1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas

1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas : Perangkat Android menguasai pasar dibandingkan perangkat dengan sistem operasi (OS) lainnya. Google mencatat, ada 2 juta perangkat Android yang beredar di dunia.

1 Miliar Lebih Pengguna Android Masih Menggunakan OS Lawas

Sayangnya dari angka tersebut, perangkat dengan OS Android lawas lebih banyak dibandingkan dengan yang memakai OS terbaru.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Business Insider, Kamis (16/11/2017), sekitar 42 persen perangkat Android tidak pernah diperbarui sejak 2014.

Hardware Engineer Dan Luu mencatat, setidaknya 1 miliar perangkat Android tidak pernah diperbarui OS-nya selama dua tahun terakhir.

Sekadar diketahui saat ini ada delapan tipe OS Android yang digunakan dan menurut data Android Developers 2017, selama beberapa minggu, dari jumlah Android yang membuka Google Play tercatat ada 0,3 persen perangkat yang menggunakan OS Oreo. Sementara, 21 persen memakai OS Nougat dan 31 persen menjalankan OS Marshmallow.

Sisanya, 27 persen menggunakan Lollipop, 6 persen Jelly Bean, 14 persen KitKat, dan 0,5 persen memakai Ice Cream Sandwich.

Ini yang Terjadi Kalau OS Tidak Diperbarui

Tidak diperbaruinya perangkat ke OS terbaru ini menimbulkan tantangan, salah satunya lambatnya akses pengguna ke teknologi baru. Hal ini cukup masuk akal lantaran OS lama tidak memiliki kekuatan pemrosesan untuk mendukung teknologi baru.

Tantangan lain adalah masalah keamanan. Bagaimanapun, banyaknya jenis OS yang beredar membuat Google kesulitan mengatasi dan memperbaiki keamanan dengan baik. Risiko buruk bisa dialami oleh pengguna seperti serangan malware dan lain-lain.

Masalah lainnya, adopsi OS terbaru yang lambat. Misalnya saja Lollipop (2014) dan Marshmallow (2015) kini digunakan pada 24 persen perangkat. Sementara, OS yang lebih baru yakni Nougat baru dipasang pada 21 persen perangkat.

Guna mempercepat adopsi Google pun memperkenalkan Project Treble seiring hadirnya OS Android Oreo. Dengan begitu, diharapkan vendor smartphone Android bisa lebih cepat merilis pembaruan OS terbaru.

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno : Adapun, Kemkominfo telah mengirimkan tiga kali surat pemberitahuan kepada Facebook sebagai pemilik WhatsApp sejak tanggal 5-6 November 2017. Surat peringatan dikirimkan pada Minggu malam, Senin dini hari, dan Senin pagi.

WhatsApp Diharap Tangani Konten Porno

“Sekarang batas waktu 2 x 24 jam sudah dipenuhi dan sudah tak berlaku lagi. Ke depannya, kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan meminta penyedia platform untuk membersihkan konten mereka yang tak sesuai dengan Undang-Undang kita,” tambah Semmy.

Kominfo akan Blokir WhatsApp jika tidak Tangani Konten Porno

Kemenkominfo memberi pemaparan terkait polemik GIF Whatsapp di Jakarta, Senin (6/11). Kemenkominfo juga sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke operator Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir enam DNS Tenor. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Tenor Jawab Surat Kemkominfo

Sebelumnya, Tenor telah menjawab surat permintaan dari Kemenkominfo. Diungkapkan oleh Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza, Tenor mengaku telah menyiapkan teknis pencarian sesuai keinginan pemerintah Indonesia.

“Tenor sudah menjawab notifikasi kami. Mereka juga sudah menyiapkan teknis searching konten, jadi yang diinginkan Kemkominfo bisa dijalankan, dan konten-konten yang dilarang pemerintah Indonesia tidak bisa lagi diakses di sini,” kata Noor Iza saat ditemui wartawan di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Ia menambahkan, tim internal Kemenkominfo terus melakukan pengujian teknis dan forensik atas perbaikan yang dilakukan oleh Tenor. Dengan demikian, pencarian konten GIF tidak lagi menampilkan konten-konten negatif termasuk pornografi.

Noor menambahkan, tim internal Kemenkominfo terus melakukan pengujian teknis dan forensik atas perbaikan yang dilakukan oleh Tenor. Dengan demikian, pencarian konten GIF tidak lagi menampilkan konten-konten negatif termasuk pornografi.

