Thibaut Courtois Dilirik PSG

Thibaut Courtois Dilirik PSG : Paris Saint Germain (PSG) rajin mengumpulkan pemain bintang dalam beberapa musim terakhir. Mulai dari lini belakang, tengah, dan depan, PSG memiliki materi bertabur bintang.

Thibaut Courtois Dilirik PSG

Praktis hanya di posisi penjaga gawang, PSG tidak punya pemain kaliber bintang. Saat ini kiper utama PSG adalah Alphonse Areola dengan Kevin Trapp sebagai pelapis.

Manajemen PSG berniat melengkapi skuatnya dengan mendatangkan kiper top di bursa transfer musim panas nanti. RMC Sport melaporkan, kiper incaran PSG adalah Thibaut Courtois dari Chelsea.

Masa depan Courtois di Chelsea memang masih belum jelas. Kontrak pemuda Belgia itu akan habis tahun depan. Chelsea masih belum membuka pembicaraan kontrak baru.

Courtois diyakini RMC tertarik bergabung dengan PSG. Pasalnya Chelsea musim depan terancam tidak berlaga di Liga Champions karena terlempar dari empat besar Liga Inggris.

Bidikan Real Madrid

Selain PSG, Courtois juga diincar beberapa klub lain. Ada Juventus dan Real Madrid yang sempat dikaitkan dengan eks pemain Atletico Madrid itu.

Madrid kebetulan sedang mencari kiper yang tepat untuk menggantikan Keylor Navas. Los Blancos ingin ada kiper terkenal yang mengawal gawang mereka.

Incaran Juventus

Sedangkan Juventus sibuk mencari sosok yang tepat untuk menggantikan Gianluigi Buffon. Kiper senior itu diperkirakan pensiun akhir musim nanti. Sosok Buffon tidak tergantikan sejak kedatangannya dari Parma.

Rumor Terus Beredar Tentang Callejon Gabung Ke AC Milan

Rumor Terus Beredar Tentang Callejon Gabung Ke AC Milan : Winger Napoli, Jose Callejon belakangan santer diberitakan bakal bergabung dengan AC Milan musim depan. Il Mattino mengabarkan, striker Spanyol itu disebut-sebut akan hengkang bersamaan dengan kompatriotnya, Pepe Reina menuju San Siro pada musim panas nanti.

Rumor Terus Beredar Tentang Callejon Gabung Ke AC Milan

Namun, rumor tersebut segera ditepis oleh agen Callejon, Manuel Garcia Quillon. Menurutnya, kabar tersebut merupakan kabar palsu.

“Tidak ada seorang pun dari AC Milan yang menghubungi saya. Rumor memang sudah berkembang, namun jelas itu tidak benar,” ujar Garcia kepada Calciomercato.

Callejon mulai membela Napoli sejak musim panas 2013. Ia direkrut dari Real Madrid seharga 9,5 juta euro. Sejak saat itu, pemain berusia 31 tahun itu telah tampil dalam 250 pertandingan bersama I Partenopei, dengan kontribusi 72 gol dan 59 assist. Khusus musim ini, ia telah menyumbang 10 gol serta 11 assist.

Kontrak Callejon bersama Napoli saat ini masih berlaku hingga Juni 2020. Sejauh ini belum ada tanda-tanda ia akan dilepas ke AC Milan maupun diperpanjang kontraknya.

“Perpanjangan kontrak? Belum ada kabar. Saya belum ada dihubungi, namun dia masih memiliki sisa kontrak dua tahun lagi,” Garcia menambahkan.

Reina Hampir Pasti

Jika rumor transfer Callejon masih samar-samar, lain halnya dengan rekannya, Pepe Reina. Kiper 35 tahun itu akan segera menjalani tes medis bersama AC Milan. I Rossoneri akan mendapatkannya secara gratis karena kontraknya di Napoli akan berakhir musim ini.

Reina diproyeksikan sebagai alternatif jika Gianluigi Donnarumma hengkang ke klub lain musim depan. Selain kiper kawakan Spanyol itu, Diavolo juga akan mendapatkan bek Sampdoria, Ivan Strinic dengan status bebas transfer.

