Peran Aktif Polisi Memerangi Narkotika Di Kampung Boncos

Peran Aktif Polisi Memerangi Narkotika Di Kampung Boncos : Hengki menyebut, untuk memerangi narkoba tidak hanya dibutuhkan peran aktif dari kepolisian untuk melakukan tindakan represif. Namun, untuk kegiatan preentif dan persuasif juga dibutuhkan sokongan dari para pemangku kepentingan termasuk masyarakat.

Peran Aktif Polisi Memerangi Narkotika Di Kampung Boncos

“Minggu depan kita akan bersama dengan forum pimpinan kota. Mari bersama-sama perangi narkoba. Pada fase represif, kita akan lakukan efek hingga orang jera menggunakan narkoba,” tandas Hengki.

Sementara Kasat Serse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto menyebutkan, sembilan tersangka yang berhasil ditangkap di Kampung Boncos pad Rabu (7/2/2018) empat diantaranya mengidap penyakit HIV. Hal itu, berdasarkan pengakuan sementara para tersangka.

“Di TKP sana (Kampung Boncos) banyak yang HIV. Empat orang yang sebelumnya kami amankan juga menderita HIV,” ucap Suhermanto.

Bahkan yang lebih miris, akibat mengidap HIV salah satu anggota keluarga tersangka meninggal dunia. “Ada satu istri dari tersangka meninggal juga karena menderita HIV,” kata Suhermanto.

Masalah yang timbul tersebut membuat Suhermanto semakin bersemangat untuk memberangus peredaran narkoba di kawasan Jakarta Barat khususnya wilayah yang sudah menjadi sarang para penikmat barang haram tersebut diantaranya Kampun Ambon dan Kampung Boncos.

Rabu (7/2) sore kemarin, di satu lapangan badminton di Kampung Boncos, sembilan pria berjongkok dengan kedua tangan terborgol. Jajaran Sat Resnarkoba Polres Jakarta Barat bersenjata laras panjang keluar masuk gang mencari sang bandar. embilan orang digelandang ke kantor polisi.

Dalam kegiatan tersebut tersebut polisi menyita barang bukti diantaranya 10 plastik klip kecil berisi sabu, golok, pisau dan celurit, alat hisap sabu, jimat jimat bertulis lafaz Arab, sejumlah uang, serta balsem obat kuat.

Sejoli Penjual Sajam Via Medsos Diamankan Oleh Polisi

Sejoli Penjual Sajam Via Medsos Diamankan Oleh Polisi : Pasangan sejoli masih pelajar diamankan Tim Jaguar Polresta Depok, di Halte Universitas Indonesia (UI) Jalan Raya Lenteng Agung, perbatasan Jakarta – Depok, Kamis (8/2/2018) subuh, lantaran menjual senjata tajam diduga untuk dijual ke anak geng yang ada di Depok.

Sejoli Penjual Sajam Via Medsos Diamankan Oleh Polisi

Katim Jaguar Polresta, Iptu Winam Agus mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh akan ada penjualan senjata tajam untuk para gengster di Depok di daerah perbatasan Depok dengan Jakarta Selatan. Anggota Jaguar dipimpin Aiptu Tulus bersama tiga orang anggotanya langsung melakukan penyamaran.

“Hasil dari penyamaran Aiptu Tulus beserta ketiga anggotanya berhasil mengamankan sejoli yang masih pelajar di Halte UI dengan membawa senjata tajam jenis celurit beserta tas gemblok untuk membawa celurit,”ujarnya kepada Pos Kota.

Mantan anggota Pospol Pelni Sukmajaya ini mengaku pelaku menawarkan senjata tajam jenis celurit melalui media sosial Instagram seharga Rp580 ribu.

“Penelusuran anggota melalui IG bahwa ada informasi tentang ‘cod’ jual senjata tajam dari geng Belgia (Belajar Gila) asal Jakarta. Dari situ langsung dikembangkan anggota melakukan penyamaran memesan akhirnya pelaku berhasil ditangkap,”katanya.

