Mozilla Serta Yang Lainnya Akan Tarik Iklan Dari Facebook

Mozilla Serta Yang Lainnya Akan Tarik Iklan Dari Facebook : Kasus penyalahgunaan dan kebocoran data 50 juta pengguna Facebook berbuntut panjang. Meski CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, sudah mengakui dan meminta maaf, tak sedikit pengguna setianya hilang kepercayaan terhadap platform media sosial tersebut.

Mozilla Serta Yang Lainnya Akan Tarik Iklan Dari Facebook

Selain pengguna yang mulai meragukan keamanan data akun mereka, Facebook terancam bakal berkurang pendapatannya dari pengiklan.

Dilansir Endgadget, Jumat (23/3/2018), Mozilla akan mulai menarik seluruh iklannya dari Facebook. Hal ini dikonfirmasi dengan posting perusahaan di laman blog resminya.

Mozilla mengatakan, “Skandal Cambridge Analytica membuat kami menelaah lebih dekat peraturan privasi default Facebook saat ini.”

“Meski masih banyak yang harus dipelajari, akses terbuka ke banyak data–khususnya berkenaan dengan pengaturan aplikasi pihak ketiga–sangat mengkhawatirkan,” sambungnya.

Atas dasar tersebut, perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat (AS) ini pun setop beriklan untuk sementara waktu di Facebook.

Tak Hanya Mozilla

Meskipun Mozilla tampaknya menjadi perusahaan kenamaan pertama yang menarik iklannya dari Facebook, tak menutup kemungkinan akan banyak lagi yang mempertimbangkan hal serupa.

Seperti yang dilaporkan The Times, Incorporated Society of British Advertisers (ISBA) di Inggris telah meminta pertanggungjawaban Facebook atas penyalahgunaan data tersebut.

ISBA juga dikabarkan akan bertemu langsung dengan para petinggi perusahaan rintisan Mark Zuckerberg itu minggu ini.

“Ketika bertemu dengan Facebook, kami ingin memahami cakupan penyelidikan yang Zuck sebutkan,” ungkap Phil Smith, direktur jendral ISBA.

Sekadar informasi, ISBA merupakan badan perdagangan yang mewakili lebih dari 3.000 merek, termasuk Unilever dan P&G. Mereka sedang mempertimbangkan menarik ratusan juta dolar uang iklan mereka dari Facebook.

Keputusan tersebut dilaporkan bakal diambil setelah mendengar tanggapan dan jawaban dari para petinggi Facebook saat pertemuan nanti.

Nintendo Switch Akan Kedatangan Game Kirby Star Allies

Nintendo Switch Akan Kedatangan Game Kirby Star Allies : Nintendo Switch kembali kedatangan gim baru yang dapat dimainkan. Kali ini, giliran salah satu karakter lawas yang menyambangi konsol hybrid tersebut.

Nintendo Switch Akan Kedatangan Game Kirby Star Allies

Dikutip dari The Verge, Jumat (23/3/2018), karakter yang dimaksud adalah Kirby, makhluk lucu berwarna pink besutan Nintendo dan HAL Laboratory. Sosok itu kini hadir dalam gim berjudul Kirby Star Allies yang baru saja rilis di Switch.

Kirby sendiri tak pernah hadir dalam gameplay yang menantang. Alih-alih serius, gim yang mengusung Kirby biasanya lebih sederhana dan mudah dimainkan, sehingga cocok untuk anak-anak.

Formula itu pula yang kembali ditonjolkan dalam gim anyar Kirby di Switch. Namun, ada sejumlah perubahan yang dihadirkan, salah satunya adalah kemampuan Kirby.

Dalam gim ini, sosok imut Kirby memiliki kemampuan untuk mengajak musuh menjadi temannya. Berbekal bintang besar berwarna pink yang dihempaskan dari tubuhnya, pemain dapat mengajak hingga tiga musuh untuk dijadikan teman.

Kemampuan tersebut menambah daftar serangan yang dimiliki Kirby, seperti menghisap kemampuan musuh atau menelannnya. Meski Kirby merupakan karakter lawas, sayangnya ia tidak seikonik Mario dari Super Mario Bros yang juga berasal dari Nintendo.

