyboard itu juga mengumpulkan data model perangkat, resolusi layar, hingga versi Android yang digunakan.

Tidak hanya data perangkat, aplikasi keyboard ini juga mampu mengetahui operator yang dipakai, atau saat pengguna memakai WiFi, alamat IP hingga seluruh informasi akun Google termasuk foto profil yang dipakai.

Disebutkan peneliti keamanan Bob Diachenko, aplikasi tersebut tampaknya memiliki cukup banyak data meski bentuknya sangat sederhana.

“Ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana sebuah aplikasi emoji dan keyboard mengumpulkan beragam data dari perangkat pengguna? Berdasarkan database yang bocor, aplikasi ini mengumpulkan segala hal, mulai dari data kontak hingga data lainnya. Hal ini sangat mengejutkan,” tutur Diachenko.

Dikutip dari Android Authority, dalam listing Google Play-nya, ai.type menegaskan bahwa privasi pengguna menjadi fokus utama perusahaan.

Perusahaan tersebut juga mengklaim teks yang diketik lewat keyboard ai.type telah dienkripsi. Tampaknya hal itu hanya iming-iming perusahaan agar pengguna mau mengunduhnya.

Berkaca dari minimnya privasi di aplikasi keyboard ini, tampaknya keamanan pengguna bukanlah fokus utama, sebab perusahaan membiarkan 10,7 juta alamat email serta 375,6 juta nomor telepon tanpa perlindungan.

Lantaran teks tidak dienkripsi, para peneliti juga menemukan setidaknya ada 8,6 juta teks kata yang diketikkan dalam keyboard ai.type termasuk di dalamnya nomor telepon, pencarian internet, alamat email, hingga password.

Data-data yang harusnya bersifat rahasia ini juga mungkin saja sudah diunduh oleh seseorang karena database-nya tidak diamankan dengan password.

Untuk itu, para peneliti menyarankan agar pengguna yang sudah mengunduh keyboard ai.type untuk segera menghapusnya serta mengganti seluruh password akun mereka.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang : Huawei terus berusaha memberikan kualitas yang terbaik untuk jajaran smartphone, khususnya seri flagship. Kali ini menurut sebuah laporan, Huawei sedang berusaha meningkatkan kualitas untuk kamera smartphone flagship tahun depan yaitu P11.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Dilansir GSM Arena, Jumat (8/12/2017), Huawei berencana ‘menempelkan’ tiga lensa kamera belakang untuk P11 dengan sensor 40MP. Kehadiran tiga kamera belakang ini merupakan upaya Huawei untuk berada di level lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada tahun ini.

Berkat kehadiran ketiga kamera itu, Huawei P11 nantinya akan mampu melakukan 5x “hybrid zooming”. Untuk kamera depan, Huawei membekalinya dengan resolusi 24MP dengan fitur “low light enhancement”.

Optik Leica pada kamera utama P11 diyakini mampu membuat smartphone tersebut menangkap cahaya 100 persen lebih banyak. Selain itu, Pro Night Mode bisa membuat pengambilan gambar pada malam hari menjadi lebih mudah tanpa tripod.

Hal penting lainnya, Huawei akan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) agar aplikasi kamera bisa mengenali objek lebih cepat dan melakukan auto framing.

Semua informasi ini berasal dari seorang artis digital dari sebuah agensi kratif. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Huawei terkait informasi ini.

Huawei merupakan salah satu pionir dual kamera utama, sehingga dinilai tidak akan terlalu mengejutkan jika perusahaan akhirnya merilis smartphone dengan tiga kamera pada tahun depan. Selain itu, saat ini sudah banyak vendor smartphone yang merilis dual kamera untuk produknya termasuk Apple.

Masing-masing vendor memiliki klaim keunggulan sendiri untuk bersaing. Huawei sendiri pertama kali menggunakan dual kamera belakang pada P9 dan smartphone ini berhasil menyedot banyak perhatian. Salah satunya karena perusahaan bekerjasama dengan vendor kamera ternama asal Jerman, Leica.

Selain spesifikasi P9 yang dinilai mumpuni, sentuhan Leica pada kamera smartphone Huawei diyakini menjadi salah satu daya tarik utama. Kerjasama Huawei dan Leica pun terus berlanjut sampai saat ini. Sentuhan Leica juga ada pada smartphone flagship terbaru Huawei, Mate 10, yang diumumkan pada Oktober 2017.

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo : Asus kembali memperkenalkan smartphone dengan desain bezeless dan aspect ratio 18:9. Setelah mengumumkan Pegasus 4S, perusahaan asal Taiwan itu kini menghadirkan Zenfone Max Plus (M1).