Penawaran penjualan senjata tajam menggunakan media sosial, lanjut Winam, modus yang sering digunakan oleh para pelaku atau kelompok tertentu untuk digunakan hal yang tidak benar seperti tawuran maupun melakukan aksi kriminal pengerusakan atau perampasan barang milik orang lain.

“Kedua pelaku I,16, warga Jagakarsa bersama pasangan teman wanitanya AHZ,17, warga Lenteng Agung yang masih duduk dibangku kelas 2 SMA di Jakarta ini, kini sudah diserahkan ke unit Reskrim Polresta Depok untuk selidiki lebih jauh,” katanya.

“Selain itu pada saat sedang melakukan operasi patroli terbatas. Di Jalan Juanda anggota membubarkan anak-anak yang sedang nongkrong.”

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli : Tim gabungan Direktorat Intelkam Polda Banten, Unit Tipidsus Satuan Reskrim Polres Serang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Rabu (31/1/2018), melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Tri Hasta Perkasa (THP) dan PT Bintang Cahaya International (BCI) di Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli

Sidak dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat seputar dampak limbah dan polusi udara. Dua perusahaan yang memproduksi pelumas ini dituding telah buang limbah hingga mencemari areal persawahan. Akibat dampak limbah dua perusahaan tersebut, warga petani di Desa Bakung mengaku selalu gagal panen.

Dalam sidak itu, tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Ekonomi Ditintelkam, AKBP Sofyan Girsang melakukan pemeriksaan mulai dari memeriksa dokumen perijinan hingga alur outlet produksi. Dalam pemeriksaan alur outlet produksi, tim gabungan tidak menemukan adanya pembuangan limbah oleh kedua perusahaan tersebut.

PT THP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang packing dan lube oil blanding plant (LOBP) yaitu tempat pengolahan oli pelumas. Demikian hal dengan PT BCI yang juga bergerak di bidang pengolahan limbah B3 jenis oli bekas, juga tidak ditemukan adanya pembuangan limbah. Seluruh hasil produksi dari PT BCI tidak menghasilkan limbah.

“Hasil pemeriksaan disimpulkan, PT THP dan PT BCI tidak melakukan pencemaran karena produksinya tidak menghasilkan limbah cair. Terkait dokumen perijinan juga lengkap,” ungkap Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Serang, Neni Nurhaeni.

Terkait limbah yang dituduhkan masyarakat, Neni mengatakan ada kemungkinan limbah yang belum ditentukan ketahui jenisnya tersebut diduga berasal dari perusahaan di Kawasan Industri Pancatama yang berlokasi di hulu sungai.

“Kemungkinan pencemaran limbah di areal persawahan disebabkan oleh limbah perusahan yang ada di Kawasan Pancatama yang terbawa aliran sungai irigasi. Secara kebetulan, dua perusahaan ini berada di pertemuan dua saluran irigasi. Ketika aliran sungai tersebut meluap masuk ke persawahan warga,” kata Neni.

Ia mengatakan akan melaksanakan uji lab atas limbah yang ada di persawahan Desa Bakung. Jika sudah mengetahui jenis limbah, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap perusahan di Kawasan Industri Pancatama yang diduga telah melakukan pencemaran sungai.

“Agar permasalahan limbah ini tuntas, kami akan lakukan pemeriksaan perusahaan di Kawasan Pancataman,” tegas Neni.

Korban Kebakaran Kerukut Membutuhkan Bantuan

Korban Kebakaran Kerukut Membutuhkan Bantuan : Pasca insiden kebakaran hebat yang melalap 240 rumah warga di Jalan Talib II dan Jalan Talib III, Krukut, Tamansari Jakarta Barat, Sabtu (27/1/2018) dini hari, sebagian warga masih mengungsi di tiga posko yakni di Masjid Al Huda RT 06, Musalla Albarkah RT 15, dan posko di lahan warga RT 06.

Korban Kebakaran Kerukut Membutuhkan Bantuan

Sejumlah batuan telah datang baik berupa alat kesehatan, obat-obatan, logistik dan sembako. Namun, bantuan tersebut dirasa masih kurang. Sebagian warga meminta bantuan dengan menaruh kardus di jalanan.