Nintendo Pastikan Gim Super Smash Bros

Sebelumnya, Nintendo melalui siaran langsunya, Nintendo Direct, baru saja mengonfirmasi kehadiran gim Super Smash Bros untuk konsol Nintendo Switch. Perusahaan asal Jepang itu memastikan gim ini akan hadir pada 2018.

Nantinya, gim Super Smash Bros ini akan menyertakan karakter-karakter baru, seperti dari gim Splatoon. Selain karakter baru, gim ini juga menyertakan karakter-karakter yang sudah dikenali, seperti Mario dari seri gim Super Mario Bros dan Link dari seri gim The Legend of Zelda.

Sayangnya, Nintendo masih bungkam siapa-siapa saja yang akan muncul di dalam gim tersebut. Sekadar informasi, Nintendo sudah merilis empat gim seri Smash sejauh ini, mulai dari Super Smash Bros di konsol Nintendo 64 (N64), Super Smash Bros Melee di GameCube, dan Super Smash Bros di Wii U.

Google Cekal Iklan Bitcoin

Google Cekal Iklan Bitcoin : Khawatir dengan kegamangan masa depan cryptocurrency (uang digital), Google memutuskan untuk mencekal iklan uang digital di platform-nya. Sebelumnya, Facebook juga sempat melakukan langkah serupa.

Google Cekal Iklan Bitcoin

Dikutip dari Tech Crunch, Jumat (16/3/2018), raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam tersebut turut melakukan pencekalan terhadap iklan-iklan opsi biner atau produk sejenisnya, dan juga mata uang digital serta konten-konten yang masih berkaitan dengan itu, seperti initial coin offerings dan dompet cryptocurrency mulai dari Bitcoin dan kawan-kawannya

“Kami tidak memiliki ‘bola kristal’ (bisa meramal) untuk mengetahui masa depan dari uang digital,” kata Scott Spencer, eksekutif iklan Google, kepada CNBC.

Karenanya, Google menilai sudah cukup banyak bahaya yang terjadi dan dialami konsumen karena tergiur uang digital.

“Kami sudah cukup melihat kerugian konsumen atau potensi kerugian konsume. Oleh sebab itu, kami berikan peringatan ekstrim pada area ini,” lanjut Spencer.

Peraturan ini akan diterapkan pada Juni 2018. Meskipun begitu, tanda-tanda melemahnya mata uang digital sudah lebih dulu diperlihatkan Bitcoin yang harganya mulai menurun di bawah US$ 9.000 (Rp 123 jutaan). Padahal, harga Bitcoin sempat ada di angka US$ 20.000 (Rp 268 jutaan) pada Desember 2017.

Fluktuasi nilai yang sama juga terjadi ketika Facebook melarang iklan uang digital yang mengakibatkan harga Bitcoin jatuh sebanyak 12 persen.

Bill Gates Turut Khawatir

Kekhawatiran terkait penggunaan Bitcoin ternyata juga turut disuarakan Bill Gates. Pendiri Microsoft itu menyebut sifat anonimitas dari Bitcoin dapat menyebabkan ‘kematian’ secara langsung.

Maksud dari perkataan Gates itu adalah Bitcoin kerap digunakan sejumlah pihak untuk membeli barang-barang yang tak seharusnya. Hal itulah yang membuat bitcoin menjadi berbahaya.

“Saat ini cryptocurrency digunakan untuk membeli fentanyl (semacam obat penenang) termasuk yang lain, sehingga teknologi langka ini mampu menyebabkan kematian langsung,” tuturnya saat berbicara di Reddit AMA seperti dikutip dari The Guardian.

Sekadar informasi, Bitcoin memang terkadang digunakan untuk bertransaksi obat-obatan terlarang. Tak hanya itu, dengan sifat anonimnya, pihak berwenang sulit untuk melacak peredaran Bitcoin.

Kondisi itu, menurut Gates, membuat cryptocurrency berbeda dari uang tunai. Sebab, uang tunai dapat dilacak penggunaannya, termasuk apabila ada penyalahgunaan, seperti pencucian uang atau pendanaan terorisme.

Milyuner itu juga menyebut berinvestasi di cryptocurrency merupakan ide yang baru. “Saya pikir sifat spekulatif dari ICO dan cryptocurrency sangat berisiko,” ujarnya saat menjawab pertanyaan di forum Reddit AMA.

BI Melarang Bitcoin

Sebelumnya, pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) mengumumkan larangan keras penggunaan seperti Bitcoin dan lain-lain sebagai alat transaksi dan pembayaran di Indonesia.

