Peforma Irving Bantu Celtics Mengalahkan Bucks

Peforma Irving Bantu Celtics Mengalahkan Bucks : Boston Celtics memenangi laga sengit melawan Milwaukee Bucks pada lanjutan NBA, Senin (4/12/2017) atau Selasa (5/12/2017) pagi WIB. Celtics menang 111-100 meski pemain andalan Bucks, Giannis Antetokoumpo, cetak 40 poin.

Peforma Irving Bantu Celtics Mengalahkan Bucks

Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang memadati TD Garden, Celtics mengontrol pertandingan. Mereka unggul 34-26 setelah kuarter pertama berakhir.

Celtics terus memperlebar margin keunggulan di kuarter dua. Pasukan Brad Stevens bisa unggul 13 poin saat jeda paruh pertama pertandingan.

Di awal kuarter tiga, Celtics kembali memperlebar keunggulan hingga 20 poin. Namun, memasuki pertengahan kuarter tiga, Bucks bangkit dengan dimotori Antetokounmpo dan Khris Middleton.

Antetokounmpo membuat 16 poin di kuarter tiga sehingga Bucks hanya tertinggal 81-88 saat memasuki kuarter empat. Bucks terus menjaga jarak dengan hanya tertinggal delapan angka hingga pertengahan kuarter empat.

Dalam kondisi genting, Irving muncul sebagai pahlawan. Lima poin beruntun dari Irving membuat lima poin beruntun sehingga Celtics unggul 12 poin. Sejak saat itu Bucks tak pernah lagi mendekat.

Irving total membuat 32 poin di laga ini. Big man Al Horford nyaris menorehkan triple double untuk Celtics. Dia mencetak 20 poin, sembilan rebound dan delapan assists.

Di kubu Bucks, duet Antetokounmpo dan Middleton membuat 59 poin di laga ini. Middleton mencetak 19 angka. Eric Blodsoe menyusul dengan 18 poin.

Kemenangan ini merupakan yang ke-21 bagi Celtics di NBA 2017-2018. Mereka semakin kokoh di puncak klasemen wilayah Timur.

Adapun, Bucks menempati urutan tujuh di Wilayah Timur dengan rekor 12 menang dan 10 kali kalah.

3 Pemain Yang Menjadi Pemain Penting Di Klub Barunya

3 Pemain Yang Menjadi Pemain Penting Di Klub Barunya :

3 Pemain Yang Menjadi Pemain Penting Di Klub Barunya

James Rodriguez

James Rodriguez mendapat pujian dari Jupp Heynckes. (doc. Bayern Munchen)

James Rodriguez tiba di Real Madrid setelah tampil mengesankan di Piala Dunia bersama timnas Kolombia. Namun, kecemerlangan playmaker ini di tim ibukota Spanyol tidak berlanjut.

Selama memperkuat Madrid, James memang kurang bersinar karena tak mendapat kepercayaan di skuat inti. Di musim 2016/2017, James cuma tampil 33 kali dengan torehan 13 gol dan 11 assist. Dia punya 1.824 menit bermain atau rata-rata 55 menit.

James kemudian menghabiskan musim 2017/2018 sebagai pemain pinjaman di Bayern Munchen. James dipinjamkan selama dua musim hingga 2019 dengan biaya 5 juta euro per musim.

Bagi James kepindahannya ke Bayern nampaknya merupakan keputusan yang tepat dalam kariernya. Kini, dDia adalah bagian integral dari tim Bavarian di bawah Jupp Heynckes, setelah mencetak 2 gol dan 3 assist di Bundesliga.

Awalnya Jame memang masih harus berjuang untuk masuk tim inti saat Munchen ditangani Carlo Ancelotti. Tapi, setelah pelatih asal Italia itu dipecat, dia menjadi tim reguler pertama.

James tampil menawan baik di lini tengah maupun lini depan. Penampilannya yang cukup konsisten sepertinya membuat Munchen harus mempertimbangkan untuk membelinya secara permanen.

