100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian : Sabu seberat 100 kilogram, disembunyikan di alat berat forklif di satu gudang di Tangerang. Namun, keberadaannya tercium opeh aparat kepolisian.

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Polisi pun bertindak cepat, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar penyimpanan 100 kg narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam sebuah ruko Otopart di Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, Jumat (27/10) malam.

Le (45) yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut turut diamankan saat proses penggerebekan. Sabu itu disembunyikan di forklif dengan maksud untuk mengelabuhi petugas, namun keberadaannya tercium aparat

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan yang memimpin langsung jalannya penggerebekan belum bisa merinci jumlah pasti sabu yang sudah dikemas dalam beberapa paket tersebut, dugaan sementara berkisar 100 kg.

“Untuk jumlah barang bukti saya belum bisa pastikan jumlahnya, sebab masih kami lakukan penghitungan,” kata Suwondo di Jakarta, Sabtu, (28/10/2017).

Saat dilakukan penggerebekan, sabu tersebut disembunyikan dalam dua unit kendaraan forklift atau alat berat pengangkat barang dengan maksud untuk mengelabui petugas.

Hingga Sabtu pagi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terus melakukan penyisiran disekitar lokasi untuk mencari barang bukti lain dan melakukan pendataan. “Untuk jumlahnya kami belum bisa sampaikan persisnya. Nanti akan segera dirilis ya,” pungkasnya.

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris : Tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri menyergap sembilan terduga teroris di beberapa wilayah Nusantara Selasa (24/10).

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto menerangkan, terduga teroris itu disergap di Sulawesi Selatan, Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Operasi Penindakan serentak yang dilakukan dengan berhasil menangkap sembilan orang tersangka terorisme,” kata Brigjen Rikwanto.

Menurut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya sembilan teduga teroris ini masih diinterogasi oleh tim Densus 88 anti teror.

Pertama Polri secara terpisah tim menyergap di wilayah Sulawesi Selatan yakni,:

Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:04 WITA di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bakri diduga terlibat dalam kejadian teror bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada 2012 lalu.

Lima orang ditangkap di wilayah Riau. Mereka adalah, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, 42, ditangkap sekitar Pk. 06:00 pagi. Yoyok merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, dan mengikuti pelatihan menembak di Jambi serta merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Wawan alias Abu Afif, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Wawan diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansoru Daulah (JAD) di Pekanbaru, memimpin idad di bukit Gema Kabupaten Kampa, Riau dan memotivasi jaringan untuk amaliyah di kantor polisi serta mengetahui adanya pelatihan membuat bom dan pelatihan menembak di Jambi.

Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim, 31, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Beni merupakan salah satu peserta pelatihan di bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, mengikuti pelatihan menembak di Jambi dan terlibat dalam merencanakan aksi teror sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Handoko alias Abu Buchori, ditangkap Pk. 10:30 pagi. Handoko merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau. Dia juga pernah menyampaikan kepada Wawan mengenai rencana amaliyah di kantor kantor polisi di wilayah Pekanbaru dan pernah mengikui latihan persenjataan atau menembak di Jambi. Dan Nanang Kurniawan alias Abu Aisha, ditangkap sekitar Pk. 12:30 WIB.

Densus 88 Anti-teror menciduk dua orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Pertama Muhammad Khoirudin, 33, Pk. 07:15 pagi. Khoirudin diduga sebagai penyandang dana kelompok teroris Hendro Fernando yang terkait dengan Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso pada periode 2015-2016. Kedua, Hasby, ditangkap sekitar Pk. 11:00 siang.

Di Jawa Timur, Densus meringkus Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir, 32, Pk. 11:20 siang di Jalan Raya Ponorogo, Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hendrasti diduga membantu pernikahan Nur Sholikin dengan Dian Yulia Novi yang diduga pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara. Sebelum terjadi pernikahan, Nur Sholikin dan Lir ilir, merupakan anggota grup telegram “Warkop”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Khafid Fathoni, serta terdapat anggota yang semuanya pendukung dan simpatisan JAD.