Mata uang tersebut dinilai berisiko tinggi karena tidak memiliki regulator atau administrator yang bertanggung jawab atas pergerakan mata uang serta underlying asset yang menjadi dasar penilaian.

Selain itu, pemerintah juga mewaspadai mata uang virtual ini dimanfaatkan sebagai instrumen pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Logitech Meluncurkan Speaker Gaming Baru Dengan Lampu LED

Logitech Meluncurkan Speaker Gaming Baru Dengan Lampu LED : Logitech G baru saja mengumumkan speaker PC teranyarnya, yang tidak hanya menawarkan kualitas suara yang mumpuni, tetapi juga atraksi lampu RGB LED yang memukau.

Logitech Meluncurkan Speaker Gaming Baru Dengan Lampu LED

Speaker baru yang diberi nama G560, perusahaan melengkapi perangkat barunya ini dengan empat zona pencahayaan RGB LED.

Dikutip dari laman Endgadget, Kamis (14/3/2018), lampu RGB LED yang terpasang di G560 ini mampu menampilkan sekitar 16,8 juta warna.

Dengan teknologi Lightsync besutan Logitech, pengguna juga dapat menyinkronisasi dengan warna apa saja yang tampil di layar, atau musik yang sedang didengarkan.

Meski lampu LED di speaker desktop terkesan berlebihan, fitur ini sesuai dengan tren pencinta gim PC, yaitu semakin banyak LED, maka semakin baik.

Berkaca dari pengalaman Logitech yang memang cukup andal dengan produk-produk speaker-nya, ini akan menjadi speaker pertama yang diluncurkan di bawah bendera divisi gim milik perusahaan.

Tak hanya itu, speaker ini juga mengusung teknologi DTS: X Ultra yang mampu menyimulasikan suara surround. G560 mengusung jenis 2.1 dengan daya 240 Watt, dan output sebesar 120 Watt.

Saat dihubungi Tekno Liputan6.com, pihak Logitech mengonfirmasi speaker G560 ini akan dirilis di Indonesia.

“Iya, speaker G560 akan meluncur di pasar Indonesia. Lebih tepatnya pada pertengahan April 2018,” ujar Ismail Maksum, Country Manager Logitech Indonesia.

Desain Notch Di Layar Untuk Seri iPhone Berikutnya, Apple Tinggalkan

Desain Notch Di Layar Untuk Seri iPhone Berikutnya, Apple Tinggalkan : Keputusan Apple untuk meluncurkan iPhone X dengan desain yang berbeda dari seri-seri sebelumnya patut diacungi jempol.

Desain Notch Di Layar Untuk Seri iPhone Berikutnya, Apple Tinggalkan

Tak lagi menggunakan tombol Home yang sudah identik, Apple hadir dengan desain bezeless dan sebuah notch di atas layarnya ini memberikan tampilan yang cukup elegan.

Menampung perlengkapan kamera TrueDepth yang dapat digunakan untuk Face ID dan Animoji, nyatanya notch ini banyak dikeluhkan oleh pengguna.

Banyak pengguna setia iPhone yang berpendapatan, Apple dapat membuat tampilan layar di iPhone X lebih lebar dan tidak ada notch tersebut.

Ironisnya, tak sedikit pula vendor smartphone Android meniru desain iPhone X lengkap notch di layarnya. Sebut saja Asus, LG, Oppo, Huawei, dan masih banyak lagi produsen smartphone lokal yang juga “meniru” desain ini.

Meski menghadirkan inovasi yang luar biasa dan menjadi trendsetter, Apple kabarnya tidak akan menghadirkan notch di iPhone terbarunya nanti. Demikian yang dilansir ETNews, Sabtu (10/3/2018).

Disebutkan, Finisar, perusahaan pembuat sensor TrueDepth berhasil mengembangkan teknologi sensor yang lebih baik dan lebih kecil dari yang digunakan saat ini.

Ini berarti, hampir dipastikan tidak akan ada notch di iPhone 11 atau iPhone XI atau seri iPhone yang akan Apple luncurkan di masa mendatang.

Deretan Smartphone yang Tiru iPhone X

Seperti yang sudah diketahui, Apple merilis iPhone X pada November 2017. Ketika diluncurkan, konsumen dan pemerhati dunia teknologi pun dibuat takjub oleh spesifikasi serta harganya.

