Blockchain Serta IoT Akan Menjadi Tren Teknologi Tahun Ini

Blockchain Serta IoT Akan Menjadi Tren Teknologi Tahun Ini : Gartner memperkirakan belanja indsutri Teknologi Informasi (TI) pada tahun ini mencapai US$ 3,7 triliun, naik 4,5 persen dari 2017. Sejumlah teknologi baru populer seperti blockchain, Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), akan menjadi faktor pendorong belanja industri TI.

Blockchain Serta IoT Akan Menjadi Tren Teknologi Tahun Ini

Research Vice President Gartner, John-David Lovelock, meyakini teknologi terkini menjadi faktor pendorong belanja industri TI pada 2018. Perusahaan-perusahaan beralih dari berbagai proyek big data (mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisis banyak data) ke AI.

AI akan membantu perusahaan mengotomatisasi tugas dan membebaskan manusia dari pekerjaan yang bersifat pengulangan dan sangat rumit. Perusahaan-perusahaan akan terlebih dahulu menargetkan proyek AI untuk consumer service (pelayanan konsumen), pemasaran dan penjualan. Menurut Lovelock, semua area tersebut akan membantu menghasillkan pendapatan.

Berbagai proyek IoT juga merupakan bagian dari belanja TI pada tahun ini. IoT adalah proyek “meletakkan” sensor dan aplikasi ke dalam berbagai objek atau benda mulai dari kamera keamanan hingga mesin cuci. IoT akan menjadi bagian penting dalam area industri seperti manufaktur dan logistik.

Teknologi populer lain pada tahun ini adalah blockchain. Terlepas dari hubungan dengan Bitcoin dan mata uang virtual lain, teknologi blackchain mulai mendapatkan banyak perhatian dari perusahaan-perusahaan swasta.

Blockchain menciptakan sebuah buku besar yang aman, permanen dan terdistribusi. Buku besar di sini memiliki arti seperti basis data global online yang bisa disimpan di berbagai tempat, sehingga perusahaan-perusahaan bisa saling bertransaksi dengan aman secara langsung, tanpa perantara. Transaksi ini mencakup pembayaran global, rantai suplai dan berjualan secara digital.

Ada banyak perusahaan teknologi yang menawarkan aplikasi blockchain termasuk IBM, Microsoft, Ripple dan Digital Asset Holding. Selain itu juga ada yang dikembangkan oleh konsorsium seperti Hyperledger yang didukung Llinux Foundation dan R3.

Gartner dalam laporannya juga mengungkapkan peningkatan belanja TI akan terjadi di semua area termasuk enterprise software, perangkat seperti PC, tablet dan ponsel, layanan TI, serta layanan komunikasi seperti telekomunikasi dan jaringan.

Perusahaan-perusahaan juga berencana sedikit menaikkan belanja mereka pada data center tahun ini. Kendati demikian, area tersebut akan mengalami pertumbuhan paling kecil karena perusahaan mulai beralih ke cloud computing dengan cara menyewa infrastruktur dan hanya membayar apa yang digunakan.

Pada 2019, Gartner memperkirakan belanja data center akan mengalami penurunan. Demikian seperti dikutip dari Business Insider, Kamis (18/1/2018).

Google Hapus 60 Aplikasi Gim Dari Play Store Karena Mengandung Unsur Pornografi

Google Hapus 60 Aplikasi Gim Dari Play Store Karena Mengandung Unsur Pornografi : Google belum lama ini menghapus 60 aplikasi gim dari Play Store. Penghapusan ini dilakukan setelah perusahaan keamanan Check Point menemukan adanya bug jahat menampilkan iklan pornografi di aplikasi gim yang sebagian besar ditujukan bagi anak-anak.

Google Hapus 60 Aplikasi Gim Dari Play Store Karena Mengandung Unsur Pornografi

Mengutip laman The Verge, Sabtu (13/1/2018), sebagian dari aplikasi itu sudah diunduh hingga satu juta kali. Di antaranya adalah gim Night Survival Craft dan McQueen Car Racing Game yang tokohnya terinspirasi karakter film Disney Pixar, Cars.

Check Point mendapati, nama bug jahat tersebut adalah Adult Swine. Mereka menyebut, bug tersebut mampu menampilkan iklan pornografi dan iklan tak pantas lainnya.