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo : Oppo dikabarkan mengikuti jejak ZTE, Samsung, dan Huawei untuk meluncurkan smartphone lipat pertamanya.

Smartphone Layar Lipat Resmi Dipatenkan Oleh Oppo

Kabar ini muncul setelah perusahaan asal Tiongkok tersebut kedapatan mendaftarkan paten desain smartphone lipat mereka di Tiongkok.

Berbeda dengan smartphone lipat ZTE, paten smartphone lipat yang Oppo daftarkan memiliki layar yang bisa ditekuk. Demikian yang dikutip dari Gizmochina, Sabtu (4/11/2017).

Seperti yang bisa kamu lihat, hanya sekitar 35 atau 25 persen bagian atas layar yang bisa dilipat ke arah depan ataupun ke belakang. Tampak di bagian atas layar terdapat sebuah modul kamera, yang bertindak sebagai kamera depan dan berubah fungsi sebagai kamera belakang ketika layar dilipat.

Sekadar informasi, ini bukan kali pertama Oppo menghadirkan fitur kamera serupa di smartphone-nya. Pada 2013, perusahaan sempat meluncurkan Oppo N1 dengan kemampuan modul kamera yang dapat diputar hingga 206 derajat.

Masih belum ada kabar jelas apakah paten tersebut akan Oppo wujudkan ke dalam bentuk smartphone yang siap dipasarkan secara global, atau hanya sebatas mendaftarkan paten konsep semata.

Yang jelas, beberapa vendor smartphone mulai melirik konsep smartphone lipat ini. Sebelumnya, ZTE sudah meluncurkan smartphone lipat pertamanya yang bernama Axon M.

Ponsel lipat besutan ZTE

Hadir dengan dua layar yang disambungkan oleh engsel, kedua layar yang berukuran 5,2 inci dapat berfungsi secara terpisah atau saling melengkapi.

Keberadaan engsel memudahkan pengguna untuk membuka atau melipat layar. Saat keduanya dibuka, layar Axon M secara keseluruhan hampir seukuran sebuah tablet.

Dalam hal dapur pacu, Axon M didukung oleh Snapdragon 821 dan RAM 4GB.

ZTE menuturkan kemampuan ini ditunjang fitur split-screen yang ada di Android. Perusahaan juga memastikan sebagian besar aplikasi populer Android dapat bekerja dalam modus baru yang ditawarkan.

Keberadaan dua layar sekaligus tak akan memengaruhi konsumsi baterai perangkat. ZTE mengatakan baterai berkapasitas 3.180mAh yang dibenamkan didesain untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Mengingat perangkat ini hadir dengan desain baru, ada konsekuensi dari penggunaan dua layar tersebut. Perangkat ini terbilang cukup tebal dan lebih berat dari perangkat kebanyakan.

Sayangnya, ZTE belum mengungkap harga dari perangkat ini dan ketersediannya secara global. Menurut kabar, ZTE baru menyiapkan perangkat ini di pasar Amerika Serikat dan Jepang menjelang akhir 2017.

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple : iPhone X belum dirilis ke pasar, tapi sejumlah prediksi mengenai suksesornya sudah bermunculan. Salah satu prediksi tersebut berasal dari analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo.

Camera iPhone 2018 Tidak Akan Dikurangi Kualitasnya Oleh Pihak Apple

Dilansir Phone Arena, Selasa (31/10/2017), Kuo dalam sebuah catatan kepada para kliennya mengungkapkan lini iPhone 2018 akan memiliki fitur TrueDepth Camera dan Face ID.

Sebelumnya juga sempat beredar laporan yang menyebutkan smartphone tersebut akan menggunakan panel OLED seperti iPhone X. Panel OLED, TrueDepth Camera dan Face ID pertama kali dimiliki oleh iPhone X.

Apple disebut menginginkan beberapa teknologi iPhone X dapat hadir pada iPhone yang lebih murah tahun depan. iPhone X dijual dengan harga mulai dari US$ 999 dan menjadi smartphone termahal Apple dalam 10 tahun terakhir.

Pada tahun depan memang akan ada iPhone terbaru yang lebih murah daripada iPhone X, tapi kata Kuo, Apple tidak akan mengurangi kualitasnya. Secara khusus ia menekankan, Apple tidak akan mengurangi akurasi TrueDepth Camera dengan menggunakan komponen yang lebih murah.

