Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak : Seorang ibu rumah tangga menjadi korban perampasan mobil di sekitar jembatan Grand Depok City (GDC), Jalan Boulevard, Pancoranmas, Kota Depok, Rabu (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Ni Nyoman Cinta Triana (32), warga Cilodong, kehilangan mobil putih B 1940 EKZ saat dalam perjalanan pulang usai menjenguk temannya di RS Hermina Depok. Dengan modus berpura-pura ketabrak , mobil yang dikendarai oleh Triana langsung dibawa kabur pelaku.

Menurut Deddy Arfian Abu Ibra, suami korban, istrinya dikerumunin lima orang diduga pelaku dengan mengendarai empat motor. Pada saat kejadian istri hanya berdua bersama anak bungsunya dari tiga bersaudara masih balita.

“Saat itu istri yang mengendarai mobil, sedangkan anak saya yang bungsu sedang duduk dalam mobil. Sebelum kejadian istri baru jenguk temannya yang sakit di RS Hermina, dalam perjalanan pulang arah ke rumah,”ujarnya kepada Poskota, Kamis (7/12).

Setelah itu korban melintas di Jalan Boulevard tepatnya di jembatan GDC, ada dua orang berboncengan motor menyalip mobil korban lalu diduga berpura-pura tertabrak mobil dan terjatuh depan mobil.

“Sontak mobil yang dikendarai istri saya waktu itu melihat depan kendarannya ada motor terjatuh seperti tertabrak lalu langsung berhenti,”kata pria ini.

Berselang beberapa menit kemudian, lanjut Deddy, temen-temen pelaku lainya datang dengan mengendarai motor lalu mengerubungi mobil dan berpura-pura menolong rekannya.

“Penasaran terhadap pengendara motor yang jatuh, istri saya dengan mengendong anak turun dari mobil itu juga disuruh pelaku untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, mobil dibawa kabur sama salah seorang mereka. Lalu orang yang pura-pura ketabrak dan rekan lainnya pergi begitu saja. Jadi mereka semua itu, komplotan untuk rampas mobil kami. Pada saat itu kondisi dijembatan cukup sepi,” papar Deddy.

Mengetahui mobil buatan tahun 2014 yang dibeli cash tersebut telah hilang, Deddy menyebutkan ketika itu istri langsung shock.

“Karena masih dalam keadaan shock pada saat membuat laporan ke Polresta Depok masih belum bisa menceritakan kejadian ke polisi. Namun Rabu malamnya sekitar pukul 23.00 WIB setelah cukup tenang membuat laporan resminya di SPKT Polresta Depok,”bebernya.

Sewaktu membuat laporan, korban ditemani oleh kerabat. Hal tersebut untuk menjaga korban lantaran masih dalam keadaan shock.

“Saat akan membuat laporan resmi istri saya ditemani kerabat kami. Setelah itu baru akhirnya baru membuat laporan resminya.

Deddy menuturkan mobil Toyota Rush tahun 2014 itu dibelinya secara tunai dalam kondisi baru dan bukan secara kredit atau bahkan sedang digadai. Sehingga ia memastikan tidak mungkin pelaku adalah debt collector yang hendak menyita mobilnya.”Mereka pasti komplotan untuk rampas mobil kami,” kata Deddy.

Sementara itu Deddy menambahkan mobilnya dilengkapi dengan sistem GPS, yang diharapkan dari sana polisi bisa melacak keberadaan mobilnya dan membekuk pelaku.

Ia mengatakan di dalam mobil juga terdapat HP istrinya yang turut dibawa kabur pelaku. “Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini dan mobil kami kembali,” ucap Deddy.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Korban sudah laporan Rabu malam. Secara bersamaan penyidik semalam juga masih mengumpulkan data-data karena sebagian surat kendaraan hilang,”tutupnya.