Bonaventura ke AS Roma

Di saat yang sama, gelandang AC Milan Giacomo Bonaventura tengah diincar oleh AS Roma. Direktur olahraga AS Roma, Monchi dilaporkan sudah berbicara dengan agen Mino Raiola, kemarin.

Menurut Calciomercato, pertemuan keduanya dikabarkan tidak hanya membahas soal perpanjangan kontrak bek muda, Luca Pellegrini, melainkan juga kemungkinan transfer Bonaventura.

Namun, AC Milan sebelumnya sudah menegaskan bahwa Bonaventura tak akan dijual. Ia dianggap sebagai sosok yang tak tergantikan bagi pelatih Gennaro Gattuso.

Ketertarikan AS Roma ini membuat AC Milan ingin segera membentengi pemain 29 tahun itu dengan kontrak baru. Saat ini, kontraknya akan berakhir pada Juni 2020.

Tampil Tanpa Beban Di Babak Kedua Adalah Kunci Kemenangan MU Menurut Pogba

Tampil Tanpa Beban Di Babak Kedua Adalah Kunci Kemenangan MU Menurut Pogba : Gelandang Prancis, Paul Pogba, mengungkapkan bahwa skuat Manchester United (MU) bisa berbalik menang atas Manchester City karena Setan Merah tampil tanpa beban di babak kedua.

Tampil Tanpa Beban Di Babak Kedua Adalah Kunci Kemenangan MU Menurut Pogba

The Citizen bermain di kandang sendiri di Etihad dan berada di ambang meraih gelar juara liga pada mathchday 33 Premier League pekan ini. Gelar itu bisa mereka raih asalkan mereka bisa mengalahkan United.

Target meraih kemenangan itu sepertinya akan teraih. Sebab City berhasil unggul dua gol lebih dahulu melalui Vincent Kompany di menit 25 dan Ilkay Gundogan di menit 30.

Akan tetapi MU bisa bangkit di babak kedua. Pogba berhasil mencetak dua gol di menit 53 dan 55 ditambah satu gol lagi dari Chris Smalling pada menit 69.

Pada akhirnya MU berhasil menang dengan skor 3-2. Pesta juara City tertunda dan selisih poin mereka dengan United menipis menjadi 13 angka saja.

“Kalah melawan City dan melihat mereka merayakan (gelar juara), saya tidak bisa membiarkan itu terjadi. Di waktu jeda di ruang ganti kami mengatakan kami main tanpa beban, 2-0 mari kita lakukan,” bebernya pada Sky Sports.

Pemain berusia 25 tahun ini kemudian juga menyerukan pada rekan-rekannya agar mempertahankan penampilan seperti babak kedua itu di akhir musim ini. Pogba yakin jika United terus tampil seperti itu, mereka bisa menyusul Kevin De Bruyne dan kawan-kawan.

“Setelah babak kedua seperti ini, kita harus melakukannya sepanjang waktu. Jika kita melakukannya kita akan berada di atas sana dengan City, dan mungkin bahkan di depan,” klaimnya.

Harga Mahal Dari Kemenangan Liverpool Yakni Cedera Salah

Harga Mahal Dari Kemenangan Liverpool Yakni Cedera Salah : Kemenangan meyakinkan dengan skor 3-0 yang diraih Liverpool atas Manchester City harus dibayar mahal. Sebab, mesin gol The Reds, Mohamed Salah, mengalami cedera.

Harga Mahal Dari Kemenangan Liverpool Yakni Cedera Salah

Salah sukses mencetak gol di menit ke-12 untuk membuka keunggulan Liverpool dan mengirimkan assist untuk diselesaikan Sadio Mane menjadi gol ketiga The Reds di Anfield.

Namun, memasuki awal babak kedua, Salah terlihat kesakitan dan berjalan menuju tepi lapangan untuk kemudian mendapat penanganan dari tim medis Liverpool.

Tak lama berselang, Salah langsung memasuki lorong stadion menuju ruang ganti. Ia pun ditarik keluar dan digantikan Georginio Wijnaldum.