Kemudian, pada saat proses pernikahan Yulia Novi itu, mereka membuat grup media sosial di telegram tersendiri yang bernama “Kulak Tahu”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Hendrasti Wijanarko.

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu : Tim buser Polsek Kelapa Dua mengamankan sebanyak 161 gram sabu. Hasil pengungkapan ini, diklaim sebagai penangkapan terbesar yang dilakukan jajaran Polres Tangerang Selatan, terutama Polsek Kelapa Dua.

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu

“Kita anggap ini sebagai penangkapan terbesar dalam sejarah pengungkapan di Polres Tangsel,” kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Endang Sukmawijaya kepada poskotanews.com, Rabu (18/10/2017) sore.

Endang mengatakan, barang laknat itu disita anggotanya setelah menangkap dua bandar sabu di lokasi berbeda, yakni di Cisauk, Kabupaten Tangerang serta Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam penyergapan yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Mukmin, tim buser berhasil meringkus Didi (27) dan Abdul alias Toni (30). Keduanya merupakan bandar besar yang kerap mengedarkan sabu ke wilayah Tangerang.

“Selain menyita narkoba jenis sabu, kami juga mengamankan alat timbang, handphone, dan uang tunai Rp 1.150.000,” bebernya.

Endang menjelaskan, awal penangkapan dua bandar sabu oleh anggotanya. Bermula dari penangkapan Didi di Jalan Raya Lapan, Cisauk, Kabupaten Tangerang pada 23 September lalu. Dari kurir itu, tim buser menyita satu paket kecil sabu.

“Kami kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap Abdul alias Toni. Bandar sabu itu kami sergap di rumahnya di Rumpin, Bogor, ” ungkapnya.

Dan benar saja, saat tim buser melakukan penggerebekan, didapati barang bukti dua kantong sabu seberat 161 gram. Barang laknat itu disembunyikan Abdul dalam dua bungkus makanan Astor di kamar tidurnya. Abdul mengaku kristal bening itu dibelinya dari seseorang yang baru dikenalnya.

“Kasus ini masih akan kami kembangkan lagi untuk memburu pemasok sabu dan membongkar jaringannya,” imbuhnya.

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung : Polda Lampung berhasil untuk mengungkap sembilan perkara tindak pidana terkait dengan perjudian dan mengamankan 23 tersangka pada Senin (16/10/2017). Dua dari 23 tersangka adalah nenek-nenek.

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung

Kedua wanita yang punya du cucu yang diamankan yakni, Lena warga Gedong Pakuon, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, dan Dewi warga Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung. Keduanya nenek dengan rambut dipikok alias diwarnai hitam sang nenek umuran 50 tahun ini tertunduk malu saat difoto dari belakang.

Dari tersangka Lena petugas menyita, uang tunai Rp 42 ribu, satu unit laptop , dua unithp satu ATM , tiga buku rekapan dan tiga kupon rekapan. Sedangkan dari tersangka Dewi alias Cunwa diamankan barang bukti berupa, uang tunai Rp 287 ribu dan satu set Kartu Domino.

“Lena merupakan tersangka judi Totogelap (Togel) ditangkap di rumahnya. Sedangkan Dewi alias tersangka judi kartu kiyu-kiyu, juga ditangkap di rumahnya,”kata Kapolda Lampung, Irjen Pol. Suroso Hadi Siswoyo, melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji.

Mengenai barang bukti tindak pidana perjudian secara keseluruhan, uang tunai Rp 5.550.000, satu unit Laptop dan beberapa set kartu remi dan domino serta buku rekapan togel. “Dalam sepekan ini, perkara tindak pidana perjudian yang berhasil diungkap di tertinggi judi Togel,”ungkapnya.

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak : Serius tangani kasus pelecehan terhadap anak, Polda Metro Jaya bersinergi dengan Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) dan Unit Pelaksanaan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) untuk penguatan SDM bagi unit PPA dan Bhabinkamtibmas.