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi : Puluhan aparat dari Polres Tangsel yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Ahmad Alexander Yurikho menggeledah tiga rumah tersangka pembantai Asnadi alias Caling, di Kampung Rawa Lele, Kelurahan Jombang, Ciputat Tangsel, Jum’at (1/12/2017).

Rumah Pembunuh Ormas Digeledah Oleh Puluhan Polisi

Adapun rumah-rumah yang digeledah adalah milik tersangka PGT, 35, CN , 30, dan BLK , 27 , yang terletak hanya sekitar 100 meter dari satu rumah pelaku ke rumah pelaku lainnya.

Dari hasil penggeledahan di rumah PGT, polisi menemukan satu buah senjata tajam jenis golok yang diduga digunakan oleh pelaku untuk menghabisi nyawa korban yang tinggal masih satu wilayah tersebut.

“Sekitar 10 menit kita lakukan penggeledahan di rumah PGT ditemukan golok yang akan kita cek di laboratorium forensik untuk membuktikan ada tidaknya goresan darah di golok tersebut,” terang Kasat Reskrim.

Beranjak dari rumah PGT, polisi kemudian menggeledah rumah milik CN dan BLK, aktor utama penusukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Namun tidak didapatkan barang bukti yang signifikan yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya.

“Yang bersangkutan juga (BLK) kita lakukan tindakan tegas terukur dengan dua peluru bersarang di kakinya. Namun di dalam kontrakannya tidak kita jumpai hasil yang signifikan. Tetapi proses penyelidikan dengan penggeledahan ulang ini akan cukup, mohon doanya dari masyarakat,” kata Kasat Reskrim.

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up : Tamat sudah aksi Haris (46) di dunia hitam. Residivis kambuhan ini tewas didor tim buser Polsek Batuceper yang menyergapnya di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (26/11/2017).

Tamat Sudah Aksi Spesialis Pencuri Mobil Pick Up

Spesialis pencuri mobil pick up ini merenggang nyawa usai beraksi di kawasan Batuceper, Kota Tangerang. Selain menembak mati Haris lantaran melawan, polisi juga meringkus Syukur (51). Ia pun dihadiahi timah panas karena kabur.

Kapolsek Batuceper Kompol Robinson Manurung mengatakan, bandit spesialis ini dibekuk beberapa jam setelah mencuri Suzuki Pick Up B 9926 CAG milik Wahyudin Maulana di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, Minggu (26/11/2017) dinihari.

Setelah menerima laporan, tim buser pun bergerak melakukan pengejaran. Hasilnya, mobil pick up warna putih itu diketahui berada di daerah Kampung Sindang Sari, Cabang Bungin, Bekasi, Jawa Barat.

“Disana pelaku tengah membongkar alat pelacak atau GPS,” ungkap Manurung kepada Poskotanews.com, Minggu (26/11/2017).

Rupanya, kedatangan petugas terendus Haris dan Syukur. Kedua penjahat itu kemudian kabur ke pematang sawah. Tak mau kehilangan buruannya, polisi pun melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Bukannya menyerah, Haris malah berbalik dan menyerang polisi dengan pisau sangkurnya. Petugas pun terpaksa mengarahkan moncong revolver ke pelaku. Dor! Haris tersungkur ke sawah. Tubuhnya penuh darah.

“Pelaku (Haris-red) tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Dia mengalami luka tembak di dada, ” ucap Manurung.

Melihat temannya terkapar, Syukur terus mengeluarkan jurus langkah seribu. Penjahat kambuhan ini pun akhirnya tersandung peluru.

“Satu pelaku lain karena luka tembak di betis kaki kanan saat ini masih di rawat di RSUD Kab. Tangerang,” ujar Manurung.

Belakangan diketahui, Haris Cs sudah beraksi sebanyak 20 kali mencuri mobil pick up di wilayah Tangerang. Kendaraan roda empat hasil curian dijual pelaku di daerah Cirebon, Jawa Barat.