Ia yakin Apple akan tetap menggunakan teknologi dan akurasi sama. Selain itu, Kuo mengatakan Apple kini telah memiliki komponen yang cukup dari para pemasok untuk iPhone X untuk smartphone terbarunya nanti.

Lebih lanjut, menurut Kuo, Apple akan memiliki rantai pemasok yang beragam sebelum iPhone 2018 dirakit. Hal ini untuk mencegah keterbatasan stok yang kemungkinan akan berdampak negatif untuk peluncuran smartphone tersebut. Misalnya, perusahaan-perusahaan yang memasok kaca saat ini termasuk Largan, Genius, Hoya, dan Asia Optical.

Prediksi Kuo mengenai kualitas iPhone ini sejalan dengan prinsip Apple yang dikenal sebagai perusahaan berstandar tinggi untuk sebuah produk. Apple pernah membantah dengan tegas rumor mengenai pengurangan standar produk.

Apple beberapa waktu lalu juga membantah laporan Bloomberg yang menyebutnya terpaksa puas dengan komponen-komponen yang membuat Face ID kurang akurat.

Bloomberg dalam laporannya mengklaim, karena masalah produksi TrueDepth Camera yang digunakan fitur pengenalan wajah tersebut, Apple harus menurunkan standarnya untuk memastikan bisa memproduksi unit yang cukup untuk memenuhi permintaan pasar.

Wacom Meluncurkan 3 Pen Tablet Terbaru

Wacom Meluncurkan 3 Pen Tablet Terbaru : Tak dapat dimungkiri, perkembangan teknologi saat ini sejalan dengan semakin bertumbuhnya industri kreatif di dunia, termasuk di Indonesia.

Wacom Meluncurkan 3 Pen Tablet Terbaru

Menjawab tantangan tersebut, Wacom meluncurkan tiga pen tablet teranyarnya, yakni Wacom Intuos Pro Tablet, Wacom Cintiq Pro, dan Wacom Mobile Studio Pro.

Diklaim sebagai produk andalan perusahaan yang menyasar industri kreatif, Wacom Intuos Pro dan Wacom Cintiq Pro menawarkan teknologi pena digital yang memiliki 4x akurasi dan pressure sensitivity yang lebih tinggi ketimbang seri-seri pen tablet Wacom sebelumnya.

Wacom Intuos Pro menawarkan kemampuan kepada pengguna untuk dapat membuat sketsa dengan mudah dimana saja dan kapan saja dibantu dengan fitur Intuos Pro Paper Edition dan Wacom Fine Tip pen yang sudah termasuk di dalamnya.

Tak hanya itu, perangkat ini juga menghadirkan fitur yang dapat digunakan untuk memindahkan salinan digital ke dalam perangkat PC berbekal software creative 2D dan 3D apapun.

Untuk Wacom Cintiq Pro, seri yang satu ini memiliki layar beresolusi 4K. Karena bentuknya lebih ramping dari dua seri lainnya, pengguna dapat dengan mudah dibawa ke mana-mana. Selain itu, seri ini juga hadir dengan fitur gesture multi-touch dan tombol ExpressKeys yang bisa diatur.

Seri terakhir adalah Wacom Mobile Studio Pro. Hadir sebagai seri premiun, perangkat ini sudah dibekali dengan kamera yang mampu memindai obyek 3D. Tak hanya itu, profesional kreatif pun semakin dimudahkan dengan sistem komputasi dan kemampuan grafis dalam menjalankan software 2D, 3D, dan CAD di mana pun.

“Misi kami adalah memberikan inspirasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dunia untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih kreatif,” tulis KS Ong, Senior Director of Sales & Marketing Wacom Asia Pasific, dalam keterangan pers yang Tekno Liputan6.com terima, Minggu (29/10/2017).

Adapun Wacom membanderol Intuos Pro dengan harga harga Rp 5,8 juta hingga Rp 9 juta. Wacom Cintiq Pro berukuran layar 13 inci seharga Rp 17,4 juta dan 16 inci seharga Rp 25,7 juta.

Perusahaan berbasis di Saitama, Jepang inipun menjual Wacom Mobile Studio Pro seharga Rp 31 juta hingga Rp 50 juta.

Layar Pixel 2 XL Mudah Panas

Layar Pixel 2 XL Mudah Panas : Smartphone terbaru Google, Pixel 2 XL, dilaporkan oleh sejumlah pengguna memiliki masalah serius.