Kapolsek Metro Tamansari AKBP Erick Frendris didampingi Wakapolsek Metro Tamansari Kompol Teguh Nugroho menjelaskan, saat ini pihaknya bersama Koramil Tamansari, Satpol PP dan instansi terkait yang datang ke lokasi langsung memberikan bantuan terhadap warga. Bantuan sendiri berupa makan, obat-obatan, sembako dan logistik.

“Posko saat ini ada tiga. Evakuasi dibantu Polda dan Kodim 0503 Jakbar. Penanganan pertama yang kami lakukan penyelamatan korban dan evakuasi ke lokasi aman. Identifikasi total kerugian. Kemudian kami lakukan pengamanan jangan sampai ada penjarahan atau pencurian dengan memanfaatkan situasi,” kata Erick dilokasi, Sabtu (27/1/2018).

Erick bersama instansi terkait terjun langsung menyusuri ratusan rumah warga yang menjadi korban dan memantau semua posko untuk memastikan kondisi semua korban. “Rata-rata warga sakit sesak nafas akibat asap kebakaran. Ada 10 orang mengalami luka bakar, tangan tertusuk kayu,” kata Erick.

Sebanyak 2.400 jiwa terpaksa mengungsi akibat kebakaran yang melanda sekitar 200 rumah di Jalan Keutaman Dalam, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (27/1/2018) dini hari.

Hal itu disampaikan oleh Kasie Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Rompis Romli, Sabtu pagi. Dia menyatakan,  ada 10 RT mulai dari RT 07 hingga RT 16 yang menjadi korban saat si Jago Merah melalap kawasan padat penduduk di Krukut tersebut.

Dari total 10 RT tersebut, lanjut Rompis, memiliki luas 3.500 meter persegi dan terdapat 600 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 2.400 jiwa. “Yang terbakar semuanya rumah tinggal kurang lebih 200 rumah,” kata dia.

Seluruh rumah di 10 RT yang ludes terbakar berada di RW 003. Menurut Rompis, saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tapi titik api berasal dari salah satu rumah warga yang berada didalam pemukiman padat penduduk tersebut.

“Tim pemadam tiba pukul 02.30 tapi api sudah besar dan merembet ke rumah warga lain, ada 10 RT di RW 003. Kami kerahkan 38 unit kendaraan pemadam termasuk dari pendukung dengan 210 personel,” kata Rompis saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1/2018).

Dari total 10 RT tersebut, lanjut Rompis, memiliki luas 3.500 meter persegi dan terdapat 600 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah 2.400 jiwa. “Yang terbakar semuanya rumah tinggal kurang lebih 200 rumah,” katanya.

Saat ini api sudah bisa dipadamkan, petugas tengah melakukan pendinginan lokasi dengan menyisir seluruh bangunan. Belum bisa ditaksir kerugian yang dialami korban tapi untuk korban jiwa tidak ada.

Sementara itu, di dekat lokasi, warga dan petugas pemadam kebakaran masih mondar-mandir. Meski begitu sebagian mobil pemadam sudah di tarik.

Korban Dari Bentrok Dua Ormas Bekasi

Korban Dari Bentrok Dua Ormas Bekasi : Polisi dari Polrestro Bekasi Kota pun didatangkan dan tembakan peringatan dilepaskan untuk membubarkan ormas yang ricuh. Hingga saat ini suasana belum kondusif.

Korban Dari Bentrok Dua Ormas Bekasi

Sejumlah korban berjatuhan akibat bentrok Ormas di Pemkot Bekasi, Kamis (25/01). Selain itu dua kendaraan pribadi rusak  dan sampah batu berserakan di Jalan Ahmad Yani, Margajaya, Bekasi Selatan.

“Ada mobil  yang kacanya rusak dan teman kami terluka kena lemparan batu,” ujar Edi Budiharjo, Salah satu anggota Satpol PP Kota Bekasi, ketika ditemui Pos Kota, Kamis siang. Beruntung dia tidak ikut menjaga karena baru saja lepas piket.

