Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg : Sementara itu ciri-ciri pelaku yang diketahui, berkulit putih, postur tubuh pendek, kecil, usia kisaran masih remaja. “Usai kejadian itu kita langsung sembunyi selamatkan diri ke atas ruko sampai akhirnya bapak polisi dari Polsek Limo datang ke lokasi untuk mintai keterangan,”imbuhnya.

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Tempat berbeda Kapolsek Limo AKP Muhamad Iskandar laporan korban telah ditindak lanjuti. Tidak lama hasil penyelidikan petugas pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku baru ditangkap tadi malam oleh anggota Reskrim Polresta Depok. Selain itu pelaku juga terkait kasus penjarahan toko pakaian yang ada di daerah Sukmajaya,”ucapnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, mantan Kasi Propam Polresta Depok ini menambahkan mengintruksikan kepada anggota untuk mensosialisasikan aplikasi keamanan Polresta Depok berbasis teknologi.

“Program unggulan Polresta Depok berupa aplikasi halo polisi dan panic button. Kedua aplikasi tersebut bisa di download melalui playstore gadged berbasis android maupun ios jika ada kejadian kapan dan dimanapun masyarakat bisa mengunggah bahkan memencet tombol panic button dalam hp polisi akan tiba ke TKP dengan cepat,”tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto atas kerja cepat anggota Resrkrim salah satu pelaku kejadian di Cinere, telah berhasil diringkus. “Pelaku yang di cinere baru ditangkap juga terkait kasus penjarahan toko Fernando di Sukmajaya,”bebernya.

Adapun kedelapan pelaku tersebut yaitu AB,18, EAF,18, AP,20, AG,16, F,17, BL,16, YV,17, dan A,18 . Mereka ini lanjut Kapolres ditetapkan menjadi tersangka dari 27 orang yang sebelumnya diamankan petugas dari lima lokasi berbeda daerah Pancoran Mas, Cibinong,Limo, dan Sawangan.

“Para tersangka terdiri dari beberapa geng yaitu Jembatan Mampang (Jepang), GBR, dan Matador. Setiap beraksi pelaku mobile menggunakan motor berkelompok serta kerap tawuran juga. Sewaktu kejadian pencurian di toko Fernando, Minggu (24/12) dini hari ketiga komunitas ini bergabung,”tutur perwira jebolan Akpol 1996 ini.

Setiap kali beraksi AKBP Didik menyebutkan berdasarkan pengakuan pelaku barang hasil curian dibagi sesama teman kelompok juga ada yang diberikan ke kelompok lain.

“Mereka kerap beraksi di malam hari dan sepi. Atas perlakukan pelaku dikenakan Pasal 365 dan atau 368 KUHP Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.”

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar : Toko gas di Apartemen Casablanca East Residence, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, meledak, Selasa (19/12) malam. Pemilik toko mengalami luka bakar yang membuat sekujur tubuhnya melepuh akibat kejadian tersebut.

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar

Ronalvin Josua, 46, yang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20:00. Selain memakan korban, ledakan tersebut juga menghancurkan toko yang menjual gas dan air mineral yang berada di lantai dasar apartemen tersebut.

Subur, 41, saksi mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang duduk sambil berbincang dengan rekannya dikagetkan dengan suara ledakan. Begitu di cek, ledakan itu terjadi dari sebuah toko gas yang berada di apartemen tempatnya bekerja. “Kita semua pikir yang meledak bom, cuma begitu di cek nggak tahunya toko gas yang meledak,” katanya, Selasa (19/12).

Subur yang menghampiri lokasi, langsung kaget begitu melihat korban keluar dari dalam toko. Sambil memegangi tangannya yang terluka, petugas keamanan ini mencoba menolong korban. “Waktu itu korban cuma bilang salah sih sambil merokok, jadinya seperti ini,” ujar Subur, sambil menirukan perkataan korban kala itu.