Tujuannya adalah menipu pengguna agar menginstal aplikasi keamanan palsu dan mengajak pengguna untuk mendaftarkan layanan premium alias berbayar.

Kepada Financial Times, seorang juru bicara Google menyampaikan sudah menghapus aplikasi-aplikasi gim tersebut dan membuat akun si pengembang tak lagi bisa dipakai.

“Dan kami akan terus mengingatkan siapa pun yang menginstal gim tersebut. Kami berterima kasih kepada Check Point karena telah membantu agar pengguna tetap dalam kondisi aman,” kata juru bicara yang tak disebut namanya.

Sekadar diketahui, saat bug jahat itu terpasang dalam smartphone, bug tersebut menunggu pengguna untuk membuka perangkat, kemudian bug memulai aktivitas membahayakan.

Para pengguna pun telah meninggalkan review di aplikasi tersebut, meminta pengguna lain untuk tidak menginstal gim-gim yang disusupi malware tersebut.

“Jangan menginstal aplikasi ini untuk anak Anda, karena banyak gambar porno di dalamnya,” kata seorang pengguna yang meninggalkan komentar tentang gim tersebut.

Selain menampilkan gambar porno, bug tersebut juga bisa memunculkan notifikasi yang menyebut perangkat telah terkena virus dan menyarankan pengguna menginstal aplikasi antivirus palsu.

Bahkan, iklan-iklan lainnya menipu pengguna untuk memberikan nomor telepon mereka agar bisa memenangi hadiah. Padahal, nomor telepon si pengguna dipakai untuk mendaftar layanan premium tanpa sepengetahuan mereka.

Dropbox Siap Melantai Di IPO

Dropbox Siap Melantai Di IPO : Dropbox dilaporkan telah siap melantai di bursa saham Amerika Serikat. Kabar ini diketahui setelah sumber anonim menyebut perusahaan tersebut telah secara diam-diam melakukan Initial Public Offering (IPO) beberapa waktu lalu.

Dropbox Siap Melantai Di IPO

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (12/1/2018) Goldman Sachs Group Inc dan JPMorgan Chase & Co yang akan memimpin proses ini. Meski begitu, Dropbox dikabarkan tengah berbicara pula dengan bank lain untuk memenuhi persyaratan melakukan IPO.

Rencananya, pada paruh pertama tahun ini, seluruh proses tersebut sudah selesai dilakukan. Namun hingga sekarang, perwakilan dari Dropbox, Goldman Sachs, dan JP Morgan masih menolak berkomentar mengenai kabar ini.

Kabar ini cukup mengagetkan mengingat mantan CEO Apple Steve Jobs pernah menyebut Dropbox sebenarnya bukan sebuah produk, melainkan hanya fitur. Akan tetapi, saat ini Dropbox diperkirakan bernilai sekitar US$ 10 miliar atau Rp 133 triliun.

Dengan kabar ini, sejumlah pihak menyebut Dropbox akan menjadi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dengan nilai IPO terbesar. Sebelumnya, predikat itu sempat disandang oleh Snap, Inc, induk perusahaan Snapchat pada awal tahun lalu.

Dropbox sendiri sejak meluncur sekitar 10 tahun lalu diakui telah berkembang dengan pesat. Kini, layanan penyimpanan awan itu sudah memiliki 500 juta pengguna, ditambah 200 ribu pelaku bisnis yang memanfaatkan layanannya.

Perusahaan yang didirikan Drew Houston ini juga dilaporkan telah melakukan investasi besar-besaran untuk pengembangan layanan komputasi awan miliknya. Dropbox telah menghabiskan ratusan juta dolar untuk membangun pusat data sendiri.

Spotify Siap Lakukan IPO

Selain Dropbox, perusahaan lain yang dilaporkan juga akan menggelar Initial Public Offering (IPO) adalah Spotify. Sejumlah persiapan sudah dilakukan, termasuk menyelesaikan perkara hukum dan merekrut talenta baru.