Polisi yang dinilai tidak siap, hanya berlari-lari menghalau massa, padahal lemparan batu dari arah jalan ke dalam halaman Pemkot Bekasi, seperti hujan batu,

“Kami takut ke luar dan dilarang,” ujar Elin, satu staf Sekda Kota Bekasi, yang diminta untuk tidak ke luar ruangan.

Catatan Pos Kota, ada dua korban dari Satpol PP yang luka, umumnya mengenai kepala dan wajah. Kedua korban dirawat di RSU Kota Bekasi, sementara dari Ormas satu yang berada di kubu dalam Pemkot Bekasi.

Bentrokan ormas ini baru bubar dan sejumlah peserta unjuk rasa kabur setelah polisi anti huru-hara berdatangan dan meminta semua mundur. Polisi belum menangkap provokator dalam aksi itu.

Bentrokan dua kelompok organisasi massa yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada Kota Bekasi.

Aksi diawali dengan rencana LSM Gerakan ormas yang menamakan diri Gerakan masyaraka Bawah Indonesia (GMBI) dari Bekasi raya, Karawang, Purwakarta dan Kabupaten Subang, ditambah dari Jakara dan Bogor, akan berunjuk rasa di kantor Pemkot Bekasi, pada Kamis pagi. Bentrokan ini diduga terkait dengan pilkada.

Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur

Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur : Berdalih masih menganggur tersangka EY alias FN warga Palmerah Utara Jakarta Barat, nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu. Alhasil, bukannya mendapat penghasilan EY justru harus mendekam di penjara.

Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur

Penangkapan EY berdasarkan informasi dari masyarakat di mana rumah korban sering didatangi orang luar bahkan hingga malam hari. Berangkat dari informasi tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Vernal Sambo melakukan penyelidikan.

Setelah mendapat informasi kemudian polisi melakukan penggerebekan di rumah EY pada Selasa (16/1/2018) malam. Kedatangan petugas membuat panik EY, namun pelaku langsung menyerah saat polisi mengepung rumahnya.

“Saat digeledah di rumah tersangka ditemukan barang bukti sabu sebanyak 8 paket dengan berat brutto 9,60 gram dan 3 unit timbangan digital serta beberapa uang yang diduga dari hasil penjualan narkoba,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi dalam keterangannya, Rabu (17/1/2018).

Kepada petugas, EY mengaku nekat menjual barang haram tersebut karena terhimpit kebutuhan ekonomi dan tidak mempunyai pekerjaan tetap alias menganggur.

“Namun, apapun alasan tersangka tetap tidak dibenarkan. Kami tetap akan memproses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana arahan dari Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi untuk membersihkan wilayah Jakarta Barat dari peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,” tegas Supriadi.

Atas perbuatannya, EY terancam Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun pidana.

Dua Cewek Dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter

Dua Cewek Dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter : Tiga dari empat pelaku mengaku orang pinter bisa menyembuhkan penyakit, membawa kabur sepeda motor milik wanita di Jalan Fly Over, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, dibekuk polisi, Jumat (12/1) malam.

Dua Cewek dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter

“Dalam aksi kejahatannya dua pria bersama dua wanita, dengan modus berlagak sebagai orang pinter yang bisa menyembuhkan penyakit dan cari jodoh mereka mencari mangsa,” papar Kasubag Humas Polres Metro Jakpus Kompol Suyatno, SH, saat dikonfirmasi.

Oleh petugas Satreskrim ‎Polres Metro Jakarta Pusat tiga pelaku dibekuk diantaranya berinsial ED alias Abdurohman,47, dan dua wanita berinsial SB alias Sari,21, serta AA alias Yanti, 22, sedang satu lagi pelaku lainnya pria, Wily lolos. Kini mereka mendekam di balik jeruji Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Selain ketiga tersangka yang diamankan juga barang bukti disita berupa sepeda motor Honda Scopy milik pelaku serta satu telepon genggam milik korban diketahui bernama Wiwik Mulidawati,22.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu, menuturkan penipuan itu terjadi Selasa (2/1).Berawal dari pertemuan korban dengan dua wanita yang mengaku orang pinter bisa menyembuhkan penyakit non medis serta mempertemukan jodoh.

