Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba

Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba : Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Abrar Tuntalanai, mengatakan narkoba yang beredar di tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, berasal dari Mami Pemandu Lagu (PL).

Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia NarkobaTempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba

“Setelah 14 wanita PL diperiksa, hasil pengakuan mereka sementara ini, mengkonsumsi narkoba dari pengunjung laki-laki yang minta didampingi saat menyanyi (karaoke),”kata Abrar Tuntalanai.

Sementara hasil pengakuan tujuh pengunjung laki-laki yang kita amankan, lebih lanjutan kata Abrar Tuntalanai, mereka mendapatkan membeli narkoba dari Mami PL.

“Dari hasil pengakuan tersebut, kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap Mami sesuai dengan yang dimaksud pengunjung tersebut,”ujarnya.

Mengenai tindak lanjut penanganan terhadap 14 wanita pemandu lagu dan 7 laki-laki pengunjung tempat hiburan malam itu, tambah Abrar Tuntalanai, pihaknya akan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, untuk dilakukan rehabilitasi (rehab) dan asesment terhadap 14 wanita PL dan 7 laki-laki pengunjung hiburan malam.

Terbukti  positif, sebanyak 21 orang, diantaranya  14 wanita pemandu lagu (PL) dan 7 pria pengunjung tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon, di Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, digelandang petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung, ke Markas Ditresnarkoba Polda Lampung, pada Kamis (28/9) sekitar pukul 03.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Abrar Tuntalanai membenarkan, pihaknya telah berhasil menjaring 21 orang, dari dua tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon.

“Sebanyak 14 wanita dan 7 pria, dibawa ke markas karena hasil tes urinenya positif,”kata Abrar Tuntalanai, saat di Markas Diresnarkoba Polda Lampung.

Menurut pak Haji panggilan akrab Diresnarkoba Polda Lampung, ini merupakan operasi rutin untuk menekan maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Lampung.

“Dalam operasi, kita melibatkan seluruh personel Diresnarkoba, Paminal (Provos) dan Sabhara Polda Lampung yang seluruhnya berjumlah 96 personel,”ujarnya.

Mengenai tindak lanjut terhadap 21 orang tersebut, setelah didata dan dilakukan pemeriksaan, selanjutnya akan dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, untuk di rehabilitasi (Rehab).

“Jika hasil pemeriksaan nanti ada yang terindikasi, sebagai pengedar atau kurir narkoba akan kita kembangkan,”jelasnya.

Abrar menambahkan, untuk sementara ini 21 orang tersebut, baru menjalani tes urine saja dan belum diketahui kejelasan hasilnya. “Itu baru tes urine saja yang positif, jadi kita belum tahu apakah urine 21 orang tersebut  mengandung Amphetamin atau tidak,”imbuhnya.

Polisi Menembak Mati Dua Pembunuh Dan Perampok Taksi Grab

Polisi Menembak Mati Dua Pembunuh Dan Perampok Taksi Grab : Tim gabungan Polsek Medan Baru dan Polsek Medan Kota menembak mati dua pelaku perampok dan pembunuh sopir Tidaksi Online Grab David Julher Simanjuntidak, 45, penduduk Jalan Kemiri, Gang Harjo, Medan, Sumatera Utara Senin (25/9).

Polisi Menembak Mati Dua Pembunuh Dan Perampok Taksi Grab

“Jenajah Ari dan Rizky, penduduk Medan kini berada di RS Bhayangkara Medan . Kasus ini terjelas di Jalan Pandu Medan,”kata Kapolsek Medan Kota Kompol M Tobing.

Disebutkan Tobing, kedua pelaku dalam aksinya sempat mencatut nama institusi Teratai Putih (Gegana Brimob).

Awal terjelas, setelah petugas mengetahui keberadaan pelaku. Lalu, polisi mengejar mobil pelaku hingga ke Jalan Pandu.

Naas, mobil pelaku menabrak pohon. Kemuddian polisi melepaskan tembakan peringatan. Namun, tembakan tersebut tidak dihiraukan pelaku. Polisi akhirnya menembak mati pelaku Ari yang berusaha menyerang polisi dengan senjata tajam.