Di Indonesia, iPhone X dijual sekitar Rp 17 juta, alias empat sampai lima kali lipat lebih mahal ketimbang rata-rata smartphone level menengah.

Belum ada setengah tahun iPhone X rilis, ternyata smartphone canggih tersebut sudah mempunyai “kembaran” yang lahir dari Negeri Tirai Bambu.

Lebih Banyak Pakai TV QLED Adalah Keinginan Samsung Untuk Indonesia

Lebih Banyak Pakai TV QLED Adalah Keinginan Samsung Untuk Indonesia : TV QLED Samsung memang menawarkan beragam fitur canggih. Namun tentu ada harga lebih yang harus dibayar untuk memiliki TV pintar ini. Sudah pasti, TV QLED besutan raksasa teknologi Korea Selatan tersebut dibanderol dengan harga tinggi.

Lebih Banyak Pakai TV QLED Adalah Keinginan Samsung Untuk Indonesia

Namun demikian, Samsung justru ingin mematahkan anggapan konsumen kalau TV QLED selalu dilego dengan harga selangit. Disampaikan Senior Product Marketing Manager TV dan Audio Visual Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin, salah satu upaya perusahaan yang kini dilakukan untuk mengubah pandangan tersebut adalah dengan strategi khusus.

Adapun strategi khusus yang Ubay maksud adalah memberikan varian TV QLED dengan harga yang lebih terjangkau dan tentunya bisa digunakan masyarakat di Indonesia.

“Potensi masyarakat Indonesia pakai TV QLED itu sangat besar, dalam artian populasinya saja 250 juta penduduk. Pasti sangat banyak yang mau beli (TV QLED),” ujar Ubay Tekno Liputan6.com dalam conference call yang dilakukan di New York, Rabu malam (7/3/2018) waktu Amerika Serikat.

Ia menambahkan, “Untuk meningkatkan (pasar), kami akan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang lebih luas dengan varian baru, Q6, yang harganya lebih affordable.”

Adapun hal menarik lain yang Ubay bagikan adalah fakta di mana harga lini TV QLED Samsung ternyata bisa jadi menurun dari waktu ke waktu. Hal ini pun, ia akui bisa menjadi potensi bagi masyarakat untuk membeli produk TV QLED karena penurunan harga.

“QLED itu kan lini TV premiumS amsung, jadi dari sisi pricing akan terus turun sejalan dengan komersialisasi produk tersebut,” kata pria yang sudah malang melintang di ranah teknologi sejak 2004 tersebut.

“Jadi pas launching, pasar TV QLED memang niche (tersegmentasi). Tetapi seiring waktu terus berjalan, kalau hype-nya besar kan tentu harganya turun. Jadi ini tentu pasti bakal terjadi,” sambungnya.

Begini Kata Nintendo Mengenai Kabar Besut Konsol Switch Baru

Begini Kata Nintendo Mengenai Kabar Besut Konsol Switch Baru : Meski belum bisa mengalahkan konsol PS2 sebagai konsol paling laris di dunia, penjualan Nintendo Switch di berbagai negara di dunia terbilang cukup menakjubkan.

Begini Kata Nintendo Mengenai Kabar Besut Konsol Switch Baru

Sejak diluncurkan pada Maret 2017, konsol hybrid ini sudah terjual lebih dari 10 juta unit di hampir seluruh negara.

Oleh karena itu, wajar bila banyak pecinta konsol penasaran rencana masa depan perusahaan untuk konsol anyarnya ini.

Mungkinkah Nintendo akan meluncurkan konsol Switch dengan peningkatan hardware dari seri yang sudah ada di pasaran, seperti Nintendo 3DS, New Nintendo 3DS, 2DS, dan 3DS XL?

Menurut sebuah laporan baru, pecinta konsol gim Nintendo tidak perlu terlalu berharap kehadiran versi baru konsol Switch.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (2/3/2018), sumber yang dekat dengan Nintendo mengatakan, perusahaan saat ini belum berencana untuk meluncurkan versi baru konsol Switch dalam waktu dekat.

Ia menambahkan, Nintendo saat ini perusahaan justru akan fokus pada penjualan peripheral dan layanan online yang memang sudah perusahaan janjikan ketika peluncuran konsol tahun lalu.