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Rabu (11/10/2017), tersebut mengusung tema ‘Kerjasama UPT. P2TP2A, Kementerian PP-PA dan Polda Metro Jaya dalam penguatan SDM bagi unit PPA dan Bhabinkamtibmas dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan pelaku anak’.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta dalam sambutannya menegaskan mendukung upaya peningkatan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dan unit PPA dalam menanggulangi kekerasan seksual masalah anak tersebut.

“Kami mendukung peningkatan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dan unit PPA dalam menanggulangi masalah anak,” ujar Nico disambut tepuk tangan tamu undangan.

Kejahatan terhadap anak saat ini sudah masuk dalam kategori extra ordinary crime. Untuk itu, Polisi menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum bagi anak korban kejahatan.

Bahkan, polisi dalam hal ini tidak akan kompromi atau damai terhadap pelaku kejahatan terhadap anak.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PPAPP Prov DKI Jakarta Dien Ernawati, Mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta N Sitepu, Kepala UPT P2TP2A Silvia dan Wadir Binmas AKBP Anjar Gunadi.

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh : Anggota buser Polresta Depok berhasil menangkap dua pelaku spesialis curanmor (pencurian kendaraan bermotor) saat akan beraksi mengambil motor di tempat parkir masjid Al Muklis, Jalan Tumaritis, Harjamukti, Cimanggis, Selasa (5/10) subuh.

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan kedua pelaku Hend, 37, dan Kad,36, warga Pulogadung Jakarta Timur, berhasil ditangkap tim buser yang dipimpin Kanit Buser Iptu Suparno usai melakukan observasi mencurigai gerak-gerik pelaku di dalam masjid sambil mengotak atik motor yang tengah terpakir.

“Karena kami curiga, pelaku yang diamankan anggota. Saat digeledah ditemukan satu kunci palsu letter T berikut empat anak mata kunci digunakan untuk mencuri motor,”ujarnya kepada Poskota usai dikonfirmasi.

Mantan Kapolsek Sunda Kelapa ini mengungkapkan pengakuan pelaku lebih dari sekali melakukan  pencurian motor di wilayah Depok. “Masih kita kembangkan. Pengakuannya pelaku beraksi sudah dari satu kali,” kata jebolan Akpol angkatan 2004 ini.

Modus pelaku mengambil motor yang sedang parkir lalu merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci palsu letter T. “Pelaku spesialis curanmor pemain dini hari. Sasarannya adalah motor yang sedang terpakir,” tambahnya.

“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman pidana diatas lima tahun. Barang bukti kunci palsu bersama anak mata dan motor yamaha Vixion hitam disita.”

Menjadi Pencuri Kayu Karena Gagal Menjadi Kepala Desa

Menjadi Pencuri Kayu Karena Gagal Menjadi Kepala Desa : Gagal jadi Kepala Desa, Mardani alias Ngadiman nekat bisnis kayu Sonokeling hasil curian dari Taman Hutan Raya (TAHURA), Register 19 Wan Abdurrahman. Akibatnya dengan tangan diborgol, ia bersama Suhadi dan Sarhani digiring petugas ke Mapolres Pesawaran.

Menjadi Pencuri Kayu Karena Gagal Menjadi Kepala Desa

Kapolres Pesawaran, AKBP Syarhan didampingi Waka Polres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno, membenarkan telah mengamankan tiga tersangka saat mengangkut kayu sonokeling hasil pembalakan liar di Hutan Lindung, Register 19, di wilayah Pesawaran.

“Ketiga tersangka merupakan salah satu komplotan pembalak liar, karena komplotan ini berbeda dari komplotan yang pernah kita amankan,” `kata Syahran pada Sabtu (7/10/2017). Ia juga mengatakan tersangka Mardani sebelumnya pernah berupaya menjadi kepala desa di suatu daerah, namun gagal.

Selain mengamankan tiga tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti hasil pembalakan liar dan alat yang digunakan untuk menebang dan merajang serta mengangkut kayu sonokeling. “Kayu sonokeling yang kita amankan sebanyak 25 balok, serta kendaraan truk roda enam dengan nomor polisi N-9473-UV, enam unit Senso, dua bilah golok, dua senter dan satu tas piggang,” ujarnya.