Begitu juga, pelaku Rizky, tidak mau menyerah dan berusaha kabur sambil berusaha merebut pistol polisi. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku Rizky.

Kemuddian, jenajah kedua pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Dari dalam mobil pelaku, polisi menemukan harta benda sang korban.

David Simanjuntidak, dibunuh perampok. Lalu, mayatnya ditemukan oleh seorang satpam di drainase indekos elite Jalan Sampurna, Medan, Minggu (24/9) dini hari.

Kondisi sang korban saat ditemukan mengenaskan. Terdapat 26 tusukan benda tajam di sekujur tubuh sang korban. Selain membunuh sang korban, pelaku membawa kabur mobil serta harta benda sang korban .

Perampok Membunuh Pengemudi Ojek Online Di Medan

Perampok Membunuh Pengemudi Ojek Online Di Medan : Aksi perampokan di Kota Medan semakin mengganas. Ridwan Limbong,34, sopir Grab Bike, tewas ditikami kawanan perampok saat melintas di Jalan Juanda, dekat Hotel Pardede, Medan, Sumatera Utara Sabtu (23/9).

Perampok Membunuh Pengemudi Ojek Online Di Medan

Pelaku empat orang. Namun, disebut-sebut satu pelaku berinisdial MD,24, sudah ditangkap.

Sebelum tewas dirampok, korban yang kebetulan mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 2132 AHC hendak menjemput penumpang sekitar pukul 04.00 Wib. Saat melintas di lokasi kejaddian, empat pelaku menghentikan sepeda motor korban.

Korban berterdiak minta tolong saat sepeda motornya hendak dibawa pelaku. Warga yang mengetahui kejaddian itu datang ke lokasi.

Namun, karena panik pelaku menikam tubuh korban dengan pisau. Satu pelaku dibekuk warga. Sementara pelaku lainnya langsung kabur.

Korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Namun, karena mengalami luka serius korban meninggal dundia sebelum tiba di rumah sakit.

Kapolsek Medan Baru Kompol Hendra ET belum bisa memberikan keterangan secara rinci. Pihak kepolisdian masih memburu tiga pelaku lain.

Di rumah duka Jalan Palem IX, Helvetdia, Medan, ibu korban bernama Sasmita Simanjuntidak,56, mengaku sudah melarang puteranya untuk keluar rumah pada malam hari.

Begitu juga isteri korban bernama Betti, menangis histeris ditinggalkan suaminya.

“Kami punya dua anak. Satu lagi anak kami yang paling besar namanya Bintang Limbong. Umurnya masih empat tahun,” isak Betti.

“Suami saya tewas ditikam perampok karena mencoba mempertahankan sepeda motornya,”ucap Betti.

Terpaksa Ditembak Saat Hendak Ditangkap, Sang Pembantai Dukun

Terpaksa Ditembak Saat Hendak Ditangkap, Sang Pembantai Dukun : Tersangka pembantai dukun di Pekalongan, Jawa-Tengah roboh ditembak , Rabu(20/9) . Eko Budiono,27, yang sempat kabur ke hutan disergap Tim Buser Polres Pekaongan di tempat persembunyiannya di kawasan Kandang Panjang, Kota Pekalongan.

Terpaksa Ditembak Saat Hendak Ditangkap, Sang Pembantai Dukun

Seperti diberitakan, Eko melarikan diri ke hutan dekat rumahnya setelah membacok tetangganya, Sugeng alias Mbah Jaya yang dituduh telah menyantet ayahnya hingga sakit tak kunjung sembuh .

Menurut laporan Polres Pekalongan , enangkapan pelaku berkat informasi yang diberikan olah kedua orangtuanya. Eko terpaksa ditembak kaki kanannya karena berupaya kabur dan melawan saat akan ditangkap .

Eko , kabur masuk hutan di dekat rumahnya bersama kedua orang tuanya setelah membunuh korban yang masih tetangganya sendiri , Selasa pagi(19/9) . Tetapi polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan kedua orang pelaku , sedang Eko sendiri berhasil lolos .

Kedua orang tua pelaku diamankan polisi untuk menghindari amuk warga. “Ibu pelaku memberikan informasi bahwa pelaku punya kenalan dekat di daerah Kandang Panjang, Kota Pekalongan.