Asus Merilis Smartphone Dengan Baterai Jumbo

Berdasarkan desain yang diusung, kedua smartphone itu tampil dengan gaya serupa. Dikutip dari Phone Arena, Sabtu (2/12/2017), Zenfone Max Plus (M1) merupakan perangkat kelas menengah yang sudah menjalankan Android 7.0 Nougat.

Memiliki layar berukuran 5,7 inci Full HD, smartphone ini dipersenjatai MediaTek 6750T. Zenfone Max Plus (M1) ini hadir dengan dua pilihan memori, yakni RAM 2GB/ ROM 16GB dan RAM 3GB/ ROM 32GB.

Untuk urusan fotografi, smartphone ini memiliki dua lensa kamera utama dengan resolusi 16MP dan 8MP. Sementara untuk keperluan selfie, smartphone ini memiliki kamera depan 8MP.

Sesuai namanya yang mengusung embel-embel Max, Asus membekali perangkat ini dengan baterai berkapasitas jumbo, yakni 4.130mAh. Mengingat tak lagi menyediakan tombol fisik di bagian depan, pemindai sidik jari Max Plus (M1) diletakkan di bagian belakang.

Sayangnya, Asus belum mengungkap harga resmi dari perangkat ini, begitu juga dengan wilayah pemasarannya. Akan tetapi, untuk sekarang, smartphone ini baru diperkenalkan di Rusia dan tak tertutup kemungkinan bakal melenggang di wilayah lain.

Sebelumnya, Asus juga baru memperkenalkan Pegasus 4S yang memiliki desain bezeless dan aspect ratio 18:9. Smartphone ini memiliki layar 5,7 inci beresolusi HD.

Untuk menunjang performanya, smartphone ini didukung baterai berkapasitas 4.030mAh. Urusan pacu daya, smartphone ini menggunakan MediaTek MT66750T yang dipasangkan dengan dua opsi RAM dan ROM, yakni RAM 3GB dan ROM 32GB atau RAM 4GB dan ROM 64GB.

Asus membenamkan konfigurasi dua lensa di kamera utama dengan resolusi masing-masing 16MP dan 8MP. Ada pula pemindai sidik jari yang terletak di bawah kamera.

Pegasus 4S sudah menjalankan Android 7.0 Nougat dengan dukungan dual-SIM. Saat ini, Asus hanya meluncurkan perangkat ini di Tiongkok dengan dua pilihan warna, yakni Gold atau Star Black.

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun : Gim Pokemon Go begitu digandrungi pada awal kemunculannya. Saking digemarinya, banyak orang yang kecanduan main Pokemon Go saat sedang beraktivitas, misalnya menyetir mobil.

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Tak pelak, sejumlah kasus kecelakaan yang merenggut korban jiwa akibat terlalu asyik bermain Pokemon Go, sempat ramai diberitakan. Bahkan menurut laporan, kerugian akibat bermain Pokemon Go ditaksir mencapai Rp 98,6 triliun.

Hal ini berdasarkan laporan berjudul “Death by Pokemon Go” yang tengah digarap oleh dua orang peneliti dari Purdue University, yakni Mara Faccio dan John McConnell.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Senin (27/11/2017), laporan tersebut memperlihatkan sisi kelam gim berbasis augmented reality (AR) tersebut.

Keduanya mengombinasikan berbagai laporan kecelakaan akibat Pokemon Go dari Tippecanoe, County, Indiana, pada 148 hari pertama sejak gim tersebut dirilis Juli 2016.

Di tempat tersebut, setidaknya diketahui ada dua nyawa melayang akibat main gim Pokemon Go sambil mengemudi. Selain itu, kerugian akibat kerusakan dan kecelakaan ditaksir sebesar US$ 5,2 juta hingga US$ 25,5 juta (Rp 177 miliar).

Jika angka tersebut diasumsikan terjadi di seluruh wilayah Amerika, kerugiannya bisa mencapai US$ 2 miliar hingga US$ 7,3 miliar (Rp 98,6 triliun) hanya dalam beberapa bulan.

Laporan yang dikumpulkan selama 148 hari itu juga memperlihatkan terjadi 286 kecelakaan di tempat tersebut dibandingkan dengan bulan sebelum Pokemon Go ada. Sebanyak 134 kecelakaan diperkirakan terjadi di dekat lokasi Pokestop.

Bisa dibilang, gim Pokemon Go menyebabkan kecelakaan langsung karena lebih banyak orang berada di jalan dan berpotensi ditabrak mobil.

Melihat angka tersebut, peneliti menyadari angka kecelakaan lebih banyak terjadi di dekat Pokestop dibandingkan di gym Pokemon.

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata : Pada masa yang akan datang, robot otonomos diprediksi mengambil alih beragam pekerjaan manusia. Kendati begitu, ada kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional untuk mencegah robot memasuki medan perang.