Beberapa warga yang juga datang, kata Subur, langsung berupaya menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit. Sementara pihaknya, melaporkan kejadian itu ke Polsek Duren Sawit. “Untungnya warga langsung membawa korban ke rumah sakit. Soalnya luka ditangannya cukup parah,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, selain merusak toko yang menjual gas dan air mineral, juga merusak beberapa barang yang ada disekitar lokasi. Sedikitnya dua unit mobil juga bagian kacanya hancur akibat ledakan tersebut. Sementara kasus ledakan tersebut ditangani Polsek Duren Sawit.

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia : Lapak narkoba di kawasan Jelambar Utama, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, (13/12/2017) pagi, diobok petugas jajaran unit narkoba Polsek Kalideres. Hasilnya, satu keluarga yang diduga sebagai bandar narkoba dikawasan tersebut digiring ke kantor polisi.

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Dalam penangkapan tersebut, sebanyak 9 orang diamankan saat pesta narkoba. JNK (57) sebagai bandar utama yang diduga pemasok narkoba kepada warga sekitar diamankan bersama istrinya, Nov (35) yang tengah hamil delapan bulan. R (19) adik JNK juga turut dibawa. Selain itu, enam warga lain yang berada di lokasi juga diamankan.

Dari penelusuran poskotanews.com, menurut Syahroni Ketua RT 06 RW 08 membenarkan warganya yang telah diamankan anggota kepolisian dari Polsek Kalideres tersebut. Namun, saat proses penangkapan itu dirinya mengaku tidak dilibatkan.

“Saya tahunya dari warga pas selesai salat subuh, katanya pak JNK sama istri ditangkap, saya bilang ya udahlah cukup tau aja,” kata Syahroni saat ditemui dikediamnya, Jumat, (15/12/2017).

Menurutnya, dalam penangkapan itu ada sembilan orang yang dibawa oleh pihak kepolisian dari Polsek Kalideres. Namun, empat diantaranya bukan warganya melainkan dari RT lain.

“Kalau pas dipenangkapan di empang itu ada empat orang Jajang, Novi, Rachel, dan Riki yang masih dibawah umur. Tapi kata warga ada sembilan yang dibawa lainnya mungkin pengembangan dari RT lain bukan dari warga saya,” jelasnya.

Syahroni mengaku tidak heran atas penangkapan JNK karena memang sudah sering terlibat penyalahgunaan narkotika bahkan sempat di tahan di Nusa Kambangan. Namun, ia seakan tidak percaya saat Rachel yang masih dibawah umur turut digelandang ke kantor polisi.

“Setahu saya R itu bukan pemakai, karena setiap kerja pagi pulang malam terus. Justru dia itu tumpuan keluarga karena dia yang kerja,” tuturnya.

Ani, adik kandung JNK saat ditemui disekitar rumah mengatakan, ada lima anggota keluarganya yang turut digelandang ke kantor polisi. Namun, hanya dua orang yakni JNK dan Nov yang ternyata positif mengkonsumsi narkoba saat dilakukan tes urine.

“Yang kasian yang tiga ini, mereka lagi tidur tapi ikut dibawa juga. Pas dites urine negatif tapi sampai sekarang masih ditahan. Tadi Rachel juga telfon nangis-nangis pengen cepet keluar,” kata dia.

Bahkan ia mengaku dimintai uang sebesar Rp10 juta per-orang oleh oknum warga yang mengaku bisa mengeluarkan keluarganya tersebut. Dia pun terlihat kebingungan mencari uang untuk menebus keluarganya. “Katanya yang tes urine negatif kalau mau keluar harus bayar Rp10 juta perkepala,” keluhnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Nani, ibunda dari JNK, yang merasa diperas oleh oknum warga tersebut. “Saya harus nyari uang kemana,” tuturnya lesuh.

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap : Gadis ABG, S, asal Rajeg, Kabupaten Tangerang, nekat mencuri motor milik Mar, yang merupakan temannya sendiri. Ia pun harus berurusan dengan aparat Polsek Mauk akibat aksi nekatnya itu.

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap

Kepada polisi, gadis remaja itu mengakui perbuatannya. Ia nekat mencuri lantaran ingin memiliki sepeda motor. Pengaruh buruk lingkungan membuat pelaku berani berbuat nekat.