Fokus Kembangan Peripheral dan Jaringan Online

Kabarnya, beberapa peripheral baru itu akan mengoptimalkan port USB Type-C yang terpasang di konsol. Sayang, belum ada informasi jelas fitur jaringan apa yang Nintendo persiapkan.

Perlu diingat, setelah meluncurkan Nintendo Switch, perusahaan memang sudah berencana untuk mengoptimalkan kemampuan online konsol hybrid yang kabarnya akan diluncurkan tahun ini.

Informasi absennya konsol Switch baru ini kemungkinan akan mengecewakan banyak pecintanya, akan tetapi keputusan Nintendo untuk fokus pada model konsol yang ada saat ini terbilang cukup masuk akal.

Terlebih lagi, banyak gamer mengeluhkan keterbatasan stok konsol Nintendo tersebut di toko-toko gim yang ada.

Sedang Kuasai App Store Aplikasi Besutan Tiongkok

Sedang Kuasai App Store Aplikasi Besutan Tiongkok : Aplikasi besutan pengembang asal Tiongkok mengalami pertumbuhan yang pesat di App Store. Informasi tersebut tertuang dalam sebuah laporan App Annie yang dipublikasikan lewat Macquarie Research.

Sedang Kuasai App Store Aplikasi Besutan Tiongkok

Seperti dilansir Business Insider pada Sabtu (3/3/2018), Tiongkok sendiri kini telah memimpin toko aplikasi iOS tersebut.

Jumlah aplikasi pengembang Tiongkok yang ada di App Store dua kali lebih banyak dari aplikasi besutan pengembang Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Untuk pendapatan sendiri, aplikasi besutan Tiongkok kini memiliki pendapatan sebanyak 39 persen dengan pemasukan US$ 33,5 miliar (Rp 461 triliun).

Sedangkan Amerika Serikat dan Jepang cuma memiliki persentase sebanyak 18 persen dan 16 persen, dengan masing-masing pendapatan sebesar US$ 15 miliar (Rp 206 triliun) dan US$ 14 miliar (Rp 192 triliun).

Laporan lebih lanjut menyebut, aplikasi Tiongkok ternyata didominasi oleh aplikasi berupa gim mobile. Adapun beberapa aplikasi lain yang dikembangan berupa aplikasi penunjang produktivitas, media sosial, serta aplikasi kesehatan.

Terkait aplikasi, Apple sendiri baru saja mengumumkan daftar aplikasi paling populer di App Store sepanjang 2017.

Tak disangka-sangka, Snap–dahulu bernama Snapchat–menjadi salah satu aplikasi terpopuler versi Apple, mengalahkan Facebook dan Google.

Sebelumnya di tahun 2016 Snapchat menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Apple.

Mengutip laporan Mashable, Senin (18/12/2017), tahun ini Snap menjadi nomor dua aplikasi paling banyak diunduh di platform iOS. Sementara, posisi pertama ditempati oleh aplikasi Bitmoji, yang juga dimiliki oleh Snap.

Aplikasi Bitmoji sendiri disebut-sebut mengalami pertumbuhan sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Bahkan, penggunanya mengintegrasikan aplikasi Bitmoji dengan akun Snap mereka.

Snapchat Hadirkan Stiker GIF

Snapchat Hadirkan Stiker GIF : Persaingan antara Instagram dan Snapchat semakin ketat. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak kesamaan fitur yang dimiliki keduanya.

Snapchat Hadirkan Stiker GIF

Dilansir GSM Arena, Jumat (23/2/2018), setelah Instagram sekian lama dinilai meniru fitur-fitur Snapchat, kini keadaan berbalik. Para pengguna Snapchat kini bisa menambahkan stiker GIF untuk menghiasi Snap yang dikirimkan kepada teman atau mengunggahnya ke Stories publik.

Snapchat bekerja sama dengan Giphy untuk bisa menghadirkan fitur baru tersebut. Sebelum Snapchat, Instagram lebih dahulu menggandeng Giphy untuk fitur serupa.

Stiker GIF ini hadir tak lama hadir setelah antar muka Snapchat dikritik membuat penggunanya bingung. Selain peluncuran fitur baru ini, Snapchat juga berjanji akan mengatasi desain baru layanannya dan memberikan Tabs untuk fitur “Friends and Discover” pada aplikasi.

Menurut laporan, kritik terhadap desain baru Snapchat itu “melahirkan” petisi di Change.org yang telah ditandatangani oleh 1,2 juta pengguna.