“Komplotan ini spesialis pick up. Beraksi sejak tahun 2009 lalu dan pernah di tangkap Polres Metro Tangerang, ” beber Manurung.

Kini, jasad Haris telah dibawa petugas ke kamar mayat RS Polri Kramat Jati. Sedangkan Syukur kembali harus merasakan dinginnya jeruji benci. Ia dijerat petugas dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Dari pelaku kami menyita mobil pick up hasil curian, pisau dan kunci T,” pungkas Manurung.

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement : Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam bersama pihak kejaksaan negeri Cibinong melakukan pemusnahan barang bukti ganja seberat 2,8 ton.Daun asal Aceh yang membuat fly ini, dimusnahkan karena sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

Ganja Sebanyak 2,8 Ton Dimusnahkan Di Area Indocement

Pemusnahan ganja berton-ton ini berlangsung di area PT Indocement sektor 8, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

AKP Andri Alam mengatakan, pemusnahan barang bukti ganja didasarkan pada surat putusan MA Republik Indonesia nomor 378 k / pid.sus/ 2017 tanggal 30 agustus 2017, terkait kasus 2,8 ton ganja dengan terpidana 10 tahun penjara, Taufik Hidayat SH.

Ganja 2,8 ton dimusnahkan di dua titik berbeda yakni pada acara seremonial indor gedung P 06 sektor 8 PT indocement lantai 2.

Kegiatan ceremonial diawali sambutan dari Kajari Cininong, Kapolres Bogor, perwakilan Bupati Bogor, PN Cibinong dan di tutup dengan sambutan Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan serah terima barang bukti dari kepolisian kepada kejaksaan.

Kemudian sesi kedua berlangsung outdoor didalam kawasan pabrik dengan mengunakan alat pemusnah berkapasitas daya pembakaran 1000-1500 derajat Celcius.

“Akses masuk kawasan industri, maksimal 20 orang. Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Komjen Budi Waseso,”kata AKP Andri Alam.

Ganja seberat 2,8 ton merupakan hasil temuan oleh security Sentul. Temuan ini, lalu diteruskan ke Kompol Pahyuni, Kapolsek Babakan Madang saat itu.

Kasat Narkoba saat itu, AKP Yuni Purwanti Kusuma Dewi lalu melakukan penyeledikan.

Taufik selaku penyedia truk yang membawa ganja ditangkap. Ia sempat bebas murni saat sidang di PN Cibinong.

Namun banding jaksa penuntut umum, Taufik akhirnya dinyatakan bersalah, dan oleh karena perbuatannya, ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara ditingkat MA.

Sementara pemilik ganja, hingga kini masih belum tertangkap, walau identitasnya, sudah diketahui.

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata : Kawanan perampok bersenjata pistol beraksi di rumah pengusaha jual beli mobil di Dukuh Jatisari Kidul RT. 03-RW.02, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae , Kabupaten Kudus, Jawa-Tengah, Senin (20/11/2017) dinihari.

Pasangan Pasutri Pengusaha Dianiaya Kawanan Perampok Bersenjata

Korban pasangan suami istri (pasutri) Afrodi,51, dan Ny Masroh,47, dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus karena dianiaya oleh kawanan perampok. Afrodi menderita luka lebam di bahian mata kanannya akibat dipopor menggunakan gagang pistol , sedangkan istrinya ,  Masroh pingsan akibat dipukul palu di kepala bagian belakang .

Para perampok yang diperkirakan berjumlah empat orang kabur setelah mendapatkan uang tunai, perhiasan emas dan sejumlah surat BPKB mobil milik korban .

Perampokan yang dilaporkan ke Polda Jateng terjadi sekitar pukul 02:00 WIB. Kawanan perampok berhasil memasuki rumah korban setelah melompati pagar halaman rumah dan mencongkel jendela . Pasangan suami isteri pengusaha mobil ini terbangun saat mendengar suara gaduh di rumahnya.