Dilansir Sportsmole, jika melihat dari masalah yang dikeluhkan Salah, bisa jadi penyerang 25 tahun itu mengalami cedera pangkal paha. Jika ini benar, maka kubu Liverpool pastinya bakal terpukul.

Liverpool masih dinanti dua laga akbar lainnya. Akhir pekan ini mereka bakal melawat ke markas tetangga, Everton dalam laga bertajuk Merseyside Derby.

Tengah pekan depan, Liverpool harus ganti mengunjungi kandang Manchester City, Etihad Stadium untuk melakoni partai leg kedua perempat final Liga Champions.

Salah sejauh ini terbukti menjadi roh permainan Liverpool dengan mencetak total 38 gol di semua kompetisi.

Manchester City gagal mencatatkan tembakan ke gawang untuk pertama kalinya di seluruh kompetisi musim ini. Kegagalan tersebut tercipta saat City tumbang di markas Liverpool pada leg pertama delapan besar Liga Champions, Kamis (5/4) dinihari WIB. Hal ini mmebuat Manajer The Reds, Jurgen Klopp terkejut.

Real Madrid Diprediksi Akan Kembali Berjaya Di Liga Champions

Real Madrid Diprediksi Akan Kembali Berjaya Di Liga Champions : Christian Karembeu percaya Real Madrid bisa juara Liga Champions musim ini. Ia menilai kekuatan Los Galacticos belum bisa disaingi klub lainnya. Pasalnya El Real memang dalam beberapa tahun terakhir memiliki nasib yang bagus jika main di Liga Champions.

 

Di Liga Champions penampilan Real Madrid memang luar biasa. Meski hanya finis sebagai runner up di fase grup, mereka hanya menelan sekali kekalahan.

Di babak 16 besar kualitas Real Madrid semakin terlihat. Mereka mampu menyingkirkan calon kuat juara lainnya dengan meyakinkan, PSG.

Bahkan dalam dua leg, Sergio Ramos dan kawan-kawan menuai kemenangan. Mereka menang 3-1 di Santiago Bernabeu, lalu menang 2-1 di Parc des Princess.

Lawan di babak 16 besar pun terbilang tak mudah, yakni musuh mereka di final tahun lalu, Juventus.

Komentar Karembeu

“Jangan tanyakan lagi, Real Madrid pasti juara musim ini. Tidak ada klub lain,” ujar Karembeu seperti dilansir Calciomercato.

“Untuk lawannya di final nanti saya tidak tahu. Namun, Real Madrid pasti akan ada di partai puncak.”

“Zinedine Zidane adalah pelatih luar biasa. Dia telah membuktikannya,” kata Karembeu.

Performa Karembeu

Karembeu membela Real Madrid selama tiga tahun. Di sana, eks pemain asal Prancis itu mampu memberikan tiga gelar.

Selain itu, Karembeu juga bermain dalam 78 laga di semua kompetisi dan mencetak satu gol.

Timnas Argentina Menang Kelas Dari Timnas Italia

Timnas Argentina Menang Kelas Dari Timnas Italia : Timnas Italia harus mengakui keunggulan Argentina dalam laga persahabatan yang berlangsung, Jumat malam atau Sabtu dinihari WIB (24/3/2018). Bermain di Stadion Etihad, Manchester, Gli Azzuri takluk 0-2 dari Tim Tango yang tampil tanpa Lionel Messi dan Sergio Aguero.

Timnas Argentina Menang Kelas Dari Timnas Italia

Mantan gelandang Inter Milan, Ever Banega membuka keunggulan Argentina di menit 75. Berawal dari operan satu-dua dengan Giovani Lo Celso, Banega melepaskan tembakan keras melewati hadangan Leonardo Bonucci, yang membuat Gianluigi Buffon mati langkah.

Sepuluh menit berselang, Manuel Lanzini mempertegas kemenangan Argentina, memanfaatkan assist Gonzalo Higuain.