“Motifnya ingin memiliki. Pelaku ini anak korban broken home, sehingga kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya,” ujar Kapolsek Mauk AKP Teguh Kuslantoro, Senin (11/12/2017).

Teguh menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan Sita terjadi di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017). Saat itu, korban bersama pelaku tengah menginap di rumah temannya, Is (19).

“Saat mau pulang, korban kaget mendapati sepeda motornya dan tas berisi handphone dan kunci motor hilang. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kami,” kata Teguh.

Mendapat laporan tersebut, lanjut Kapolsek, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Tak ada kejahatan yang sempurna. Aksi pencurian itu diketahui warga sekitar yang melihat Sita membawa motor Honda Vario B 6507 TWP milik Marcelina.

“Tak butuh lama, pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Jakarta Barat. Pelaku saat itu tengah nongkrong menggunakan motor curiannya,” ungkap Teguh.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat Sita dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Gadis remaja itu terancam mendekam dibalik jeruji benci selama 7 tahun.

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak : Seorang ibu rumah tangga menjadi korban perampasan mobil di sekitar jembatan Grand Depok City (GDC), Jalan Boulevard, Pancoranmas, Kota Depok, Rabu (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Ni Nyoman Cinta Triana (32), warga Cilodong, kehilangan mobil putih B 1940 EKZ saat dalam perjalanan pulang usai menjenguk temannya di RS Hermina Depok. Dengan modus berpura-pura ketabrak , mobil yang dikendarai oleh Triana langsung dibawa kabur pelaku.

Menurut Deddy Arfian Abu Ibra, suami korban, istrinya dikerumunin lima orang diduga pelaku dengan mengendarai empat motor. Pada saat kejadian istri hanya berdua bersama anak bungsunya dari tiga bersaudara masih balita.

“Saat itu istri yang mengendarai mobil, sedangkan anak saya yang bungsu sedang duduk dalam mobil. Sebelum kejadian istri baru jenguk temannya yang sakit di RS Hermina, dalam perjalanan pulang arah ke rumah,”ujarnya kepada Poskota, Kamis (7/12).

Setelah itu korban melintas di Jalan Boulevard tepatnya di jembatan GDC, ada dua orang berboncengan motor menyalip mobil korban lalu diduga berpura-pura tertabrak mobil dan terjatuh depan mobil.

“Sontak mobil yang dikendarai istri saya waktu itu melihat depan kendarannya ada motor terjatuh seperti tertabrak lalu langsung berhenti,”kata pria ini.

Berselang beberapa menit kemudian, lanjut Deddy, temen-temen pelaku lainya datang dengan mengendarai motor lalu mengerubungi mobil dan berpura-pura menolong rekannya.

“Penasaran terhadap pengendara motor yang jatuh, istri saya dengan mengendong anak turun dari mobil itu juga disuruh pelaku untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, mobil dibawa kabur sama salah seorang mereka. Lalu orang yang pura-pura ketabrak dan rekan lainnya pergi begitu saja. Jadi mereka semua itu, komplotan untuk rampas mobil kami. Pada saat itu kondisi dijembatan cukup sepi,” papar Deddy.

Mengetahui mobil buatan tahun 2014 yang dibeli cash tersebut telah hilang, Deddy menyebutkan ketika itu istri langsung shock.

“Karena masih dalam keadaan shock pada saat membuat laporan ke Polresta Depok masih belum bisa menceritakan kejadian ke polisi. Namun Rabu malamnya sekitar pukul 23.00 WIB setelah cukup tenang membuat laporan resminya di SPKT Polresta Depok,”bebernya.

Sewaktu membuat laporan, korban ditemani oleh kerabat. Hal tersebut untuk menjaga korban lantaran masih dalam keadaan shock.

“Saat akan membuat laporan resmi istri saya ditemani kerabat kami. Setelah itu baru akhirnya baru membuat laporan resminya.