Dalam penanganan pembalakan liar, ia mengaku akan bertindak proposional dan profesional. “Illegal loging termasuk kejahatan exstra ordinary (kejahatan luar biasa). Oleh sebab itu, siapa pun orangnya yang melakukan kejahatan tersebut kita akan tindak tegas tanpa terkecuali,” tegasnya.

Pemetik Motor Akhirnya Ditangkap Karena Sudah Setahun Buron

Pemetik Motor Akhirnya Ditangkap Karena Sudah Setahun Buron : Satuan Reskrim Polres Sukabumi, Jawa Barat berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) setahun silam di Kampung Segog RT 02/02, Desa Batununggal, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Pemetik Motor Akhirnya Ditangkap Karena Sudah Setahun Buron

Tersangkanya adalah HN alias Atin, 32, warga Kampung  Cidadas, Desa Neglasari, Cibadak. Pada 26 November 2016, dia mengembat sepeda motor Suzuki Skywave bernopol F 5298 VE milik Burhanudin.

Waktu itu, Atin melakukan pencurian disertai pemberatan lantaran meringsek masuk ke halaman rumah korban dengan merusak gembok gerbang. Kemudian, tersangka merusak atau menjebol kunci kontak menggunakan kunci palsu/kunci leter T lalu membawa kabur motor korban.

Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Dhoni Erwanto menjelaskan, disita dari tangan tersangka berupa sepeda motor merek Suzuki Skywave beserta STNK-nya yang dicuri hampir setahun lalu.

Kemudian, polisi mengembangkan kasusnya dan mendapati barang bukti lainnya berupa dua unit sepeda motor, yakni Honda Beat tahun 2012 dan Yamaha Mio Garnis tahun 2009.

“Barang bukti lainnya yakni dua buah kunci leter T dan sebuah kunci temple. Kasus ini masih terus dikembangkan dan kami tengah memburu tersangka lainnya inisialnya D . Identitasnya sudah dikantongi,” jelas Dhoni kepada poskotanews.com, Jumat (6/10/2017).

Kepada polisi, kata Dhoni, tersangka mengaku melakukan pencurian dengan modus mengambil sepeda motor yang terparkir di pinggi jalan atau depan rumah.

Ketika situasi memungkinkan, tersangka beraksi dengan merusak pada bagian kunci kontaknya menggunakan kunci leter T  atau dikorsletkan pada bagian riley kunci kontak.

“Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun kurungan penjara,” jelasnya.

Reka Ulang Pembunuhan Wanita Juragan Mie Ayam

Reka Ulang Pembunuhan Wanita Juragan Mie Ayam : Polisi melakukan rekonstruksi (reka ulang-red) pembunuhan wanita juragan mi ayam di Cipondoh, Kota Tangerang. Reka ulang adegan ini jadi tontonan gratis warga sekitar.

Reka Ulang Pembunuhan Wanita Juragan Mie Ayam

Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian di Jalan Kartini, RT 04 RW 08, Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang. Polisi dan tersangka Joni Setiawan tiba di lokasi pada Rabu (4/10/2017) sekitar pukul 10:15 WIB.

Sebelum rekonstruksi dimulai warga sekitar berkerumun di sekitar lokasi. Mereka ingin melihat dari dekat pria yang tega menghabisi nyawa wanita selingkuhannya.

Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak kecil juga memadati area rekonstruksi yang lokasinya berada di pemukiman padat penduduk tersebut.

Petugas pun memasang garis polisi di lokasi yang menjadi area rekonstruksi. Beberapa aparat kepolisian juga berjaga-jaga dengan senjata lengkap untuk memastikan kondisi tetap aman.

Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley Silalahi, mengatakan, reka ulang adegan ini dalam rangka melengkapi proses penyidikan. Dalam rekonstruksi itu Joni memerankan 37 adegan pembunuhan sadis yang dilakukannya.