Meski kalah, pelatih interim timnas Italia, Luigi Di Biagio tetap yakin, bahwa pola permainan yang diterapkannya sudah benar dan harus dilanjutkan. Pada laga dini hari tadi, ia menerapkan formasi 4-3-3, sama seperti yang selama ini ia jalankan di Timnas Italia U-21.

Ia memasang Ciro Immobile, Lorenzo Insigne, dan Federico Chiesa sebagai starter di depan, serta Jorginho, Marco Veratti, dan Marco Parolo di lini tengah.

“Kami harus berlanjut dengan pemain-pemain dan sistem ini. Kami sudah berusaha bergerak dari belakang dan menekan lawan dengan bebas, namun kami tidak melakukannya dengan baik di babak pertama karena kami menghadapi lawan tim yang fantastis,” ujar Di Biagio, seperti dilansir Football Italia.

Menurut Di Biagio, apa yang dilakukannya merupakan awal dari era baru Timnas Italia, dan karena itu, dibutuhkan kesabaran.

“Kami kebobolan dua gol, itu mengecewakan. Tapi pekerjaan ini butuh kesabaran dan Italia butuh berkembang pelan-pelan. Kami sudah berada di jalur yang benar. Kami kebobolan gol kedua cuma karena kami berusaha untuk menyamakan kedudukan. Saya justru akan lebih marah kalau kami cuma kalah 1-0 dan tidak berusaha mengimbangi,” ucap Di Biagio.

Debut Pemain Muda

Pada laga tersebut, Di Biagio mencoba memberikan kesempatan debut bagi dua pemain muda, yakni Federico Chiesa dan Patrick Cutrone. Keduanya sama-sama masih berusia 20 tahun dan selama ini tergabung di Timnas Italia U-21. Chiesa langsung diturunkan sebagai starter, sedangkan Cutrone baru dimasukkan di menit 74.

“Ada beberapa peluang penting yang kami dapatkan melawan tim yang memenangkan medali emas (runner-up) di Piala Dunia terakhir. Jangan lupa pula beberapa pemain kami baru menjalani debutnya atau beberapa laga,” imbuh Di Biagio.

Tiga pemain yang diganti Di Biagio pada laga tersebut bermain di posisi kanan. Mulai dari bek Alessandro Florenzi, gelandang Marco Parolo, serta winger Federico Chiesa. Namun, ia membantah bahwa pergantian mereka dikarenakan kondisi kebugaran.

“Tidak ada alasan khusus kenapa pergantian pemain semuanya di kanan. Terlepas dari penilaian terhadap pemain, agaknya kurang adil kalau membandingkan kami dengan Argentina. Kami butuh sabar dan realitis akan posisi kami sekarang,” ucap pelatih 47 tahun itu.

Carlos Bacca Dipulangkan Villareal Ke Klub Pemiliknya Yakni AC Milan

Carlos Bacca Dipulangkan Villareal Ke Klub Pemiliknya Yakni AC Milan : Perjalanan karier Carlos Bacca bersama Villareal tampaknya tak akan berlangsung lama. Klub La Liga Spanyol itu dilaporkan akan memulangkannya ke AC Milan di akhir musim nanti.

Carlos Bacca Dipulangkan Villareal Ke Klub Pemiliknya Yakni AC Milan

Villareal meminjam Bacca dari AC Milan pada musim panas tahun lalu untuk jangka semusim dengan biaya 2,5 juta euro. Di dalam kesepakatan transfernya, Villareal memiliki opsi untuk mempermanenkannya seharga 15 juta euro pada musim panas 2018.

Namun, klub asuhan Javier Calleja ini dikabarkan keberatan menebus harga tersebut. Sebab, dianggap kemahalan.

Setelah melewati musim yang buruk bersama AC Milan, Bacca kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya di Villareal. Sejauh musim ini, penyerang Timnas Kolombia itu sudah tampil dalam 35 pertandingan dan menyumbang 12 gol serta 6 assist di semua kompetisi.