Saat keluar kamar, pasangan ini kaget dan ketakutan karena melihat sejumlah orang tak dikenal dengan menggunakan tutup muka sudah berada di dalam rumahnya .Beberapa orang langsung menodongkan pistol dan mengancam akan menembak kedua korban bila berani melawan dan berteriak .

Ditodong pistol, suami isteri ini dipaksa menunjukkan tempatnya menyimpan uang dan perhiasan.Tetapi kedua korban nekad tidak bersedia menunjukkan tempatnya menyimpan uang dan perhiasan . Akibatnya perampok menjadi kalap dan menganiaya keduanya .

Afrodi berpura-pura pingsan saat perampok menghantam mata kanannya dengan gagang pistol, begitu juga dengan NyMasroh yg dipukul palu bagian belakang kepalanya.

Para perampok selanjutnya mengikat kedua kaki dan tangan pasangan ini . Mulut kedunya juga dilakban. Setelah melumpuhkan keduanya , para penjahat mengobrak-abrik seluruh ruangan . Mereka akhirnya mendapatkan uang tunai senilai Rp1,5 juta, sejumlah perhiasan emas dan BPKB sejumlah mobil.

Para perampok kabur menggunakan mobil setelah mendapatkan uang dan perhiasan . Sedang kedua korban akhirnya berhasil melepas lakban dan berteriak-teriak minta pertolongan.

Para tetangga berdatangan ke lokasi kejadian setelah mendengar teriakan korban . Warga cepat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Sejumlah polisipun datang ke lokasi kejadian melakukan pengusutan . Kedua korban yang mengalami luka cukup serius segera dilarikan ke RS Mardi Rahayu . Hingga. Berita ini diturunkan , perampokan tersebut masih dalam pengusutan Polres Kudus.

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen : Entah terpeleset atau bunuh diri belum pasti, wanita paruh baya jatuh dari lantai 38 apartemen di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/11) dan n tewas dengan kondisi kepala pecah dan hampir seluruh bagian tubuhnya patah.

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Nin, 59, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur diketahui akan menyewa salah satu kamar dan tengah mendokumentasikan ruangan yang ada di dalamnya.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Sukadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat korban mengambil beberapa foto di dalam unit yang akan disewanya. “Sudah tiga hari lalu datang untuk melihat, bahkan korban sudah memberikan DP sebesar Rp1 juta kepada pihak pengelola,” katanya, Kamis (16/11).

Menurut Kapolsek, sebelum transaksi tersebut terjadi, pihak pemasaran menawarkan satu unit apartemen yang ada di lantai bawah, namun ditolak. Korban ingin mencari lantai yang paling atas, dengan alasan agar dapat melihat pemandangan. “Kamis (16/11) korban datang lagi ke apartemen dan minta diantarkan untuk melihat-lihat unit yang ada di lantai 38 tersebut,” ujarnya.

Pihak pemasaran yang ada, mengantarkan korban ke lantai 38 untuk melihat beberapa sudut kamar, beberapa saat kemudian korban minta untuk ditinggalkan. Namun, baru tiga menit ditinggal, petugas bagian pemasaran atas nama Imelda, 48, mendengar suara orang jatuh dari balkon. “Dugaan kami korban melakukan aksi bunuh diri. Namun semua masih akan didalami lebih lanjut,” ujar Sukadi.

Kapolsek juga mengaku, setelah ditelusuri, menurut keterangan suaminya, korban tidak punya masalah rumah tangga, bahkan keluarganya baik-baik saja. Namun, korban memiliki riwayat penyakit susah tidur, sehingga setiap malam harus mengonsumsi obat tidur. “Dari keterangan keluarga, korban juga mengaku tidak ingin keluarga direpotkan dengan kondisinya saat ini. Pihak keluarga juga tak mengetahui korban menyewa apartemen,” ungkapnya.

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra : Semakin banyaknya pengendara yang terjaring Operasi Zebra 2017 menunjukkan masih rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalulintas. Selama lima hari digelar operasi,   tercatat sudah 49.029 pengendara yang terkena razia.