Kylian Mbappe

Pemain Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekannya saat melawan Celtic pada laga grup B Liga Champions di Parc des Princes stadium, Paris, (22/11/2017). PSG menang telak 7-0. (AFP/Franck Fife)

Sebenarnya, superstar Prancis ini tidak termasuk dalam daftar, karena untuk semua tujuan praktis, Kylian Mbappe sudah menjadi pemain Paris Saint-Germain (PSG).

PSG mencapai kesepakatan dengan AS Monaco untuk meminjam Mbappe. Kesepakatan peminjaman tersebut termasuk dalam opsi pembelian dengan nilai tranfer sebesar 180 juta uero.

Raksasa Prancis mendatangkan Mbappe dengan status pinjaman yang harus dibeli, sehingga menghindari peraturan FFP menyusul tindakan memboyong Neymar ke ibukota Prancis.

Kini bersama PSG, dengan 4 gol dan 4 assist di liga, Mbappe sudah membentuk trio tangguh dengan Neymar dan Cavani. Kemampuan adaptasinya memungkinkan ia bermain di tiga lini.

Mbappe memenangkan penghargaan Golden Boy tahun ini, dan sudah memiliki 10 caps untuk tim nasional Prancis. 3 gol dan 3 assist di Liga Champions, juga menunjukkan bahwa dia benar-benar pemain yang layak untuk dibeli.

Goncalo Guedes

Cristiano Ronaldo ingin Real Madrid merekrut Goncalo Guedes.

Disebut-sebut sebagai penggant Ronaldo di tim nasional Portugal, pemain sayap berusia 21 tahun tersebut, membuat sensasi di Valencia.

Setelah dipinjamkan dari PSG, Goncalo Guedes, sudah mencetak 5 gol dan 3 assist dalam 11 pertandingan liga. Jumlah torehan golnya mungkin tidak luar biasa, tapi cara dia mencetak gol tersebut sangat istimewa.

Tak hanya itu, Guedes juga punya kemampuan umpan jauhnya yang sangat akurat, dribblingnya menjadi mimpi buruk bagi bek manapun, dan dia seperti memiliki “mata” ketika memberikan umpan.

Montella Terkejut Diberhentikan Oleh AC Milan

Montella Terkejut Diberhentikan Oleh AC Milan : Vincenzo Montella hanya terkejut dengan pemilihan waktu manajemen AC Milan yang memberhentikannya.

Montella Terkejut Diberhentikan Oleh AC Milan

Montella dipecat setelah AC Milan, Senin (27/11/2017), kembali gagal berjaya di Serie A. Teranyar I Rossoneri ditahan Torino 0-0 sehari sebelumnya.

Hasil tersebut membuat mereka baru mengoleksi 20 angka dari 14 pertandingan. Mereka tertinggal 18 poin di belakang pimpinan klasemen Napoli.

“Saya sangat tenang dan berpikir tidak ada apa-apa. Saya siap memimpin pemain berlatih layaknya hari biasa,” kata Montella, dilansir Gazzetta dello Sport.

Montella mengaku lebih bisa menerima keputusan manajemen di waktu lain, terutama ketika AC Milan menderita kekalahan. Kali ini dia merasa Leonardo Bonucci dan kawan-kawan tampil baik melawan Torino.

“Akan ada momen ketika pemecatan ini masuk akal. Sedangkan melawan Torino, kami sudah berusaha maksimal. Terlepas itu, saya mengerti karena saya gagal mengangkat tim,” ungkapnya.

Milan Bersama Montella

Montella menangani AC Milan pada Juni 2016. Dia sukses membantu klub kembali ke pentas Eropa dengan membantu tim menempati peringkat enam dalam kampanye perdananya.

Capaian tersebut pun mendorong investor asing untuk menanam modal besar musim panas lalu. Namun, kinerja AC Milan tidak kunjung membaik.

Mereka sudah menderita enam kekalahan dari 14 pertandingan dan tertinggal 18 angka dari pimpinan klasemen Napoli.