Laporan terbaru, nilai valuasi layanan streaming musik tersebut sudah menyentuh angka US$ 19 miliar atau setara dengan Rp 257 triliun. Peningkatan ini membuatnya meroket 20 persen, lebih tinggi dari peningkatan valuasi perusahaan teknologi lain di Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut kabar dari seorang sumber yang dapat dipercaya, perusahaan berencana untuk menyelesaikan segala urusan IPO pada kuartal ini. Sebelumnya, Spotify memang sempat dilaporkan terkendala beberapa masalah finansial.

Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah gugatan hukum dari sejumlah musisi dan label musik. Namun terlepas dari hal itu, pengguna terutama pelanggan berbayar Spotify terus mengalami pertumbuhan.

Perusahaan asal Swedia itu baru-baru ini mengumumkan jumlah pengguna berbayarnya naik dari 60 juta pada Juli 2017 menjadi 70 juta pelanggan berbayar pada awal tahun ini.

Hal ini membuat Spotify jauh lebih unggul dibandingkan salah satu rival utamanya, Apple Music, dengan lebih dari 30 juta pelanggan berbayar per September 2017.

LG Akan Pamer Layar OLED 88 Inci Beresolusi 8K Pertama Di Dunia

LG Akan Pamer Layar OLED 88 Inci Beresolusi 8K Pertama Di Dunia : LG dikabarkan akan memperkenalkan teknologi layar OLED terbarunya di gelaran CES (Consumer Electronic Show) 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

LG Akan Pamer Layar OLED 88 Inci Beresolusi 8K Pertama Di Dunia

Layar tersebut akan menjadi layar pertama di dunia karena mengusung ukuran 88 inci dengan resolusi yang tak main-main, yakni 8K (7680 × 4320 piksel).

Menurut informasi yang dilansir Ubergizmo, Rabu (3/1/2018) upaya LG memproduksi layar 8K dianggap selangkah lebih maju ketimbang para vendor pesaingnya.

Pasalnya, 4K (3840 x 2160 piksel) kini telah menjadi resolusi ‘standar’ yang sudah hadir di layar-layar TV selama beberapa tahun terakhir. Jadi, sudah bukan rahasia lagi jika resolusi tajam berikutnya langsung loncat ke 8K.

Menurut keterangan LG, kepadatan resolusi itu membuat layar 16 kali lebih tajam ketimbang layar full HD dan empat kali lebih pekat ketimbang ultra-high-definition (UHD).

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini juga mengklaim layar tersebut mengusung ukuran ramping. Meski 88 inci, bukan berarti layarnya tebal.

Sebab, layar OLED tidak mengeluarkan emisi cahaya seperti LCD. Ini artinya, komponen layar LG juga bisa menggunakan lebih sedikit energi ketimbang layar lain.

Menurut Executive Vice President LG dan Chief Techinology Officer LG In-Byung Kang, hadirnya layar 88 inci dengan resolusi 8K tersebut menandakan tonggak sejarah baru bagi perusahaan. Hal ini juga menandakan bahwa LG merupakan salah satu perusahaan terdepan dalam produksi panel layar OLED.

“OLED adalah generasi terbaru yang mampu memimpin pasar layar dengan teknologi terkini. Kami selalu mengakselerasi riset dan mengembangkan panel OLED ke beberapa produk seperti TV, smartphone, dan lainnya,” ujar Kang.

Kang sendiri tak menyebut berapa harga dari layar itu. Belum diungkap juga kapan LG akan memamerkan layar ini di CES, apakah secara tertutup atau publik? Semua masih terkunci rapat.

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka : Apple dikabarkan bakal membuka toko ritelnya, Apple Store, di Arab Saudi pada 2019. Jika memang berjalan lancar sesuai harapan, toko ini akan menjadi Apple Store pertama yang beroperasi di Arab Saudi.

Pada 2019 Apple Store Arab Saudi Segera Dibuka

Menurut informasi yang disampaikan 9to5Mac, Sabtu (30/12/2017), pemerintah Arab Saudi sendiri telah berdiskusi dengan Apple terkait pembukaan toko ritelnya di negara tersebut.

Menariknya, proses negosiasi berlangsung mulus, mengingat Arab Saudi biasanya cukup ketat untuk memperkenankan perusahaan asing membuka cabang bisnis di negaranya.

Namun, karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman merupakan orang yang tertarik dengan bisnis teknologi, dirinya memperkenankan Apple untuk membuka toko di Arab Saudi satu tahun lagi.