PBB Larang Tentang Pengoperasionalan Robot Bersenjata

Perwakilan dari berbagai negara yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini berdiskusi tentang penggunaan sistem senjata pada robot.

Mengutip laman Ubergizmo, Rabu (22/11/2017), sebanyak 22 negara –kebanyakan negara dengan anggaran militer kecil dan pengetahuan teknis rendah– telah menyerukan larangan keras terhadap pengembangan robot bersenjata yang juga dikenal sebagai robot pembunuh.

Sebelum adanya konvensi PBB tersebut, banyak ahli robotika dan kecerdasan buatan mengirimkan surat ke pemimpin-pemimpin dunia. Kurang lebih isinya adalah ajakan kepada para pemimpin dunia untuk mendukung larangan robot bersenjata.

Para ahli robotika dan kecerdasan buatan khawatir, sebab perusahaan pertahanan swasta dan militer diketahui telah melakukan investasi besar-besaran dalam hal senjata otonom.

Sayangnya dalam pertemuan PBB tersebut, belum ada keputusan tentang pelarangan robot bersenjata. Anggota PBB hanya mengatur dasar pembicaraan mengenai robot bersenjata di masa depan.

Kendati demikian, dilaporkan sebagian besar negara yang mewakili konvensi tersebut setuju, perlu ada instrumen yang mengikat secara hukum tentang penggunaan teknologi robot bersenjata.

Sebagian besar negara juga telah setuju kontrol manusia sangat dibutuhkan terkait dengan sistem senjata otonomos.

Disarmament Ambassador India Amandeep Gill mengatakan, robot tidak akan mengambil alih dunia. “Manusia masih menjadi pemimpin. Saya rasa kita harus berhati-hati untuk tidak mendramatisasi masalah ini,” katanya.

Sayangnya dia beranggapan, melarang adanya robot bersenjata barulah sebuah rencana jangka panjang. Dia mengatakan, negara-negara baru akan menghadapi masalah ini di tahun-tahun ke depan sehingga PBB masih butuh lebih banyak waktu untuk mengetahui bagaimana proses kerja robot bersenjata serta pengendaliannya.

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman : Pemerintah Jerman tak cuma melarang smartwatch digunakan anak-anak, boneka pintar pun juga kena imbasnya. Apa yang menjadi alasan pihak Jerman menjadikan boneka pintar sebagai ‘barang haram’ bagi anak-anak?

Boneka Pintar Jadi Barang Haram Di Negara Jerman

Usut punya usut, regulator telekomunikasi Jerman Federal Network Agency ternyata mengklaim boneka anak-anak yang dijual di Jerman–khususnya bagi anak-anak berusia 5-12 tahun–berbahaya karena dapat menjadi ‘alat’ mata-mata hacker.

Boneka pintar sendiri adalah mainan boneka yang dilengkapi dengan teknologi Bluetooth dan bisa digunakan anak-anak untuk merekam suara. Mereka juga dibekali kecerdasan buatan agar bisa merespons dialog.

Di Jerman, boneka pintar yang paling populer adalah My Friend Cayla. Ditengarai, boneka tersebut berpotensi menjadi perangkat mata-mata hacker karena mereka memanfaatkan teknologi transmisi radio.

Menurut laporan Federal Network Agency yang dilansir Mashable pada Senin (20/11/2017), para hacker ternyata telah mengakses, mencuri email dan password pengguna dari database My Friend Cayla sejak awal 2017.  Selain itu, mereka juga menyimpan rekaman suara anak-anak saat sedang berbicara dengan boneka.

CloudPets Jadi Senjata Hacker

CloudPets, boneka yang dijadikan alat peretasan oleh hacker. (Foto: Spiral Toys)

Selain My Friend Cayla, boneka pintar lain yang dilarang juga termasuk CloudPets. Nahas, CloudPets dilaporkan telah membocorkan sebanyak 2 juta pesan suara antara sang anak dan orangtua kepada para hacker.

Parahnya lagi, data pengguna boneka tersebut tidak diamankan oleh perusahaan pembesut boneka, yaitu Spiral Toys. Tercatat, ada sekitar 820 ribu data pengguna yang dicuri.

Pakar keamanan Troy Hunt sangat menyayangkan hal ini sebab Spiral Toys benar-benar tidak menyiapkan langkah keamanan yang tegas untuk mengenkripsi data pribadi pengguna boneka.

“Dalam kasus ini, data yang disimpan ternyata ada di dalam segmen network publik. Spiral Toys tidak mengetahui jaringan itu tak aman dan tidak membutuhkan otentikasi sama sekali. Jadinya, orang-orang bisa mencari database yang terekspos secara online di jaringan tersebut,” kata Hunt.