Deddy menuturkan mobil Toyota Rush tahun 2014 itu dibelinya secara tunai dalam kondisi baru dan bukan secara kredit atau bahkan sedang digadai. Sehingga ia memastikan tidak mungkin pelaku adalah debt collector yang hendak menyita mobilnya.”Mereka pasti komplotan untuk rampas mobil kami,” kata Deddy.

Sementara itu Deddy menambahkan mobilnya dilengkapi dengan sistem GPS, yang diharapkan dari sana polisi bisa melacak keberadaan mobilnya dan membekuk pelaku.

Ia mengatakan di dalam mobil juga terdapat HP istrinya yang turut dibawa kabur pelaku. “Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini dan mobil kami kembali,” ucap Deddy.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Korban sudah laporan Rabu malam. Secara bersamaan penyidik semalam juga masih mengumpulkan data-data karena sebagian surat kendaraan hilang,”tutupnya.

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi : Puluhan aparat dari Polres Tangsel yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Ahmad Alexander Yurikho menggeledah tiga rumah tersangka pembantai Asnadi alias Caling, di Kampung Rawa Lele, Kelurahan Jombang, Ciputat Tangsel, Jum’at (1/12/2017).

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi

Adapun rumah-rumah yang digeledah adalah milik tersangka PGT, 35, CN , 30, dan BLK , 27 , yang terletak hanya sekitar 100 meter dari satu rumah pelaku ke rumah pelaku lainnya.

Dari hasil penggeledahan di rumah PGT, polisi menemukan satu buah senjata tajam jenis golok yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korban yang tinggal masih satu wilayah tersebut.

“Sekitar 10 menit kita lakukan penggeledahan di rumah PGT ditemukan golok yang akan kita cek di laboratorium forensik untuk membuktikan ada tidaknya goresan darah di golok tersebut,” terang Kasat Reskrim.

Beranjak dari rumah PGT, polisi kemudian menggeledah rumah milik CN dan BLK, aktor utama penusukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Namun tidak didapatkan barang bukti yang signifikan yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya.

“Yang bersangkutan juga (BLK) kita lakukan tindakan tegas terukur dengan dua peluru bersarang di kakinya. Namun di dalam kontrakannya tidak kita jumpai hasil yang signifikan. Tetapi proses penyelidikan dengan penggeledahan ulang ini akan cukup, mohon doanya dari masyarakat,” kata Kasat Reskrim.

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up : Tamat sudah aksi Haris (46) di dunia hitam. Residivis kambuhan ini tewas didor tim buser Polsek Batuceper yang menyergapnya di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (26/11/2017).

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up

Spesialis pencuri mobil pick up ini merenggang nyawa usai beraksi di kawasan Batuceper, Kota Tangerang. Selain menembak mati Haris lantaran melawan, polisi juga meringkus Syukur (51). Ia pun dihadiahi timah panas karena kabur.

Kapolsek Batuceper Kompol Robinson Manurung mengatakan, bandit spesialis ini dibekuk beberapa jam setelah mencuri Suzuki Pick Up B 9926 CAG milik Wahyudin Maulana di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, Minggu (26/11/2017) dinihari.

Setelah menerima laporan, tim buser pun bergerak melakukan pengejaran. Hasilnya, mobil pick up warna putih itu diketahui berada di daerah Kampung Sindang Sari, Cabang Bungin, Bekasi, Jawa Barat.

“Disana pelaku tengah membongkar alat pelacak atau GPS,” ungkap Manurung kepada Poskotanews.com, Minggu (26/11/2017).

Rupanya, kedatangan petugas terendus Haris dan Syukur. Kedua penjahat itu kemudian kabur ke pematang sawah. Tak mau kehilangan buruannya, polisi pun melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Bukannya menyerah, Haris malah berbalik dan menyerang polisi dengan pisau sangkurnya. Petugas pun terpaksa mengarahkan moncong revolver ke pelaku. Dor! Haris tersungkur ke sawah. Tubuhnya penuh darah.

“Pelaku (Haris-red) tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Dia mengalami luka tembak di dada, ” ucap Manurung.