Berdasarkan informasi inilah polisi bergerak cepat memburu pelaku ke lokasi yang disebut orang tua Eko

Saat dilakukan pengintaian di rumah rekan pelaku, pelaku ternyata ada di dalam rumah milik Tawali.

Saat polisi datang , pelaku sedang tertidur di lantai atas rumah rekannya .Meski tak memberikan perlawanan saat ditangkap, namun Eko membuat petugas sempat kesulitan.

Saat diminta menunjukkan barang bukti parang yang digunakan membacok korban, Eko berbelit. Tak hanya itu, Eko berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa melumpuhkan pelaku pembunuhan sadis itu dengan tembakan . Eko tersungkur setelah betis kaki kanannya ditembus timah panas petugas .

Dalam kondisi luka tembak , Eko digelandang ke Mapolres Pekalongan untuk menjalani pemeriksaan .

Eko Budiono adalah pelaku tunggal pembunuhan terhadap Sugeng ,55, seorang dukun , warga Desa Tembelangunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Selasa . Korban tewas dihujani bacokan parang hanya gara-gara dituduh telah menyantet ayah pelaku hingga sakit tak kunjung sembuh.

Seorang Pria WNA Dan Pacarnya Dipalak Karena Dinilai Berbuat Maksiat

Seorang Pria WNA Dan Pacarnya Dipalak Karena Dinilai Berbuat Maksiat : Kepergok sedang berciuman dengan teman wanita di mobil, seorang pria WNA dipalak dan diteriaki. Takut dikeroyok oleh para warga, sejoli ini kabur hingga menabrak dua pengendara motor di daerah Rawa Belong, Jakbar.

Seorang Pria WNA Dan Pacarnya Dipalak Karena Dinilai Berbuat Maksiat

Kedua pria pengendara motor yang ditabrak alhasil mengalami luka-luka dan dilarikan warga ke rumah sakit. Sedangkan James, 34, dan teman wanitanya June, 37, telah diamankan di Mapolsek Palmerah sebelum diserahkan ke Direktorat Intelkam Pengawasan Orang Asing (POA) Polda Metro Jaya.

Di hadapan Kapolsek Palmerah yakni Kompol Armunanto Hutahean, James menolak dituding sedang berbuat mesum. “Saya sedang di mobil, malah diperas sekelompok pemuda. Karena permintaannya tidak dipenuhi, saya dituding berbuat maksiat. Mereka sehingga menggedor-gedor mobil. Saya takut berusaha kabur, tapi dikejar-kejar,” kata James yang ditirukan oleh pihak kapolsek.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 22:30 itu, berawal James dan June ketangkap basah sedang berciuman di mobil Toyota Innova yang sedang diparkir di tepi Joglo, Kembangan, Jakbar. Seorang pemuda lalu menggedor pintu mobil, menyuruh James untuk membuka kaca. Pemuda itu lantas meminta sejumlah uang. “Lantaran tidak mau ribut, James menyodorkan selembar uang pecahan Rp100.000,” kata pihak kapolsek.

Pemuda tersebut kemudian pergi, tapi tidak lama dia pun datang lagi. Kali ini bersama dua rekannya dan meminta uang sejumlah Rp500.000, namun permintaan itu ditolak oleh James.

Seketika ketiga pemuda ini berteriak, “Ada orang bule sedang mesum di mobil. Ini mobilnya! Usir mereka! Jangan sampai lingkungan kita jadi tempat maksiat,“ teriak satu pemuda tersebut sambil menggedor-gedor mobil James.

Diteriaki seperti itu membuat James gelagapan. Dia bergegas untuk menghidupkan mesin mobil lalu tancap gas kabur. Tapi, beberapa warga mengejar dengan mengendarai motor. James semakin ketakutan dan memacu kendaraan menjadi lebih kencang. Saat di tikungan kawasan Rawa Belong, Palmerah, mobilnya harus menabrak dua pengendara motor.

Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman

Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman : Amnesty International Indonesia tidak setuju dengan adanya imbauan untuk penembakan mati terhadap para bandar narkoba di Indonesia. Hal itu dinilai tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh Presiden Filipina yakni Rodrigo Duterte yang garang dan tidak sungkan habisi para bandar dan pengedar narkoba di negaranya. Belakangan Duterte dikritik karena kebijakan kacamata kudanya yang memakan banyak korban tanpa memperoleh peradilan itu.

Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman

“Penegakan seperti di Filipina bukanlah contoh yang tepat untuk bisa diikuti oleh pemerintah Indonesia,” jelas Direktur Amnesty International Indonesi yakni Usman Hamid saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 8 September 2017.

Usman menganggap bahwa kebijakan itu tersebut merupakan kebijakan yang keliru serta kurang mengedapankan aspek penegakan hukum. Menurut Usman, dalam mengedepankan proses penegakan hukum, ada banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari mengumpulkan keterangan saksi, dokumen, foto, video, dan serta ada banyak kemampuan investigasi yang dimiliki penegak hukum itu sendiri.

“Yang sebenarnya harus lebih diutamakan ketimbang peluru atau senjata,” katanya.

Mantan Koordinator dari KontraS itu pun mengatakan, siapa saja yang disangka melakukan kejahatan tentang peredaran narkotika harus diseret ke pengadilan dan negara harus bisa membuktikan kesalahan dari orang tersebut.

“Untuk memastikan bahwa proses penghukuman itu benar-benar tidak mengalami kesalahan,” tambahnya.

Hal itu disampaikan Usman menyusul dengan beberapa kejadian penembakan mati yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan himbauan tembak mati bandar narkoba ini juga pernah dikemukakan langsung oleh Kapolri Tito Karnavian khususnya terhadap bandar asing yang menjadikan Indonesia sebagai pasar untuk mengedarkan narkoba. Soal tembak mati ini juga pernah dikemukakan oleh Kepala BNN yakni Budi Waseso.

Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah

Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah : Pihak kepolisian masih terus berusaha memburu kawanan perampok yang sempat meresahkan warga di kawasan daerah Palmerah, Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat yakni AKBP Andi Adnan memberikan penyataan penyidikan terhadap kasus itu masih terus mereka lakukan dengan meminta keterangan dari para korban dan saksi.

Polisi Membentuk Tim Khusus Untuk Mengatasi Kawanan Perampok Palmerah

“Anggota sedang bekerja, begitu ada perkembangan kami akan memberikan keterangan,” tutur AKBP Andi Adnan, di Jakarta pada Jumat 8 September 2017 kemarin.

Ia mengaskan, pihaknya tidak main-main dalam menindak lanjuti kasus tersebut. Untuk itu, dirinya telah membentuk sebuah tim khusus yang berasal dari para anggota Resmo‎b dan Jatanras. Tim ini bertugas untuk melakukan penyisiran dan serta memburu pelaku untuk mencari titik terang tentang kasus ini.

Menurut pemberitaan sebelumnya, kawanan perampok beroperasi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Mereka menggunakan dua sepeda motor jenis RX King dan membawa benda tajam dalam setiap aksi yang dilakukannya. Pelaku umumnya melintasi warung klontong 24 jam dan beraksi pada setiap jam yang sama, yakni pukul 04.00 WIB.

menindaklanjuti kejadian ini, bagian kriminolog dari Universitas Indonesia yakni Kisnu Widagso menduga para pelaku sudah memiliki jam terbang kejahatan yang sudah berpengalaman. “Pertama, pilihan waktunya. Jam 03.00 sampai jam 04.00 itu adalah waktu jam paling rawan bagi kewaspadaan pancaindera dan fisik seseorang. Itu sebabnya perampokan di kawasan pemukiman lebih banyak terjadi pada jam-jam tersebut,” jelasnya.

Para pelaku sudah menargetkan tempat-tempat perampokan sesuai perhitungan mereka. Perolehan hasil rampokan di toko-toko kelontong kecil memang lebih kecil, tetapi dengan risiko tertangkap yang juga jauh lebih kecil. Untuk meningkatkan hasil rampokan pelaku dipercaya akan menargetkan serangkaian perampokan dalam seminggu.

Maka, dipilihnya toko kelontong, menurut keterangan Kisnu itu tidak lepas ‎dari pengamanan toko kelontong yang lebih mudah. Selain tidak ada close circuit television (CCTV), toko kelontong juga tidak ada satpam dan hanya dijaga oleh satu penjaga toko.