Rapor Montella

Ajang-Main-Menang-Imbang-Kalah

Serie A 52 24 11 17

Coppa Italia 3 1 1 1

Eropa 9 7 2 0

Rakitic Prihatin Terhadap Buffon Yang Tidak Bisa Tampil Di Piala Dunia 2018

Rakitic Prihatin Terhadap Buffon Yang Tidak Bisa Tampil Di Piala Dunia 2018 : Gelandang Barcelona, Ivan Rakitic, turut prihatin terhadap kiper Juventus, Gianluigi Buffon, yang gagal tampil di Piala Dunia 2018 di penghujung kariernya. Seandainya bisa, ia bahkan ingin menyerahkan jatahnya kepada Buffon.

Rakitic Prihatin Terhadap Buffon Yang Tidak Bisa Tampil Di Piala Dunia 2018

Jika tak berhalangan, Rakitic akan tampil di Piala Dunia tahun depan bersama timnas Kroasia. Kroasia memastikan diri lolos setelah menaklukkan Yunani di babak play-off, sedangkan Buffon gagal membawa Italia lolos setelah tak mampu menaklukkan Swedia di babak yang sama.

“Saya merasa seperti ingin menyampaikan kepada Buffon untuk memgambil tempat saya, mengingat apa yang telah dia lakukan untuk sepak bola begitu luar biasa. Sangat unik,” ujar Rakitic saat sesi konferensi pers jelang laga Juventus versus Barcelona di matchday 5 Liga Champions, seperti dilansir Football Italia.

Rakitic mengakui Buffon sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Ia sangat menyayangkan kiper sekelas Buffon tidak bermain di Piala Dunia.

“Ketika seorang anak menuliskan tim ideal mereka, Buffon pasti masuk. Saya tidak dapat menjelaskan bagaimana rasanya melihat dia tampil sampai akhir pertandingan dalam performa seperti itu dan berada di sampingnya,” katanya.

“Sangat memalukan dia tidak bisa menyudahi kariernya dengan ikut serta di Piala Dunia keenamnya, dan saya jujur, ingin sekali memberi kesempatan itu padanya,” Rakitic menambahkan.

Celtics Rebut Kemenangan Ke-16 Beruntun

Celtics Rebut Kemenangan Ke-16 Beruntun : Rentetan kemenangan beruntun Boston Celtics di NBA nyaris terhenti di kandang klub papan bawah Dallas Mavericks. Permainan gemilang point guard Kyrie Irving-lah yang berhasil membuat Celtics mampu merebut kemenangan ke-16 berturut-turut.

Celtics Rebut Kemenangan Ke-16 Beruntun

Celtics menang 110-102 atas Mevericks lewat overtime pada lanjutan NBA Senin (20/11/2017) waktu setempat atau Selasa (21/11/2017) siang WIB. Di laga ini Celtics sempat tertinggal hingga 13 poin.

Bertandang ke American Airlines Center, Celtics tampak akan meraih kemenangan mudah melawan Mavericks yang baru menang tiga kali di NBA 2017-2018. Di paruh pertama, Celtics sempat memimpin hingga 15 angka berkat aksi impresif Irving dan Jaylen Brown.

Namun, perlahan Mavericks bisa mengejar defisit 15 poin tersebut di kuarter dua dan tiga dengan dimotori Harison Barnes. Bahkan, Mavericks kemudian bisa membalikkan kedudukan.

Lay-up Yogi Ferrell membuat Mavericks berbalik memimpin 87-74 saat laga tersisa tujuh menit 47 detik.

Kejar di Kuarter Empat

Lagi-lagi Celtics menunjukkan kehebatannya di kuarter empat. Mereka bisa menyamakan skor menjadi 96-96 setelah Irving mencuri bola dari Dirk Novitzki dan kemudian memberikan umpan kepada Jayson Tatum.

Irving dan Barnes punya peluang untuk membawa timnya menang pada waktu normal. Akan tetapi, tembakan keduanya pada detik-detik akhir tidak ada yang masuk sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan.

47 Poin

Pada masa overtime, Irving mengamuk. Dia membuat enam poin pertama dari 14 poin yang dibuat Celtics. Pasukan Brad Steven pun akhirnya menang 110-102.