Karena korban merasa ingin disembuhkan, akhirnya dua wanita itu sudah mulai mengatur siasat dan kemudian mengajak dua teman pria untuk melakukan praktek penipuan. Akhirnya teknik pengobatan pun diberikan pada pasien yang menjadi calon korban penipuan.

Keempat pelaku berpura-pura paranormal . Pelaku lalu membacakan mantra dan si pasien dalam pengobatan tidak boleh melirik ke belakang.

Tidak itu saja sebelum membacakann mantra korban diminta terlebih dulu menitipkan sepeda motor tas dam dompet kepada teman orang pinter itu. Begitu praktek pengobatan diberlakukan, korban disuruh nuruti omongan sang “dukun” yang melakukan pengobatan.

Setelah wanita itu disuruh berjalan tidak boleh menoleh ke belakang, korban yang terus komat-kamit mengucapkan kata-kata tapi betapa kagetnya begitu korban menoleh ke belakang ternyata keempat orang mengaku orang pinter sudah tidak ada demikian juga, motor dan tas berisi KTP, ATM dan uang tak seberapa raib. Kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi.

Petugas kepolisian segera mencari pelaku. Dipimpin Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Tahan Marpaung, polisi membekuk tiga pelakunya di kawasan Koja dan Cilincing, Jakarta Utara.

Kini ketiga pelaku sudah dijebloskan ke penjara di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu : Sabu-sabu seberat 1 kilogram dimusnahkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Jumat (12/1/2018).

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu

Pemusnahan sabu hasil operasi ini dilakukan dengan cara diblender dengan larutan garam. Pemusnahan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan MUI Banten.

Shabu tersebut hasil operasi BNN, yang sebelumnya mengungkap tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis shabu di sekitar Cikupa, Balaraja oleh inisial YAW, SB dan G.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol Muhamad Nurochman, menjelaskan pada Rabu tanggal 27 Desember 2017, di sekitar Cikupa-Balaraja, Kabupaten Tangerang, petugas BNN Provinsi Banten melakukan penangkapan terhadap pengedar narkotika jenis Shabu berinisial YAW.

Ketika dilakukan Penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis shabu yang tersimpan didalam tas cangklek. Barang bukti yang disita berupa narkotika jenis shabu dengan berat bruto 1 kilogram, 1 SIM C ,1 lembar KTP an Yan Aditya Wijaya, satu unit handphone.

Setelah tersangka beserta barang bukti shabu tersebut diamankan, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan YAW, barang haram tersebut akan diantar kepada SB alias Chopet di kos-kosan yang berada di sekitar Balaraja.

Selanjutnya tim berantas membawa kedua tersangka ke kantor BNNP Banten guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka menyatakan bahwa shabu yang diamankan adalah milik seseorang yang bernama G alias Loyo yang berada di Lapas Jambe Tangerang (warga binaan) yang saat ini sedang proses persidangan dalam perkara tindak pidana narkotika.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Ayat 112 Ayat (2) dan 132 UU No. 35 Tahun 2009 Rl Tentang Narkotika dimana unsur-unsur pidananya pada para tersangka adalah pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2 ) dan atau Pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 Rl tentang narkotika.

“Dari terungkapnya jaringan peredaran gelap narkotika Balaraja, maka dapat diperkirakan kurang lebih 4 ribu generasi bangsa telah terselamatkan dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh : IA, seorang suami yang tega mengancam akan membakar dengan mengguyur minyak tanah istrinya, NI, karena cemburu sang istri selingkuh dengan pria lain ternyata juga selingkuh dengan wanita lain.

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh

“Masing-masing sama-sama selingkuh,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Yeny Leksomono saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, (3/1/2018).