Informasi ini juga dibenarkan oleh media Reuters, yang dalam artikelnya menyebut Apple telah menyepakati lisensi kerjasama dengan pemerintah Arab Saudi terkait investasi bisnis termasuk pembukaan Apple Store pad 2019.

Selain Apple, satu perusahaan besar teknologi lain disebut juga akan masuk ke pasar Arab Saudi. Diduga kuat, perusahaan tersebut merupakan raksasa e-Commerce asal Negeri Paman Sam, Amazon.

Apple Juga Bangun Toko Mewah di Dubai

Tak hanya jor-joran memasarkan produk, Apple juga dikenal royal menghabiskan dana dalam membangun toko fisiknya, Apple Store. Asumsi tersebut terbukti lewat Apple Store teranyar yang baru saja dibangun di Dubai.

Seperti dilansir Mashable, toko yang baru saja dibuka pekan lalu ini berdiri megah di tengah arena pusat perbelanjaan Dubai Mall.

Ini adalah Apple Store ketiga yang dibuka di Uni Emirat Arab. Desain arsitektur dan fasilitasnya bergaya modern dengan konsep ala hotel berbintang. Menariknya lagi, toko memiliki sejumlah teknologi untuk memaksimalkan fasilitas. Yang paling unik adalah baling-baling solar yang berada di atas toko untuk mengatur suhu ruangan, mengingat iklim di Dubai cukup ekstrem.

Fungsi baling-baling tersebut adalah untuk mendinginkan toko saat matahari terik di luar, dan menghangatkan toko saat dingin udara malam menusuk.

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi : Smartphone Huawei akan mulai dijual melalui sejumlah operator seluler di Amerika Serikat (AS) pada tahun depan. Rencana ini diumumkan oleh CEO of the Consumer BG Huawei, Richard Yu.

Pasar Smartphone AS Pada Januari 2018 Bakal Huawei Ekspansi

Dilansir ABC News, Senin (25/12/2017), Yu akan mengumumkan rincian rencana Huawei tersebut dalam acara Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, AS, pada Januari 2018. Langkah pertama akan dimulai dengan penjualan flagship Mate 10, tapi Yu menolak mengungkapkan harga jual dan mitra operator yang dipilih.

Huawei sebenarnya sudah menjual beberapa varian smartphone di berbagai toko elektronik dan online AS, tapi memiliki pangsa pasar yang kecil. Pasalnya, sebagian besar konsumen AS lebih memilih membeli smartphone melalui operator seluler.

Huawei memiliki posisi yang kuat di pasar smartphone global, serta bersaing ketat dengan dua rival terberatnya yaitu Apple dan Samsung. Namun, perusahaan asal Tiongkok itu belum bisa mengalahkan dominasi Apple dan Samsung di Negeri Paman Sam.

“Kami akan menjual ponsel kami di AS melalui berbagai operator pada tahun depan. Saya pikir kami bisa memberikan nilai kepada para operator dan konsumen yaitu produk, inovasi, dan pengalaman pengguna yang lebih baik,” ungkap Yu.

Mate 10 yang diumumkan pada Oktober 2017 memiliki layar lebar, kamera high-end, dan berbagai keunggulan lainnya. Smartphone tersebut dijual dengan harga sekira 15-30 persen lebih murah dibandingkan flagship terbaru Samsung dan Apple.

Yu mengatakan, Mate 10 akan memiliki harga yang kompetitif di AS, tapi Huawei memperkirakan produknya akan bersaing dalam hal performa ketimbang harga.

“Kekuatan kami ada di pasar-pasar berkembang, di mana para konsumen akan membayar untuk performa. Kami bukan perusahaan murah,” tambahnya.

Untuk tahun depan, Huawei berencana melakukan strategi yang sama di Jepang yaitu bekerja sama dengan para operator seluler. “Saya pikir tahun depan akan sangat penting untuk Huawei,” katanya.

Yu optimistis bisnis smartphone tidak akan terpengaruh oleh kekhawatiran Pemerintah AS terkait ancaman keamanan. Kekhawatiran semacam ini menjadi penyebab AS membatalkan pesanan peralatan jaringan pada Huawei.