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra

Dari total 49.029 kendaraan yang ditilang tersebut diperoleh rincian 44.574 kendaraan dikenakan tilang sedangkan sisanya sebanyak 4.455 hanya mendapat teguran.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra,  mengatakan  dari puluhan ribu pelanggar masih didominasi oleh kendaran roda dua atau sepeda motor sebanyak 29.832, disusul mobil penumpang 11.666, kemudian mobil barang 2.549, dan mobil bus 572.

Pelanggaran terbanyak yang dilanggat oleh pengendaran sepeda motor adalah melawan arus dengan total 5.837 pengendara, kemudian melanggar rambu berhenti atau parkir sebanyak 4.917, dan melanggar marka berhenti 4.478 pengendara.

Sementara untuk roda empat atau lebih, paling banyak melakukan pelanggaran rambu berhenti dan parkir tercatat ada 3.165 kendaraan, disusul pelanggaran marka berhenti 2.292, dan kendaraan dengan muatan berlebih sebanyak 1.698.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada 2016 ada kenaikan sebesar 45 persen dimana ada 33,930 kami tilang saat lima hari menggelar Operasi Zebra,” kata Halim saat dikomfirmasi, Senin, (6/11/2017).

Menurut Halim, pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra 2017 paling banyak dilakukan oleh pengemudi yang berstatus sebagai karyawan swasta dengan jumlah 27.657, ke-dua adalah sopir pribadi sebanyak 6.995, dan pelajar atau mahasiswa 6.218 pelanggar.

Para pelanggar rata-rata berusia antara 31 tahun sampai 35 tahun yang tercatat ada 11.276 orang. Sedangkan usia 36-40 sebanyak 10.058, dan usia pelanggar 26 sampai 30 tahun ada 7.778 pelanggar.

“Meskipun masih ada juga pelanggar yang sudah berusia paruh baya tercatat dari usia 56 sampai 60 tahun itu ada 2.133 pelanggar,” tandasnya.

Sementara Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pelanggar terbanyak didominasi oleh kendaraan roda dua karena hingga saat ini mayoritas pengguna jalan adalah sepeda motor. “Jumlah pelanggaran itu 70 persen roda dua,” kata Budiyanto.

Selain itu, pengendara motor juga penyumbang terbanyak insiden kecelakaan lalu lintas dijalan dengan presentase 70 persen dibanding kendaraan lain.

“Sepeda motor pertama, didesain bukan untuk kecepatan tinggi. Bukan untuk jarak jauh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Operasi Zebra kali ini digelar selama dua pekan terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 November 2017. Razia kendaraan ini digelar serentak di seluruh Indonesia.

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian : Seorang terduga pencuri, Andi Alamsyah alias Galing alias Brendel tewas setelah dada bagian kirinya terkena timah panas petugas Satreskrim Polrestabes Bandung, Jawa Barat.

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian

Galing terpaksa ditembak lantaran melawan petugas ketika dalam perjalanan menuju Mapolrestabes Bandung. Belakangan diketahui bahwa Galing merupakan pencuri kawakan yang telah beraksi di sejumlah tempat di Kota Bandung.

Terakhir, dia melakukan aksinya pada Jumat, 20 Oktober di depan Toko Rama Shinta, Jalan Astina, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Bandung. Saat itu dia merampas telepon seluler milik salah seorang karyawan.

“Setelah satu minggu dilakukan penyelidikan, tim dari Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap tersangka. Pada saat perjalanan menuju Mapolrestabes Bandung, tersangka melawan sehingga ditembak dan mengenai dada sebelah kiri. Tersangka meninggal dunia pada saat perjalanan menuju rumah sakit,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Disebutkan Yusri, aksi tersangka menjadi v​iral di media sosial, satunya melalui instagram “Info Bandung Raya” yang diupload oleh korban. “ Tujuh orang yang pernah menjadi korban tersangka datang ​​ untuk mengucapkan terima kasih atas kecepatan kepolisian merespon berita di ​m​edsos,” paparnya.