Ingin Bertahan

Bacca pun merasa kerasan bermain untuk Villareal dan berkali-kali menyatakan ingin bertahan. Ia berharap AC Milan mau melepasnya secara permanen, meskipun sejatinya ia masih terikat kontrak dengan I Rossoneri sampai Juni 2020.

“Saya sangat senang di sini dan saya ingin bertahan. Saya berharap kedua klub menemukan kesepakatan secepatnya,” katanya.

Villareal sebenarnya sangat membutuhkan Bacca. Penyerang 31 tahun itu menjadi solusi yang ampuh atas kepergian Cedric Bakambu pada musim panas lalu. Selain memiliki ketajaman, ia juga sudah berpengalaman main di Spanyol. Dulu, sebelum dibeli AC Milan, ia pernah bermain untuk Sevilla (2013-2015).

Untuk membantu mewujudkan keinginan kliennya, agen Bacca, Sergio Barila tidak tinggal diam. Ia bertekad membantu Bacca sekuat tenaga agar bisa bertahan di Villareal.

“Kami akan bekerja dengan AC Milan dan mencoba mencari solusi terbaik untuk semua orang. Kami harus menganalisis semuanya dan mencoba mendapatkan yang terbaik untuk Bacca,” ujar Barila.

Inter Milan Tidak Krisis

Inter Milan Tidak Krisis : Gelandang Inter Milan, Roberto Gagliardini kehilangan kata-kata untuk menjelaskan kiprah timnya musim ini. Ia mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan timnya bisa terpuruk di tiga bulan terakhir, setelah sebelumnya sempat berjaya di 16 pekan pertama.

Inter Milan Tidak Krisis

Inter Milan bahkan sempat menduduki puncak klasemen di awal bulan Desember 2017 selama dua pekan. Namun secara mengejutkan, mereka tumbang di markas sendiri oleh Udinese dengan skor 1-3.

Sejak kekalahan itu, mental skuat asuhan Luciano Spalletti seakan terperosok ke jurang. Mereka langsung menelan kekalahan kedua di pekan selanjutnya dari Sassuolo, 0-1 dan di laga-laga selanjutnya mereka lebih sering bermain imbang melawan tim-tim yang relatif lebih mudah.

“Kami memasuki masa-masa kelam, di saat kami tak mampu menunjukkan kualitas kami. Jujur, kami tidak tahu apa yang terjadi pada kami,” ujar Gagliardini kepada Tuttosport.

Sampai saat ini, penampilan Inter Milan masih angin-anginan. Di pertandingan terakhir, I Nerazzuri memang mampu menahan imbang Napoli 0-0 di Giuseppe Meazza. Akan tetapi, tiga pekan sebelumnya, mereka ditekuk Genoa 0-2 di Marassi.

“Kami telah menemukan solusi. Untungnya, kami sudah keluar dari kesulitan itu, seperti yang ditunjukkan dalam laga melawan Napoli, di mana kami bermain sebagai tim dan kami lebih kompak,” tutur Gagliardini.

Bantah Krisis

Kini, alih-alih bersaing memperebutkan gelar Scudetto bersama Juventus dan Napoli, Inter Milan malah terdepak dari zona Liga Champions. Mereka berada di urutan lima dengan 52 poin, terpaut satu angka dari Lazio di urutan empat.

Meski masih memiliki tabungan satu pertandingan, peluang mereka untuk menggeser Lazio di posisi empat tetap sulit karena lawan dari pertandingan mereka yang tertunda adalah AC Milan.

Melihat kondisi ini, banyak kalangan yang menduga bahwa Inter Milan sedang mengalami krisis.

“Krisis? Tidak. Karena sejak awal musim, semua orang di klub ini sepakat bahwa target kami adalah Liga Champions. Dan fakta bahwa kami belum ketinggalan banyak poin dari tim-tim besar menegaskan bahwa tim ini punya potensi dan kualitas untuk bertahan di empat teratas,” Gagliardini menambahkan.

“Agar kami berkembang, sikap kami haruslah sama saat melawan tim-tim besar maupun tim-tim yang lebih kecil.”