Bisnis Huawei di AS mengalami kemunduran ketika panel kongres pada Oktober 2013 merekomendasikan operator untuk tidak bekerja sama dengannya atau perusahaan Tiongkok lain yaitu ZTE, terkait alasan keamanan.

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik : Sebuah malware Android baru kembali ditemukan melakukan serangkaian aktivitas berbahaya, termasuk menampilkan iklan tanpa sepengetahuan pengguna, kirim pesan ke sembarang nomor, jadi botnet hingga berlangganan layanan berbayar.

Malware Yang Bisa Merusak Smartphone Secara Fisik

Tak hanya itu, malware ini juga mampu mengambil alih smartphone dan menggunakannya untuk menambang cryptocurrency (mata uang digital).

Yang mengerikan, kemampuan menambang cryptocurrency tersebut berpotensi merusak smartphone secara fisik ketika sudah terinfeksi.

Dilansir Ars Technica, Rabu (20/12/2017), malware bernama Trojan.AndroidOS.Loapi ini tersembunyi di dalam aplikasi yang didistribusikan ke toko aplikasi pihak ketiga, iklan di browser, dan SMS yang berisi spam.

Ditemukan oleh tim peneliti di Kaspersky Lab, malware yang dijuluki “jack of all trades” ini patut diwaspadai karena kemampuannya yang beragam.

Salah satu kemampuan yang paling menonjol, aplikasi Loapi berisikan modul yang bisa menambang Monero, jenis mata uang digital baru yang memang kurang dikenal dari pada Bitcoin atau uang digital lainnya.

Dengan modul ini pembuat malware dapat ‘menghasilkan’ koin baru dengan menyedot listrik dan memaksa kinerja hardware smartphone yang sudah terinfeksi.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh tim peneliti Kaspersky Lab, baterai smartphone yang terinfeksi malware Loapi selama dua hari ini sampai membengkak.

Seperti yang sudah kamu ketahui, beberapa bulan terakhir ini telah terjadi lonjakan terhadap situs dan aplikasi yang berusaha menguras tenaga CPU dan listrik untuk menjalankan kode penambang mata uang digital tersebut.

Di beberapa kasus yang sudah terjadi saat ini, pengguna baru mengetahui telah ‘dimanfaatkan’ oleh aplikasi atau laman web untuk menambang saat perangkat yang digunakan mulai lemot dan menyedot daya yang lebih besar dari biasanya.

Adapun Loapi akan mengirimkan rentetan permintaan kepada pengguna untuk mendapatkan akses administrator. Setelah itu, Loapi bakal mempersulit korban untuk meng-install aplikasi keamanan untuk membersihkan ponsel dari malware.

Malware juga dapat berlangganan telepon ke layanan premium dan sembunyi-sembunyi mengirimkan kode ke pesan SMS untuk mengkonfirmasi permintaan.

Ia juga memungkinkan hacker untuk menggunakan smartphone yang terinfeksi sebagai ‘kaki tangan’ dalam melancarkan serangan DDoS. Dan ini menampilkan aliran iklan yang konstan.

Hingga sat ini, belum ada indikasi aplikasi Loapi pernah muncul di Google Play.

“Kami belum pernah melihat malware seperti ini sebelumnya,” tulis tim peneliti Kaspersky Lab.

Mereka menambahkan, “Satu-satunya yang kurang dari kemampuan malware ini adalah kemampuan untuk memata-matai pengguna, namun dengan arsitektur modular Trojan saat ini hanya tinggal menunggu waktu saja,” sambungnya.

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru : Nintendo dikabarkan sedang ‘berburu’ mitra baru untuk mempercepat pengembangan dan peluncuran gim-gim mobile-nya di masa mendatang.

Nintendo Sedang Mencari Rekanan Pengembang Gim Terbaru

Dikutip dari laman Slash Gear, Jumat (15/12/2017), raksasa gim asal Negeri Sakura itu sedang mencari mitra pengembang baru yang akan memproduksi gim di smartphone lebih cepat ketimbang pengembang yang sekarang.

Sekadar informasi, Nintendo memang bekerja sama dengan DeNA dalam mengembangkan gim mobile pada 2017, dengan lima judul gim yang siap meluncur pada Maret 2017.