Setelah diamankan dan dipertemukan di Polres Metro Jakarta Barat, IA mengakui telah mengguyur minyak tanah istrinya karena cemburu saat memergoki NI dengan lelaki lain. Namun, atas kesepakatan pasutri itu kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah diselesaikan kekeluargaan, korban tidak mau membuat laporan dan rujuk kembali dengan suaminya karena menyadari suaminya emosi sesaat dan spontan menyiram minyak tanah tidak ada maksud untuk membakar korban,” ucap Yeny.

Agar kejadian serupa tidak terulang kembali pasutri yang telah dikaruniai dua anak tersebut diminta untuk menandatangani surat perjanjian.

“Iya betul (sama-sama merasa bersalah-Red). Mereka membuat kesepakatan perdamaian dan jaminan suami tidak akan mengulangi kembali perbuatannya,” tutur Yeny.

Selama pemeriksaan, antara keduanya memang sering terjadi keributan bahkan mengaku kekerasan fisik pernah dilakukan IA terhadap NI. “Iya pernah (kekerasan fisik-Red), dilakukan pas mengetahui istrinya selingkuh,” tandas Yeny.

Diberitakan sebelumnya, IA menyiram minyak tanah NI di rumahnya di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa, (2/1/2018) malam. Diancam dibakar, wanita itu berlari menuju Pos Polisi Citraland meminta pertolongan. Sekujur badan perempuan itu basah minyak tanah. Ia juga menangis menceritakan kejadian yang dialami.

Kepada polisi, suami mengakui perbuatannya mengguyur tubuh istri dengan minyak tanah. Penyebabnya, ia dibakar cemburu.

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras : Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Serang terus menekan peredaran minuman keras (miras). Dua gudang miras di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, kedua di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, menjadi sasaran operasi.

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras

Dari dua tempat ini, petugas berhasil mengamankan ribuan botol miras berbagai merk. “Operasi cipta kondisi untuk menciptakan situasi kondusif di Kota Serang, khususnya menjelang tahun baru 2018,” ungkap Kapolres Kota Serang, AKBP Komarudin kepada poskotanews.com, Sabtu (30/12/2017).

Kapolres mengatakan penggerebekan itu dimulai semenjak pukul 16:00 WIB hingga Sabtu (30/12/2017) dinihari. Menurut Kapolres, berdasarkan laporan dari masyarakat gudang miras yang ada di Kelurahan Unyur sudah beroperasi sejak 2006 di Kota Serang. Selain itu pemilik mengaku sudah mengantongi izin terkait gudang miras tersebut.

“Rencananya oleh pemilik, miras yang berasal dari Kota Tangerang tersebut akan didistribusikan di sejumlah wilayah di Kota Serang,” ujarnya.

Selain menyita miras, lanjut Komarudin, pihaknya juga sudah mengamankan pemiliknya berinisial Ez, 48, dan penanggungjawab di dua gudang miras tersebut. Kemudian mereka akan periksa lebih lanjut oleh kepolisian. Mereka bisa terjerat hukum UUD NO 7 Tahun 2014 mengenai perdagangan, dan UUD NO 18 Tahun 2012 tentang pangan.

“Kasus ini akan kita kembangkan, karena terdapat botol-botol bekas yang diduga akan diisi kembali miras. Terkait ijin operasi tentunya akan kita selidiki.Tapi yang jelas Pemerintah Kota Serang tidak pernah mengeluarkan izin perdagangan untuk penjualan miras,” tegasnya.

AKBP Komarudin mengaku prihatin karena perputaran miras di Kota Serang bisa mencapai 4 ribu botol dalam sepekan. Makanya kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Makanya kita harus mempringati pergantian tahun dengan hikmat, tanpa harus berhura-hura,” tandasnya.

Seperti di ketahui, dalam razia cipta kondisi Polresta Kota Serang berhasil menyita 3.856 botol miras, dan pada hari ini berhasil mengamankan 11.983 ribu botol miras di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan.

Kemudian, di Jalan Pasar Rau, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang sebanyak 6.774 ribu botol. Total selama seminggu, Polresta Kota Serang berhasil mengamankan 21.836 ribu botol miras berjenis, bir, anggur dan ciu.