Layar Pixel 2 XL Mudah Panas

Berdasarkan keterangan pengguna, layar smartphone tersebut mudah panas. Bahkan, beberapa di antaranya melaporkan layar smartphone sampai terbakar.

Menurut informasi yang dimuat di laman Ubergizmo pada Selasa (24/10/2017), arus panas yang dirasakan pengguna berawal dari bagian tombol navigasi, tepatnya di bawah layar. Insiden ini pun menyebabkan Pixel 2 XL mati seketika dan tak lagi bisa digunakan.

“Well, halo. Pixel 2 XL saya terbakar (layarnya). Mungkin enggak seburuk yang lain (kejadian yang sama, layarnya panas dan terbakar). Tapi ini sudah 10 hari tidak digunakan sejak layarnya terbakar,” ujar salah satu pengguna bernama Stephen Hall.

Google sendiri selaku pembesut Pixel 2 XL langsung menanggapi insiden tersebut. Kepada The Verge, raksasa teknologi asal Negeri Paman Sam itu mengklaim tengah menginvestigasinya.

“Layar Pixel 2 XL dirancang dengan teknologi OLED dan resolusi QHD+, gamut warna lebar, dan rasio kontras tinggi untuk rendering dan hasil warna yang alami dan cantik,” tulis Google dalam keterangan resminya.

Kami selalu menguji semua perangkat lewat uji kualitas tingkat tinggi sebelum akhirnya dirilis dan dilepas ke pasaran. Karena itu, kami akan segera menginvestigasi keluhan ini,” ujar Google.

Pixel 2 XL adalah smartphone dengan layar tipis alias bezeless. Pada dapur pacu, smartphone ini ditopang Qualcomm Snapdragon 835, RAM 4GB, dan memori internal 64 atau 128GB.

Di sektor sumber daya, Pixel 2 dibekali baterai berkapasitas 2700 mAh, sementara Pixel 2 XL 3250 mAh.

Selain beberapa aspek tersebut di atas, Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL memiliki spesifikasi yang sama antara lain kamera utama 12,2MP dengan laser dan dual pixel phase detection autofocus, OIS, EIS, bukaan f/1.8, serta kamera depan 8MP dengan bukaan lensa f/2.4.

Injustice 2 Bisa Dinikmati Di Nintendo Switch

Injustice 2 Bisa Dinikmati Di Nintendo Switch : Injustice 2 adalah salah satu gim paling fenomenal pada 2017. Ya, gim ini menawarkan sensasi pertarungan antar karakter superhero dan antihero di jagat DC Comics.

Injustice 2 Bisa Dinikmati Di Nintendo Switch

Adalah NetherRealm Studios–studio gim Mortal Kombat X–yang dipercaya menjadi pengembang sekuel Injustice ini. Ed Boon, kreator Mortal Kombat pun didapuk sebagai sutradara gim tersebut.

Popularitas Injustice 2 di ranah gaming ternyata begitu mencuat. Sampai-sampai, Ed Boon sendiri ingin mengekspansi Injustice 2 ke konsol selain PS4, Xbox One, dan PC. Satu konsol yang terbesit di benak Boon tak lain adalah konsol terbaru Nintendo, yakni Switch.

Dalam wawancaranya bersama Gamespot belum lama ini, Boon menyebut memiliki ide untuk membawa Injustice 2 dan gim-gim besutan NetherRealm lainnya ke Switch.

Namun konsekuensinya, tampilan grafis Injustice 2 dan gim-gim lainnya tak akan menyamai kualitas di PS4, Xbox One, dan PC.

“Kita semua bisa garap gim apa pun. Itu bebas. Saya bisa saja besut Injustice untuk (konsol) Atari 2600. Memang grafisnya bakal nggak sama dengan PS4, tapi kan setidaknya Injustice ada di Atari 2600,” kata Boon.

“Jadi dari perspektif gamer, sepertinya memainkan Injustice 2 di Switch adalah ide yang oke. Saya pun berpikir demikian. Bayangkan, gamer Switch nanti bakal punya turnamen, gameplay-nya paralel dengan yang ada di PS4, mungkin banyak hal-hal baru,” lanjutnya menerangkan.