Irving finis dengan 47 poin di laga ini. Brown menyusul dengan 22 poin. Barnes sendiri jadi top scorer di Mavericks dengan 31 angka.

Dua Pemain Inter Milan Ini, Kini Dibidik Oleh Chelsea

Dua Pemain Inter Milan Ini, Kini Dibidik Oleh Chelsea : Dua penggawa Inter Milan, Milan Skriniar dan Antonio Candreva, dikabarkan menjadi incaran Chelsea. Bahkan, tim asal London Barat tersebut akan mengirim pemandu bakat untuk memonitor mereka saat Inter menjamu Atlanta pada laga Serie A italia, di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (19/11/2017).

Dua Pemain Inter Milan Ini, Kini Dibidik Oleh Chelsea

Kabar ketertarikan Chelsea kepada Antonio Candreva bukanlah yang pertama kali. Pada bursa transfer musim panas 2017, pemain tim nasional Italia tersebut dikabarkan menjadi buruan utama. Sayang, Inter Milan enggan melepas Candreva karena masih membutuhkan tenaga eks Lazio tersebut.

Langkah Chelsea menggaet Candreva diprediksi tak akan mudah terealisasi. Saat ini, sang pemain terikat kontrak hingga akhir Juni 2020 dan menunjukkan penampilan apik dengan menyumbang empat assist dalam 12 laga Serie A 2017-2018. Selain itu, Inter Milan dikabarkan ogah membuka pintu negosiasi jika tawaran yang datang tak menyentuh angka 30 juta euro (Rp 478 miliar).

Sementara itu, Milan Skriniar diproyeksikan sebagai suksesor David Luiz yang dikabarkan akan hengkang pada bursa transfer tahun depan. Skriniar dianggap akan cocok dengan formasi andalan Antonio Conte yakni 3-5-2.

Sejak diboyong dari Sampdoria pada awal musim 2017-2018, Skriniar terus menunjukkan performa menanjak. Bersama Miranda, pemain 22 tahun tersebut menjadi kunci kukuhnya pertahanan La Beneamata pada musim ini.

Selain itu, meski berposisi sebagai bek, Skriniar berhasil mendulang dua gol dalam 12 penampilannya di Serie A. Catatan tersebut membuat Chelsea makin kesengsem.

Selain Chelsea, Barcelona dikabarkan kepincut dengan pemain tim nasional Slovakia tersebut. Namun, sang pemain mengaku tak tertarik membela Blaugrana karena ingin mempersembahkan banyak gelar bagi Inter Milan.

Cav Bangkit Dengan Membungkam Mavericks

Cav Bangkit Dengan Membungkam Mavericks : Cleveland Cavaliers mengakhiri keterpurukan dengan mengalahkan tuan rumah Dallas Mavericks. Bertandang ke American Airlines Center, Cavaliers menang 111-104 pada lanjutan NBA Sabtu (11/11/2017) waktu setempat atau Minggu (12/11/2017) siang WIB.

Cav Bangkit Dengan Membungkam Mavericks

Cavaliers, yang sudah kalah tujuh kali di NBA musim ini, tampil buruk di paruh pertama. Mavericks berhasil unggul tiga angka saat turun minum setelah merebut kuarter dua 29-20.

Untungnya memasuki kuarter tiga Cavaliers mampu bangkit. Cavaliers berbalik unggul setelah mencetak 34 angka di kuarter tiga, sedangkan Mavericks hanya menghasilkan 22 angka.

Sempat tertinggal hingga 11 poin, Mavericks mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan di kuarter empat. Mereka bisa memangkas jarak menjadi hanya satu poin.

Mavericks bahkan bisa membalikkan keadaan jika saja forward Harrison Barnes bisa melesakkan tembakan tiga angka.

Peran Korver

Kegagalan Barnes membuat Cavaliers kembali menjauh berkat dua lemparan bebas Kyle Korver. Setelah itu Cavaliers terus mendulang poin lewat free throw.