Nyatanya, Maret 2017 dilalui dengan tidak tercapainya target peluncuran gim tersebut. Terbukti, Nintendo hanya meluncurkan empat judul gim untuk smartphone tahun ini.

Diketahui, gim mobile keempat yang dirilis Nintendo tiga bulan lalu adalah Animal Crossing: Pocket Camp.

Dilansir Wall Street Journal, perusahaan saat ini sedang melakukan pendekatan dengan salah satu pengembang gim besar di Tokyo, GungHo Online Entertainment.

Adapun GungHo Online Entertainment merupakan pengembang gim di balik kesuksesan gim mobille berjudul Puzzle & Dragons. Sayang, hingga kini Nintendo belum memberikan pernyataan resmi terkait kemitraan baru itu.

Nintendo sendiri baru mengumumkan gim terbarunya berjudul Animal Crossing: Pocket Camp. Gim mobile ini sudah meluncur di iOS.

Seperti gim seri Animal Crossing lainnya, kamu akan diminta untuk pindah ke berbagai lokasi, berinteraksi dengan NPC (non playabel character), dan membangun tempat tinggal karakter di dalam gim.

Tak jauh berbeda memang dengan gim Animal Crossing versi konsolnya, di sini kamu ‘mengatur’ ruang lingkup lebih kecil ketimbang mengelola kota seperti di gim konsolnya.

Di Pocket Camp, gamer diharuskan untuk membuat berbagai macam perabotan dari bahan-bahan yang ditemukan di berbagai area di dalam gim. Kamu juga bisa bertemu dengan pemain gim lainnya dan saling bertukar barang-barang.

Meski free-to-play, Animal Crossing: Pocket Camp tetap menghadirkan fitur microtransaction.

Seperti dua gim mobile buatan Nintendo lainnya–Fire Emblem Heroes dan Super Mario Run, Animal Crossing: Pocket Camp berpotensi menjadi gim terpopuler buatan perusahaan berikutnya.

Sekadar informasi, Animal Crossing versi mobile ini sudah diumumkan satu setengah tahun lalu dan menjadi satu dari empat gim milik perusahaan yang akan dirilis di platform smartphone pada Maret 2017.

Sayang, perusahaan yang berbasis di Kyoto, Jepang ini memutuskan untuk meluncurkan Fire Emblem Heroes dan Super Mario Run terlebih dahulu.

Dengan peluncuran gim Animal Crossing ini, berarti Nintendo tak lagi memiliki judul gim mobile yang akan diluncurkan hingga akhir tahun 2017.

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini : Data milik 31 juta pengguna sebuah aplikasi keyboard Android bernama ai.type Keyboard bocor.

Bocorkan Data 31 Juta Pengguna Oleh Keyboard Android Ini

Berdasarkan laporan The Inquired yang Tekno Liputan6.com kutip Selasa (12/12/2017), diungkapkan oleh peneliti keamanan di Kromtech Security Center, aplikasi keyboard tersebut membocorkan data pribadi milik 31 juta pengguna dengan menempatkannya ke server database tak aman milik sang co-founder, Eitan Fitusi.

Berdasarkan keterangan para peneliti, data yang bocor ini hanya berdampak pada pengguna aplikasi di Android, tidak pada pengguna perangkat iOS.

Para peneliti mengatakan, setelah mereka mencoba menghubungi Fitusi, pembesut aplikasi keyboard tersebut langsung menerapkan password pada database yang berisi sekitar 577 data milik pengguna. Padahal sebelumnya database tersebut dibiarkan tanpa pengamanan sehingga siapa pun bisa mengaksesnya.

Berbagai data milik pengguna seperti nama lengkap, alamat email, serta lokasi pun dapat diakses atau bahkan dicuri dari server tersebut.

Selain itu, hampir seluruh data yang dikumpulkan juga menyertakan keterangan perangkat yang digunakan beserta nomor IMEI-nya. Sekadar diketahui, nomor IMEI adalah nomor unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggannya.

Oleh karena itu, bisa dikatakan aplikasi keyboard itu juga mengumpulkan data model perangkat, resolusi layar, hingga versi Android yang digunakan.

Tidak hanya data perangkat, aplikasi keyboard ini juga mampu mengetahui operator yang dipakai, atau saat pengguna memakai WiFi, alamat IP hingga seluruh informasi akun Google termasuk foto profil yang dipakai.