Sayangnya Boon tidak memastikan apa yang diucapkan kelak direalisasikan NetherRealm dalam waktu dekat. Namun jika benar terjadi, Boon dan tim pengembang membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk mem-porting Injustice 2 ke Nintendo Switch.

Nintendo Switch sendiri adalah konsol ‘amfibi’ yang bisa berfungsi sebagai konsol rumahan ala PS4 dan Xbox One, tapi juga bisa dibawa ke mana-mana (portable) seperti 3DS.

Konsol ini diluncurkan secara global pada 3 Maret 2017. Nintendo menyediakan dua pilihan konsol yakni dengan kontroler Joy-Con berwarna abu-abu, dan satu lagi dengan Joy-Con berwarna neon red dan neon blue.

Di Indonesia, Nintendo Switch dijual di toko-toko online ataupun offline. Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, harga Nintendo Switch masih bertahan di kisaran Rp 6,4 juta hingga Rp 6,7 jutaan.

Nokia Kembali Bangkit Di Industri Smartphone

Nokia Kembali Bangkit Di Industri Smartphone : Nokia kembali ke pasar ponsel melalui kesepakatan lisensi dengan HMD Global. Penjualan ponsel Nokia pun sejauh ini cukup memuaskan.

Nokia Kembali Bangkit Di Industri Smartphone

Dilansir Phone Arena, Senin (16/10/2017), HMD Global pertama kali mengumumkan ponsel Nokia di Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol, pada Februari 2017. Sejak saat itu, menurut CMO HMD Global, Pekka Rentala, jutaan smartphone dan puluhan juta feature phone Nokia telah berhasil terjual.

Konfirmasi penjualan tersebut disampaikan Rentala pada 2 September dan jumlahnya mencakup keempat smartphone Nokia. Pernyataan HMD Global itu kini diperkuat dengan laporan perusahaan riset IDC.

IDC mengonfirmasi bahwa ponsel Nokia menghasilkan penjualan yang bagus. “Ini adalah awal yang bagus,” kata Direktur Riset IDC, Francisco Jeronimo.

IDC memperkirakan merek Nokia sudah bertengger di posisi nomor lima di Finlandia dan memiliki 0,4 persen pangsa pasar global. Penjualan smartphone Nokia dilaporkan berhasil mencapai angka 1,5 juta unit pada semester pertama tahun ini.

HMD Global sendiri optimistis akan kembali membuat merek Nokia berjaya di pasar smartphone. Setidaknya di Indonesia, perusahaan asal Finlandia itu membidik posisi tiga besar di pasar smartphone.

Penerimaan yang baik terhadap smartphone Nokia di sejumlah pasar Asia termasuk Tiongkok, Vietnam, dan India, diyakini juga akan terjadi di Tanah Air.

“Target kami bisa berada di posisi tiga besar di Indonesia kurang dari tiga tahun ke depan. Dengan performa yang kami punya di pasar lain, kami yakin tidak ada tantangan yang tidak bisa kami atasi,” ungkap Organized Trade Lead Nokia HMD, Affanick Hamim, beberapa waktu lalu.

Sosok Pria Di Balik Strategi Iklan Spotify

Sosok Pria Di Balik Strategi Iklan Spotify : Sea Yen Ong memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis layanan streaming musik Spotify di kawasan Asia dalam setahun terakhir. Ia menjabat sebagai Regional Vice President of Sales Spotify untuk kawasan Asia sejak April 2016.

Sosok Pria Di Balik Strategi Iklan Spotify

Ong yang sebelumnya merupakan Head of Business Consulting di perusahaan solusi pemasaran digital CtrlShift, memiliki pengalaman 16 tahun di dunia penjualan digital dan periklanan di berbagai bidang mencakup mobile, pencarian, sosial, dan programmatic advertising.

Sebelum bekerja di CtrlShift selama setahun, Ong memiliki sejumlah peran penting di berbagai perusahaan yaitu Better Digital Solutions, Yellow Brick Road, Rapp Collins Worldwide, dan OgilvyOne di Malaysia.

Sepak terjang Ong di Spotify dimulai dari jabatan Regional Vice President of Sales Spotify untuk kawasan Asia. Ong dari kantor Spotify di Singapura, bertanggung jawab terhadap strategi dan pendapatan iklan. Ia juga memimpin berbagai kerja sama dan inisiatif-inisiatif lain di seluruh pasar Spotify di Asia.