Kevin Love menjadi bintang kemenangan Cavaliers dengan 29 poin dan 15 rebound. Korver juga memegang peran penting. Dia mencetak semua poinnya di laga ini (13) di kuarter empat.

LeBron Cuma Buat 19 Angka

LeBron James sendiri tampil buruk di laga ini. Dia hanya membuat 19 poin. Meski demikian LeBron membuat dua poin penting lewat dunk ketika laga tersisa semenit delapan detik sehingga Cavaliers unggul 104-100.

Di kubu Mavericks, Barnes jadi top scorer dengan 23 poin dan 11 rebound. Rookie Dennis Smith Jr menyumbang 21 angka dan tujuh assists.

Arsenal Incar Zaha

Arsenal Incar Zaha : rsenal sudah menyiapkan pengganti andai Alexis Sanchez jadi hengkang. Meriam London membidik gelandang Crystal Palace, Wilfried Zaha sebagai pengganti Sanchez.

Arsenal Incar Zaha

Kontrak Sanchez seperti diketahui akan habis akhir musim ini. Dengan performa Arsenal yang tak kunjung stabil, pemain asal Chile itu sudah punya niatan pindah ke klub yang lebih mapan secara prestasi.

Semula ada tiga klub yang meminati Sanchez yaitu Bayern Munchen, Paris Saint Germain (PSG), dan Manchester City. Namun Bayern akhirnya mundur dari perburuan Sanchez.

Belakangan, Manchester City disebut menjadi klub yang paling serius meminati Sanchez. Hal ini tidak terlepas dari kehadiran Pep Guardiola sebagai manajer Sanchez.

Karena Guardiola

Seperti diketahui, Guardiola adalah mantan pelatih Sanchez di Barcelona. Hubungan keduanya pun baik, meski tak lagi bekerjasama.

Merasa peluang mempertahankan Sanchez kecil, Arsenal pun berencana menggaet Zaha. Arsenal telah menyiapkan dana 35 juta pound sterling atau Rp 624 miliar untuk menggaet Zaha.

Pernah Bersama MU

Zaha pernah bermain bersama Manchester United (MU). Namun kariernya bersama MU lebih banyak dihabiskan bersama bangku cadangan dan masa pinjaman.

MU merekrut Zaha karena kepincut performanya bersama Palace saat bermain di Divisi Championship. Saat itu, ia dianggap calon bintang masa depan.

Sayangnya, ramalan itu tidak terbukti. Karier Zaha tidak berkembang hingga akhirnya ia kembali ke Palace pada musim 2013/14.

Lolos Ke Piala Dunia 2018 Harga Mati Bagi Buffon

Lolos Ke Piala Dunia 2018 Harga Mati Bagi Buffon : Kiper Timnas Italia Gianluigi Buffon menegaskan lolos ke Piala Dunia 2018 menjadi harga mati baginya. Apalagi, ini merupakan kesempatan terakhir baginya untuk tampil di kompetisi terakbar dalam sepak bola itu sebelum pensiun.

Lolos Ke Piala Dunia 2018 Harga Mati Bagi Buffon

Buffon akan menginjak usia 40 tahun pada Januari nanti, sekitar lima bulan sebelum bergulirnya putaran final Piala Dunia 2018. Dia sudah menyatakan akan pensiun usai tampil di Rusia. Jika Italia lolos, maka ini menjadi Piala Dunia keenam buat Buffon sejak 1998.

Timnas Italia akan bertemu Swedia pada babak play-off dalam dua leg demi tiket lolos Piala Dunia 2018. Swedia akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dulu Sabtu (11/11/2017) dini hari WIB, sebelum Italia gantian menjamu tiga hari berselang.

“Saya pikir pemain seperti saya ini hidup untuk mencapai dan mewujudkan target paling penting, yang juga merupakan mimpinya anak-anak. Jadi selama dia tetap memberi saya antusiasme dan motivasi, saya akan terus melakukannya,” ujar Buffon saat sesi konferensi pers jelang laga Swedia yang akan digelar di Friends Arena, Stockholm, seperti dilansir Football Italia, Jumat (10/11/2017).