Disebutkan peneliti keamanan Bob Diachenko, aplikasi tersebut tampaknya memiliki cukup banyak data meski bentuknya sangat sederhana.

“Ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana sebuah aplikasi emoji dan keyboard mengumpulkan beragam data dari perangkat pengguna? Berdasarkan database yang bocor, aplikasi ini mengumpulkan segala hal, mulai dari data kontak hingga data lainnya. Hal ini sangat mengejutkan,” tutur Diachenko.

Dikutip dari Android Authority, dalam listing Google Play-nya, ai.type menegaskan bahwa privasi pengguna menjadi fokus utama perusahaan.

Perusahaan tersebut juga mengklaim teks yang diketik lewat keyboard ai.type telah dienkripsi. Tampaknya hal itu hanya iming-iming perusahaan agar pengguna mau mengunduhnya.

Berkaca dari minimnya privasi di aplikasi keyboard ini, tampaknya keamanan pengguna bukanlah fokus utama, sebab perusahaan membiarkan 10,7 juta alamat email serta 375,6 juta nomor telepon tanpa perlindungan.

Lantaran teks tidak dienkripsi, para peneliti juga menemukan setidaknya ada 8,6 juta teks kata yang diketikkan dalam keyboard ai.type termasuk di dalamnya nomor telepon, pencarian internet, alamat email, hingga password.

Data-data yang harusnya bersifat rahasia ini juga mungkin saja sudah diunduh oleh seseorang karena database-nya tidak diamankan dengan password.

Untuk itu, para peneliti menyarankan agar pengguna yang sudah mengunduh keyboard ai.type untuk segera menghapusnya serta mengganti seluruh password akun mereka.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang : Huawei terus berusaha memberikan kualitas yang terbaik untuk jajaran smartphone, khususnya seri flagship. Kali ini menurut sebuah laporan, Huawei sedang berusaha meningkatkan kualitas untuk kamera smartphone flagship tahun depan yaitu P11.

Huawei P11 Akan Dibekali Dengan 3 Kamera Belakang

Dilansir GSM Arena, Jumat (8/12/2017), Huawei berencana ‘menempelkan’ tiga lensa kamera belakang untuk P11 dengan sensor 40MP. Kehadiran tiga kamera belakang ini merupakan upaya Huawei untuk berada di level lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada tahun ini.

Berkat kehadiran ketiga kamera itu, Huawei P11 nantinya akan mampu melakukan 5x “hybrid zooming”. Untuk kamera depan, Huawei membekalinya dengan resolusi 24MP dengan fitur “low light enhancement”.

Optik Leica pada kamera utama P11 diyakini mampu membuat smartphone tersebut menangkap cahaya 100 persen lebih banyak. Selain itu, Pro Night Mode bisa membuat pengambilan gambar pada malam hari menjadi lebih mudah tanpa tripod.

Hal penting lainnya, Huawei akan menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) agar aplikasi kamera bisa mengenali objek lebih cepat dan melakukan auto framing.

Semua informasi ini berasal dari seorang artis digital dari sebuah agensi kratif. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari Huawei terkait informasi ini.

Huawei merupakan salah satu pionir dual kamera utama, sehingga dinilai tidak akan terlalu mengejutkan jika perusahaan akhirnya merilis smartphone dengan tiga kamera pada tahun depan. Selain itu, saat ini sudah banyak vendor smartphone yang merilis dual kamera untuk produknya termasuk Apple.

Masing-masing vendor memiliki klaim keunggulan sendiri untuk bersaing. Huawei sendiri pertama kali menggunakan dual kamera belakang pada P9 dan smartphone ini berhasil menyedot banyak perhatian. Salah satunya karena perusahaan bekerjasama dengan vendor kamera ternama asal Jerman, Leica.

Selain spesifikasi P9 yang dinilai mumpuni, sentuhan Leica pada kamera smartphone Huawei diyakini menjadi salah satu daya tarik utama. Kerjasama Huawei dan Leica pun terus berlanjut sampai saat ini. Sentuhan Leica juga ada pada smartphone flagship terbaru Huawei, Mate 10, yang diumumkan pada Oktober 2017.