“Persesuaian ini harus kita pastikan apakah betul pelaku ini melakukan kegiatan sebagaimana yg dilakukan dalam BAP yg ada. Tujuan kegiatan ini kita ingin mengkroscek keterangan di BAP sudah sesuai dgn apa yang di praktekkan,” kata Harley, usai memimpin jalannya rekonstruksi.

Reka adegan dilakukan Joni Setiawan, mulai dari Poris, Cipondoh, Kota Tangerang. Disana pelaku bertemu dan membawa Vera Yusika ke kamar kosnya pada Minggu (17/10/2017) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Di adegan ke 28 pelaku menghabisi nyawa korban,” beber Harley.

Diketahui, Vera Yusika, wanita juragan mi ayam ditemukan tewas berdarah-darah di tempat kos karyawannya di Cipodoh, Kota Tangerang, Minggu (17/9/2017). Wanita berusia 42 tahun ditemukan terikat berdarah-darah di kamar tersebut.

Tak berselang lama, polisi akhirnya meringkus Joni Setiawan di Bogor setelah polisi menembak kakinya karena berupaya kabur saat disergap. Motif pembunuhan itu sendiri berlatar belakang sakit hati.

Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba

Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba : Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Abrar Tuntalanai, mengatakan narkoba yang beredar di tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, berasal dari Mami Pemandu Lagu (PL).

Tempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia NarkobaTempat Hiburan Malam MGM Dan Golden Dragon Tersangkut Razia Narkoba

“Setelah 14 wanita PL diperiksa, hasil pengakuan mereka sementara ini, mengkonsumsi narkoba dari pengunjung laki-laki yang minta didampingi saat menyanyi (karaoke),”kata Abrar Tuntalanai.

Sementara hasil pengakuan tujuh pengunjung laki-laki yang kita amankan, lebih lanjutan kata Abrar Tuntalanai, mereka mendapatkan membeli narkoba dari Mami PL.

“Dari hasil pengakuan tersebut, kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap Mami sesuai dengan yang dimaksud pengunjung tersebut,”ujarnya.

Mengenai tindak lanjut penanganan terhadap 14 wanita pemandu lagu dan 7 laki-laki pengunjung tempat hiburan malam itu, tambah Abrar Tuntalanai, pihaknya akan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, untuk dilakukan rehabilitasi (rehab) dan asesment terhadap 14 wanita PL dan 7 laki-laki pengunjung hiburan malam.

Terbukti  positif, sebanyak 21 orang, diantaranya  14 wanita pemandu lagu (PL) dan 7 pria pengunjung tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon, di Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, digelandang petugas Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung, ke Markas Ditresnarkoba Polda Lampung, pada Kamis (28/9) sekitar pukul 03.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol. Abrar Tuntalanai membenarkan, pihaknya telah berhasil menjaring 21 orang, dari dua tempat hiburan malam MGM dan Golden Dragon.

“Sebanyak 14 wanita dan 7 pria, dibawa ke markas karena hasil tes urinenya positif,”kata Abrar Tuntalanai, saat di Markas Diresnarkoba Polda Lampung.

Menurut pak Haji panggilan akrab Diresnarkoba Polda Lampung, ini merupakan operasi rutin untuk menekan maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Lampung.

“Dalam operasi, kita melibatkan seluruh personel Diresnarkoba, Paminal (Provos) dan Sabhara Polda Lampung yang seluruhnya berjumlah 96 personel,”ujarnya.

Mengenai tindak lanjut terhadap 21 orang tersebut, setelah didata dan dilakukan pemeriksaan, selanjutnya akan dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, untuk di rehabilitasi (Rehab).

“Jika hasil pemeriksaan nanti ada yang terindikasi, sebagai pengedar atau kurir narkoba akan kita kembangkan,”jelasnya.

Abrar menambahkan, untuk sementara ini 21 orang tersebut, baru menjalani tes urine saja dan belum diketahui kejelasan hasilnya. “Itu baru tes urine saja yang positif, jadi kita belum tahu apakah urine 21 orang tersebut  mengandung Amphetamin atau tidak,”imbuhnya.