Melihat temannya terkapar, Syukur terus mengeluarkan jurus langkah seribu. Penjahat kambuhan ini pun akhirnya tersandung peluru.

“Satu pelaku lain karena luka tembak di betis kaki kanan saat ini masih di rawat di RSUD Kab. Tangerang,” ujar Manurung.

Belakangan diketahui, Haris Cs sudah beraksi sebanyak 20 kali mencuri mobil pick up di wilayah Tangerang. Kendaraan roda empat hasil curian dijual pelaku di daerah Cirebon, Jawa Barat.

“Komplotan ini spesialis pick up. Beraksi sejak tahun 2009 lalu dan pernah di tangkap Polres Metro Tangerang, ” beber Manurung.

Kini, jasad Haris telah dibawa petugas ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati. Sedangkan Syukur kembali harus merasakan dinginnya jeruji benci. Ia dijerat petugas dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Dari pelaku kami menyita mobil pick up hasil curian, pisau dan kunci T,” pungkas Manurung.

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement : Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam bersama pihak kejaksaan negeri Cibinong melakukan pemusnahan barang bukti ganja seberat 2,8 ton.Daun asal Aceh yang membuat fly ini, dimusnahkan karena sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement

Pemusnahan ganja berton-ton ini berlangsung di area PT Indocement sektor 8, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

AKP Andri Alam mengatakan, pemusnahan barang bukti ganja didasarkan pada surat putusan MA Republik Indonesia nomor 378 k / pid.sus/ 2017 tanggal 30 agustus 2017, terkait kasus 2,8 ton ganja dengan terpidana 10 tahun penjara, Taufik Hidayat SH.

Ganja 2,8 ton dimusnahkan di dua titik berbeda yakni pada acara seremonial indor gedung P 06 sektor 8 PT indocement lantai 2.

Kegiatan ceremonial diawali sambutan dari Kajari Cininong, Kapolres Bogor, perwakilan Bupati Bogor, PN Cibinong dan di tutup dengan sambutan Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan serah terima barang bukti dari kepolisian kepada kejaksaan.

Kemudian sesi kedua berlangsung outdoor didalam kawasan pabrik dengan mengunakan alat pemusnah berkapasitas daya pembakaran 1000-1500 derajat Celcius.

“Akses masuk kawasan industri, maksimal 20 orang. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Komjen Budi Waseso,”kata AKP Andri Alam.

Ganja seberat 2,8 ton merupakan hasil temuan oleh security Sentul. Temuan ini, lalu diteruskan ke Kompol Pahyuni, Kapolsek Babakan Madang saat itu.

Kasat Narkoba saat itu, AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi lalu melakukan penyeledikan.

Taufik selaku penyedia truk yang membawa ganja ditangkap. Ia sempat bebas murni saat sidang di PN Cibinong.

Namun banding jaksa penuntut umum, Taufik akhirnya dinyatakan bersalah, dan oleh karena perbuatannya, ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara ditingkat MA.

Sementara pemilik ganja, hingga kini masih belum tertangkap, walau identitasnya, sudah diketahui.

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata : Kawanan perampok bersenjata pistol beraksi di rumah pengusaha jual beli mobil di Dukuh Jatisari Kidul RT. 03-RW.02, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae , Kabupaten Kudus, Jawa-Tengah, Senin (20/11/2017) dinihari.

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata

Korban pasangan suami istri (pasutri) Afrodi,51, dan Ny Masroh,47, dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus karena dianiaya oleh kawanan perampok. Afrodi menderita luka lebam di bahian mata kanannya akibat dipopor menggunakan gagang pistol , sedangkan istrinya ,  Masroh pingsan akibat dipukul palu di kepala bagian belakang .

Para perampok yang diperkirakan berjumlah empat orang kabur setelah mendapatkan uang tunai, perhiasan emas dan sejumlah surat BPKB mobil milik korban .