Bailly Meminta Maaf Setelah MU Babak Belur

Bailly Meminta Maaf Setelah MU Babak Belur : Bek Manchester United (MU), Eric Bailly, mintaa maaf timnya tersingkir dari Liga Champions. Pemain asal Pantai Gading itu pun menuntut Setan Merah untuk segera bangkit.

Bailly Meminta Maaf Setelah MU Babak Belur

MU di luar dugaan takluk 1-2 di tangan Sevilla pada laga leg kedua 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Rabu (14/3/2018) dinihari WIB. Hasil negatif ini membuat The Red Devils tersingkir dari persaingan meraih gelar turnamen paling elite di Eropa tersebut karena kalah agregat 1-2.

Pemain pengganti Sevilla, Wissam Ben Yedder menjadi pahlawan tim tamu. Ia memborong dua gol tim tamu di menit ke-74 dan 78. Satu gol balasan MU dicetak oleh Romelu Lukaku di menit ke-84.

Usai pertandingan, MU mendapat banyak kritikan. Bailly pun mengakui kesalahan Setan Merah.

Komentar Bailly

“Kami minta maaf karena tersingkir. Tadi malam sangat mengerikan dan kami semua harus merenung dan memperhatikannya sehingga tidak terjadi lagi,” kata Bailly akun Instagram miliknya.

“Ini menyakitkan, tapi kami harus segera bangkit, dan melihat ke depan,” Bailly menambahkan.

Target MU

Usai tersingkir dari Liga Champions, target United sendiri di sisa musim ini tinggal dua, yakni menjuarai Piala FA dan finis empat besar Liga Inggris.

Pada laga berikunya, Setan Merah akan menghadapi Brighton di babak perempat final Piala FA, Sabtu (17/3/2018).

Vidic Hampir Menjadi Pemain Liverpool

Vidic Hampir Menjadi Pemain Liverpool : Mantan Bek Manchester United (MU), Nemanja Vidic, mengaku hampir bergabung dengan Liverpool yang notabene rival MU. Hal itu terjadi saat Vidic masih membela Spartak Moskow di Liga Rusia.

Vidic Hampir Menjadi Pemain Liverpool

“Ini terjadi saat Liverpool dilatih Rafael Benitez. Saya berbicara dengannya soal beberapa hal. Namun istri saya yang lebih dominan berbicara kepadanya,” ujar Vidic seperti dilansir Soccerway.

Vidic mengatakan, meski berkomunikasi dengan Benitez, Vidic tak sempat bertemu dengan manajer asal Spanyol tersebut. Kebanyakan pembicaraan terjadi lewat sambungan telepon.

“Istri saya yang menjadi penerjemah. Benitez tertarik mendatangkan saya. Namun, saya tidak tahu apa yang menjadi penghalangnya,” ujar Vidic.

Sebelum membela MU, Vidic tercatat pernah bermain bagi Spartak Moskow dari 2004 hingga 2006. Di penghujung musim 2006, Vidic yang kini telah pensiun, hengkang ke MU dengan harga tujuh juta pound sterling.

Tak Menolak

Vidic mengatakan, meski transfernya ke Liverpool batal, ia mengaku tak pernah menolak pinangan Liverpool. Vidic menduga, Liverpool hanya kalah cepat dari MU untuk mendapatkan dirinya.

“Saya tak bilang tidak. Mereka hanya bilang kalau mereka tertarik dan menginginkan saya. Transfer itu bakal terwujud,” kata Vidic.

“Lalu seseorang datang dan mengatakan apakah saya mau bermain bagi MU? Saya bilang Ya. Setelah dua hari, transfer ke MU selesai,” ujar Vidic menambahkan.

Pembelian Terbaik

Pembelian Vidic mungkin masuk ke dalam pembelian terbaik MU sepanjang sejarah klub. Bagaimana tidak, Vidic mampu tampil konsisten di lini belakang MU dan sempat didapuk sebagai kapten tim.

Duetnya di lini belakang bersama Rio Ferdinand dianggap sebagai salah satu duet bek terbaik di Liga Inggris. Selama berkarier di MU, Vidic total 15 trofi bagi Setan Merah.