Buffon mengaku dirinya tidak memiliki pilihan lain selain memenangkan pertandingan melawan Swedia. Karena itu, kiper Juventus itu akan mati-matian menjaga gawang Azzuri agar tidak sampai kebobolan.

“Tanpa keraguan, besok adalah pertandingan yang akan memberi saya kebagiaan yang besar, dan saya bahkan tidak ingin memikirkan alternatif lain,” katanya.

Play-off Kedua

Berdasarkan catatan, ini merupakan kali kedua bagi Buffon melewati babak play-off untuk lolos Piala Dunia. Dua puluh tahun lalu, ia juga ikut mengantarkan Italia lolos ke Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Rusia di babak yang sama. Ia merupakan satu-satunya pemain yang tersisa dari masa itu.

“Play off itu tidak biasa karena itu sudah lama sekali sejak kami berada satu tim dan itu wajar jika menghadapi Swedia dalam dua pertandingan ini membuat segalanya jadi menyenangkan. Karena itu, berarti baik kami maupun mereka memiliki peluang mendapatkan tiket untuk turnamen yang semua orang memikirkannya,” ujar Buffon.

Timnas Italia termasuk salah satu tim paling sukses di Piala Dunia. Dari 20 kali perhelatan sejak 1930, Italia sudah tampil 18 kali dan memenangkan gelar sebanyak empat kali (1934, 1938, 1982, dan 2006).

Meski dua kali absen, Gli Azzuri sebenarnya baru sekali gagal lolos kualifikasi, yakni di 1958. Sedangkan di 1930, mereka absen bukan lantaran gagal lolos kualifikasi. Mereka memang tidak mau ikut serta karena sebelumnya proposal untuk menjadi tuan rumah ditolak FIFA.

“Italia selalu tampil d Piala Dunia secara reguler. Jadi kami harus melakukan yang terbaik untuk memastikan kami dapat menjaga rekor tersebut,” tegas Buffon.

MU Menanggapi Rumor Mourinho Akan Ke PSG

MU Menanggapi Rumor Mourinho Akan Ke PSG : Manchester United tak menganggap main-main ketertarikan Paris Saint-Germain (PSG) terhadap Jose Mourinho. Menurut laporan The Sun, Kamis (9/11/2017), para petinggi Manchester United mulai gerah dengan beredarnya rumor tersebut.

MU Menanggapi Rumor Mourinho Akan Ke PSG

Keluarga Glazer, sebagai pemilik Manchester United, memiliki ketakutan Mourinho akan tergoda dengan tawaran PSG. Klub berjuluk Setan Merah itu siap mencegah PSG agar tak bisa intens melakukan pendekatan dengan manajer berusia 54 tahun itu.

Mourinho mulai dikaitkan dengan PSG dalam beberapa hari terakhir. Klub asal Prancis itu kabarnya berniat menjadikan The Special One sebagai pelatih mulai musim 2018-2019.

PSG menilai, Mourinho adalah sosok yang tepat membawa mereka meraih kesuksesan di kompetisi lokal maupun Eropa. Guna mewujudkan hal itu, kubu Les Parisien kabarnya sudah memulai pembicaaraan dengan perwakilan Mourinho.

Klub yang bermarkas di Parc des Princes itu siap mengirim Direktur Olahraga, Antero Henrique, yang memiliki hubungan dekat dengan Mourinho. Tawaran gaji tinggi dan rayuan dari Henrique diprediksi bisa membuat Mourinho tergoda dan siap meninggalkan Manchester United pada akhir musim 2017-2018.

Saat ini Mourinho masih terikat kontrak hingga 2020 di Old Trafford. Posisi manajer berpaspor Portugal itu tidak sepenuhnya aman. Andai kembali gagal mempersembahkan gelar Premier League, kinerja Mourinho tentu akan dievaluasi.

Manchester United saat ini menghuni posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 23 poin. Romelu Lukaku dkk tertinggal delapan angka dari Manchester City yang kukuh di puncak klasemen.