Mereka meminta antar muka yang lama dikembalikan. Adik Kim Kardashian, Kyle Jenner, bahkan mengekspresikan ketidaksukaannya terhadap desain baru tersebut.

Kehadiran sejumlah fitur baru di Instagram sempat memicu kekhawatiran akan membuat rival utamanya, Snapchat, tenggelam. Namun, pertumbuhan pengguna Snapchat pada akhir 2017 dinilai dapat meyakinkan para investor, layanan tersebut mampu bersaing dengan Instagram.

Pengguna aktif harian Snapchat naik menjadi 187 juta pada kuartal IV 2017 dari 178 juta tiga bulan sebelumnya. Hasil ini lebih tinggi daripada rata-rata ekspektasi analis sebesar 184,2 juta pengguna.

Pengguna aktif harian Snapchat naik 18 persen dari satu tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dianggap investor dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan dari iklan.

Reuters dalam laporannya, menyampaikan pencapaian tersebut sekaligus dinilai “menghidupkan” kembali harapan Snapchat bisa bersaing dengan Instagram. Hal itu juga bisa membangkitkan antusiasme investor yang sempat memudar setelah Snap (induk usaha Snapchat) melantai di bursa pada tahun lalu.

Pendapatan Snap diketahui naik 72 persen menjadi US$ 285,7 juta, melebihi ekspektasi analis US$ 253,2 juta. Pertumbuhan ini terjadi berkat banyaknya perusahaan-perusahaan yang memasang iklan di Snapchat.

SPC Akan Merilis Smartphone Kamera Selfie Ganda Rp 900 Ribu

SPC Akan Merilis Smartphone Kamera Selfie Ganda Rp 900 Ribu : SPC Mobile kembali meramaikan pasar smartphone Indonesia. Kali ini, vendor smartphone lokal tersebut memperkenalkan seri SPC L523 Selfie.

SPC Akan Merilis Smartphone Kamera Selfie Ganda Rp 900 Ribu

Sesuai namanya, smartphone ini menawarkan kamera depan sebagai fitur unggulan. L523 Selfie sendiri hadir dengan dua kamera depan yang masing-masing beresolusi 8MP dan 2MP, ditambah LED Flash.

Untuk kamera utama, smartphone ini dibekali lensa beresolusi 13MP dengan fitur AF dan LED Flash. Menurut Chief Operating Officer SPC Mobile Raymond Tedjokusumo, dengan dua kamera depan, smartphone ini sudah mampu menangkap gambar dengan efek bokeh.

“Karena memiliki dua kamera depan, L523 Selfie dapat digunakan untuk menangkap gambar dengan efek bokeh,” tuturnya saat peluncuran L523 di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Smartphone ini juga dilengkapi layar berukuran 5 inci dibalut Gorilla Glass. Untuk dapur pacu ditopang dengan prosesor quad-core 1,3GHz Spektrum 9850, memori internal 16GB, dan RAM 2GB.

SPC L253 Selfie ini akan dijual mulai 22 Februari 2018 di Shopee dengan sistem penjualan flash sale. Karena itu, pada saat flash sale, smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 899.000.

“Untuk harga resminya sendiri adalah Rp 1.199.000 dan dijual dua minggu setelah hadir di Shopee. Dalam paket penjualan, kami menyertakan pula screen protector, jelly case, dan earphone,” tutur Raymond.

SPC L253 Selfie sudah mendukung jaringan 4G dan fitur keamanan pemindai sidik jari untuk membuka perangkat. Sementara guna mendukung performannya, smartphone ini ditopang baterai berkapasitas 2.500mAh.

Head of Business Development Shopee Indonesia, Christin Djuarto, menuturkan Shopee juga sudah mempersiapkan diri menyambut penjualan L253 Selfie di Indonesia. Menurutnya, platform Shopee sudah siap apabila memang nanti ada lonjakan permintaan.

“Kami juga sudah mengantisipasi jika memang ada beban berlebih saat penjualan nantinya. Harapannya, perangkat ini dapat ludes terjual dalam waktu singkat,” ujarnya menjelaskan.

Sayangnya, ia tak mengungkap jumlah L253 Selfie yang akan ditawarkan selama flash sale nanti. Ia hanya menyebut ada ribuan unit yang sudah dipersiapkan saat penjualan nanti.