Sebagai orang yang telah lama berkecimpung di dunia digital, pria lulusan Ilmu Komputer dari Campbell Univesity ini sadar bahwa ada peluang besar dalam bisnis iklan digital. Ia menilai dengan meningkatnya mobile, video online dan media sosial, ruang iklan digital turut tumbuh dengan besar.

Namun menurutnya, hal itu tidak mengejutkan mengingat betapa terintegrasinya orang-orang di dalam dunia digital.

Dalam sebuah wawancara dengan The Drum, Ong menjelaskan perpaduan audio dan mobile sebagai keunggulan utama Spotify untuk sukses dalam iklan digital. Menurutnya, ketika audio dikombinasikan dengan mobile maka akan membuat programmatic advertising semakin kuat, serta mempermudah pengiklan untuk menargetkan para pengguna yang mendengarkan musik saat di perjalanan.

“Dengan orang-orang mendengarkan Spotify di berbagai perangkat elektonik konsumen seperti Sonos, Google Home, Amazon Alexa, ada potensi untuk menjangkau para pendengar secara programmatic,” ujar Ong.

Sepak terjang dan pandangan Ong mengenai dunia digital khususnya periklanan sangat menarik. Untuk mengetahui lebih lanjut, ia akan menjabarkannya dalam konferensi perikalanan terbesar di Asia yaitu AdAsia 2017.

Acara yang digelar dua tahun sekali oleh Asian Federation of Advertising Associations (AFAA) ini akan dihalat di Bali Nusa Dua Convention Center pada 8-10 November 2017.

Konferensi dengan tema Globalizasian-Advancing New Possibilities ini akan menjadi acara yang tepat untuk mempelajari tren terbaru di industri periklanan dan menyoroti berbagai studi kasus pemasaran serta periklanan di wilayah Asia Pasifik. Delegasi dari lebih 15 negara akan hadir dalam acara ini.

AdAsia 2017 akan menghadirkan lebih dari 30 pembicara kelas dunia, termasuk Ong. Untuk mengetahui informasi mengenai acara yang juga disponsori oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ini, bisa didapatkan dengan mem-follow BBM Channel Ad Asia 2017 pada aplikasi BBM.

Keunggulan Smart Office Yang Bakal Mendunia

Keunggulan Smart Office Yang Bakal Mendunia : Meski belum diadopsi industri perkantoran, konsep smart office diprediksi bakal menjadi tren.

Keunggulan Smart Office Yang Bakal Mendunia

Hal ini terbukti dari laporan Dell and Intel Future Workforce Study 2016, yang mengungkap hampir separuh pekerja (45 persen) di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) berharap dalam lima tahun ke depan, mereka dapat bekerja di sebuah smart office yang menawarkan Internet of Things (IoT) dan berbagai teknologi lainnya.

Gelombang teknologi baru yang bakal menunjang konsep smart office salah satunya adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Bagaimana pun, konsep canggih ini masih membuat para pekerja khawatir. Akan tetapi, sebagian besar justru sangat mengharapkan teknologi mengambil peran yang lebih besar di tempat kerja.

Dell juga melaporkan, sekitar 42 persen generasi milenial di wilayah APJ menyatakan, mereka tidak ragu mundur dari pekerjaannya jika fasilitas teknologi yang disediakan perusahaan tak memenuhi standar.

Meski terkesan ironis mengingat dampak kecerdasan buatan kepada para pekerja, perusahaan punya dua pilihan, yakni menyediakan lingkungan smart office atau mengambil risiko kehilangan karyawan terbaiknya.

Commercial CSG Director Dell Indonesia Primawan Badri mengungkap, ada empat keunggulan smart office yang mau tak mau harus diperhatikan industri perkantoran. Apa saja? Merangkum keterangan resmi Dell pada Selasa (10/10/2017), berikut daftarnya.

Smart Office Mencerdaskan Pekerja

23 persen kalangan pekerja khawatir mereka akan digantikan kecerdasan buatan. Namun, satu dari lima responden (21 persen) di APJ menyatakan, mereka berharap dapat menggunakan teknologi berbasis AR/VR (Augmented Reality/Virtual Reality) untuk memperkaya keterampilannya.

Jumlah responden yang sama (21 persen) menyatakan, visualisasi 3D melalui AR/VR bisa membantu mereka mendapatkan ide-ide baru atau menyelesaikan masalah yang ada.