Perampokan yang dilaporkan ke Polda Jateng terjadi sekitar pukul 02:00 WIB. Kawanan perampok berhasil memasuki rumah korban setelah melompati pagar halaman rumah dan mencongkel jendela . Pasangan suami isteri pengusaha mobil ini terbangun saat mendengar suara gaduh di rumahnya.

Saat keluar kamar, pasangan ini kaget dan ketakutan karena melihat sejumlah orang tak dikenal dengan menggunakan tutup muka sudah berada di dalam rumahnya .Beberapa orang langsung menodongkan pistol dan mengancam akan menembak kedua korban bila berani melawan dan berteriak .

Ditodong pistol, suami isteri ini dipaksa menunjukkan tempatnya menyimpan uang dan perhiasan.Tetapi kedua korban nekad tidak bersedia menunjukkan tempatnya menyimpan uang dan perhiasan . Akibatnya perampok menjadi kalap dan menganiaya keduanya .

Afrodi berpura-pura pingsan saat perampok menghantam mata kanannya dengan gagang pistol, begitu juga dengan NyMasroh yg dipukul palu bagian belakang kepalanya.

Para perampok selanjutnya mengikat kedua kaki dan tangan pasangan ini . Mulut kedunya juga dilakban. Setelah melumpuhkan keduanya , para penjahat mengobrak-abrik seluruh ruangan . Mereka akhirnya mendapatkan uang tunai senilai Rp1,5 juta, sejumlah perhiasan emas dan BPKB sejumlah mobil.

Para perampok kabur menggunakan mobil setelah mendapatkan uang dan perhiasan . Sedang kedua korban akhirnya berhasil melepas lakban dan berteriak-teriak minta pertolongan.

Para tetangga berdatangan ke lokasi kejadian setelah mendengar teriakan korban . Warga cepat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Sejumlah polisipun datang ke lokasi kejadian melakukan pengusutan . Kedua korban yang mengalami luka cukup serius segera dilarikan ke RS Mardi Rahayu . Hingga. Berita ini diturunkan , perampokan tersebut masih dalam pengusutan Polres Kudus.

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen : Entah terpeleset atau bunuh diri belum pasti, wanita paruh baya jatuh dari lantai 38 apartemen di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/11) dan n tewas dengan kondisi kepala pecah dan hampir seluruh bagian tubuhnya patah.

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Nin, 59, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur diketahui akan menyewa salah satu kamar dan tengah mendokumentasikan ruangan yang ada di dalamnya.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Sukadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat korban mengambil beberapa foto di dalam unit yang akan disewanya. “Sudah tiga hari lalu datang untuk melihat, bahkan korban sudah memberikan DP sebesar Rp1 juta kepada pihak pengelola,” katanya, Kamis (16/11).

Menurut Kapolsek, sebelum transaksi tersebut terjadi, pihak pemasaran menawarkan satu unit apartemen yang ada di lantai bawah, namun ditolak. Korban ingin mencari lantai yang paling atas, dengan alasan agar dapat melihat pemandangan. “Kamis (16/11) korban datang lagi ke apartemen dan minta diantarkan untuk melihat-lihat unit yang ada di lantai 38 tersebut,” ujarnya.

Pihak pemasaran yang ada, mengantarkan korban ke lantai 38 untuk melihat beberapa sudut kamar, beberapa saat kemudian korban minta untuk ditinggalkan. Namun, baru tiga menit ditinggal, petugas bagian pemasaran atas nama Imelda, 48, mendengar suara orang jatuh dari balkon. “Dugaan kami korban melakukan aksi bunuh diri. Namun semua masih akan didalami lebih lanjut,” ujar Sukadi.

Kapolsek juga mengaku, setelah ditelusuri, menurut keterangan suaminya, korban tidak punya masalah rumah tangga, bahkan keluarganya baik-baik saja. Namun, korban memiliki riwayat penyakit susah tidur, sehingga setiap malam harus mengonsumsi obat tidur. “Dari keterangan keluarga, korban juga mengaku tidak ingin keluarga direpotkan dengan kondisinya saat ini. Pihak keluarga juga tak mengetahui korban menyewa apartemen,” ungkapnya.