Disita barang bukti berupa lima bilah pisau warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol D-2013-YXX, sebuah helm warna, KTP atas nama Andi Alamsyah, sebuah dompet, dan dua unit handpone.

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88 : Tim Densus 88 anti-teror masih mengejar Iqbal dan Nandar, dua terduga teroris yang melarikan diri saat kontak senjata di Gunung Rotr Asakota, Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/10) kemarin. Dua teroris tewas diberondong peluru saat terjadi baku tembak dalam penggerebekan tersebut.

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto Selasa (31/10) mengatakan, terduga teroris yang diketahui bernama Amir alias Dance dan Yaman.

Mereka merupakan kelompok teroris Jamaah Ansoru Tauhid (JAT) yang terkait dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau kelompok Santoso. “Dua orang masih di sekitar gunung itu. Kemungkinan tipis ya (melarikan diri terlalu jauh). Karena itu daerah pegunungan. Mereka pasti bertahan hidup di situ,” tuturnya.

Mantan Wakabaintelkam Polri ini mengimbau agar Iqbal dan Nandar menyerahkan diri kepada Polisi. “Ya pasti lah kita harapkan mereka menyerah. Kemudian menyerahkan diri ke kepolisian setempat, pasti akan diperlakukan baik. Tapi kalau mereka melawan, apa boleh buat,” ujarnya.

Salah satu barang bukti yang diamankan adalah dua pucuk senjata rakitan, 20 butir peluru kaliber 5,56, u butir peluru kaliber 38 dan 2 butir peluru kaliber 9 mm. Senjata yang digunakan oleh terduga teroris merupakan senjata rakitan yang tergolong aneh.

Setyo mengatakan, terdapat sejumlah keanehan pada senjata rakitan itu. Pertama, senjata rakitan ini menggunakan baut pintu. Yang lebih aneh lagi, senjata yang berbentuk seperti pistol dan ukurannya pendek itu bisa menggunakan berbagai macam jenis peluru. Mulai peluru untuk pistol, peluru untuk revolver dan peluru untuk jenis senjata laras panjang.

“Bisa masuk peluru macam-macam. Peluru kaliber 5,56 itu sebenarnya untuk senjata laras panjang, untuk senapan. Adanya 38 untuk revolver. Yang 9 mm untuk pistol,” ujarnya.

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian : Sabu seberat 100 kilogram, disembunyikan di alat berat forklif di satu gudang di Tangerang. Namun, keberadaannya tercium opeh aparat kepolisian.

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Polisi pun bertindak cepat, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar penyimpanan 100 kg narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam sebuah ruko Otopart di Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, Jumat (27/10) malam.

Le (45) yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut turut diamankan saat proses penggerebekan. Sabu itu disembunyikan di forklif dengan maksud untuk mengelabuhi petugas, namun keberadaannya tercium aparat

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan yang memimpin langsung jalannya penggerebekan belum bisa merinci jumlah pasti sabu yang sudah dikemas dalam beberapa paket tersebut, dugaan sementara berkisar 100 kg.

“Untuk jumlah barang bukti saya belum bisa pastikan jumlahnya, sebab masih kami lakukan penghitungan,” kata Suwondo di Jakarta, Sabtu, (28/10/2017).

Saat dilakukan penggerebekan, sabu tersebut disembunyikan dalam dua unit kendaraan forklift atau alat berat pengangkat barang dengan maksud untuk mengelabui petugas.

Hingga Sabtu pagi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terus melakukan penyisiran disekitar lokasi untuk mencari barang bukti lain dan melakukan pendataan. “Untuk jumlahnya kami belum bisa sampaikan persisnya. Nanti akan segera dirilis ya,” pungkasnya.