Ambil contoh, Upskill (APX Labs) yang mengembangkan teknologi wearable software yang dapat digunakan para pekerja untuk mendapatkan instruksi awal, validasi instan dari tindakan yang mereka lakukan, dan kemampuan interaksi data penghemat waktu lainnya saat mereka bekerja.

Mayoritas responden di APJ pun sepakat kecerdasan buatan dapat mempermudah pekerjaan mereka, sedangkan solusi-solusi pemeliharaan prediktif berbasis IoT dapat mengatasi tantangan operasional, seperti masalah downtime yang mendadak terjadi, efektivitas seluruh peralatan yang digunakan, dan pengembalian aset (return of assets).

Sudah menjadi tugas departemen/bagian TI untuk mengeksplorasi teknologi yang dapat membantu para pekerja lebih fokus pada pekerjaan yang memberi nilai tambah bagi perusahaan, daripada berkutat dengan pekerjaan administratif di setiap departemen.

Misalnya, sektor manufaktur yang proses produksinya semakin kompleks. Kondisi ini membutuhkan karyawan dengan ‘skill set’ khusus di setiap departemen/bagian.

Bagian TI harus dapat menghadirkan sistem ‘kolaborasi’ yang efektif dan efisien agar masing-masing departemen tidak tumpang-tindih dalam mengerjakan proses produksi dari hulu ke hilir.

Smart Office Jadi Ekosistem yang Sangat Terintegrasi

Lebih dari sepertiga pekerja sangat antusias dengan kesempatan memanfaatkan teknologi Internet of Things atau IoT.

Mereka bisa terhubung dengan berbagai perangkat secara nirkabel dan menganalisis data secara real time. Ambil contoh salah satu perusahaan inovatif, Comfy, menggunakan IoT untuk menghubungkan karyawan secara langsung ke sistem sirkulasi udara yang ada di gedung.

Para pekerja dapat ‘memilih’ pengaturan suhu di area kerja mereka di gedung tersebut. Gagasan penggunaan IoT untuk menyesuaikan ruang kerja sesuai keinginan masing-masing individu adalah prospek yang menarik bagi banyak orang dan juga dapat membantu mengurangi konsumsi energi bagi perusahaan.

IoT kini juga semakin populer di Indonesia seiring semakin banyaknya inisiatif smart city di berbagai kota di Indonesia.

Smart Office Dukung Kerja Remote

Studi Dell Technologies lainnya tentang Workforce Transformation menemukan, lebih dari separuh perusahaan di kawasan APJ berharap mendapatkan dukungan TI remote yang lebih mumpuni.

Pasalnya, banyak karyawan di wilayah ini yang ingin bekerja dari berbagai lokasi dan menggunakan beberapa perangkat berbeda, kemampuan berbagi dokumen secara aman, dan kolaborasi lancar yang dapat menggantikan kebutuhan komunikasi tatap muka di masa depan.

Di Indonesia, IDC menyatakan, sekitar 27 persen organisasi di Indonesia sudah mengimplementasikan tren mobility dengan memanfaatkan aplikasi mobile.

Smart Office Menjaga Keamanan Pekerja

Meningkatnya jumlah perangkat yang digunakan pekerja menjadi sumber utama masalah keamanan bagi dua pertiga (71 persen) perusahaan-perusahaan di APJ.

Serangan ransomware baru-baru ini seperti WannaCry menunjukkan bahwa perangkat endpoint adalah ‘mata rantai’ terlemah dalam sistem jaringan sebuah perusahaan.

Menggunakan perangkat-perangkat terbaru yang memiliki teknologi keamanan lebih canggih merupakan salah satu cara perusahaan dapat memastikan keamanan yang lebih baik bagi para karyawannya, tanpa menghambat produktivitas mereka.

Global State of Information Security Survey 2017 yang diterbitkan PricewaterhouseCooper (PwC) bekerja sama dengan majalah CIO dan CSO, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia telah memutakhirkan praktik keamanan siber mereka dengan 38 presen responden menyatakan telah melakukan investasi untuk meningkatkan keamanan infrastruktur.

Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan, meski semua teknologi baru terus masuk. Para pekerja mengatakan, hal terbaik yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas mereka adalah memastikan teknologi yang ditawarkan dapat berfungsi secara efisien.

Pemborosan waktu terbesar selama bekerja adalah program software dan perangkat yang lambat atau sering mengalami glitch, bukan rapat atau percakapan basa-basi.