Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen : Entah terpeleset atau bunuh diri belum pasti, wanita paruh baya jatuh dari lantai 38 apartemen di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (16/11) dan n tewas dengan kondisi kepala pecah dan hampir seluruh bagian tubuhnya patah.

Seorang Wanita Tewas, Jatuh Dari Lantai 38 Apartemen

Nin, 59, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur diketahui akan menyewa salah satu kamar dan tengah mendokumentasikan ruangan yang ada di dalamnya.

Kapolsek Pulogadung, Kompol Sukadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat korban mengambil beberapa foto di dalam unit yang akan disewanya. “Sudah tiga hari lalu datang untuk melihat, bahkan korban sudah memberikan DP sebesar Rp1 juta kepada pihak pengelola,” katanya, Kamis (16/11).

Menurut Kapolsek, sebelum transaksi tersebut terjadi, pihak pemasaran menawarkan satu unit apartemen yang ada di lantai bawah, namun ditolak. Korban ingin mencari lantai yang paling atas, dengan alasan agar dapat melihat pemandangan. “Kamis (16/11) korban datang lagi ke apartemen dan minta diantarkan untuk melihat-lihat unit yang ada di lantai 38 tersebut,” ujarnya.

Pihak pemasaran yang ada, mengantarkan korban ke lantai 38 untuk melihat beberapa sudut kamar, beberapa saat kemudian korban minta untuk ditinggalkan. Namun, baru tiga menit ditinggal, petugas bagian pemasaran atas nama Imelda, 48, mendengar suara orang jatuh dari balkon. “Dugaan kami korban melakukan aksi bunuh diri. Namun semua masih akan didalami lebih lanjut,” ujar Sukadi.

Kapolsek juga mengaku, setelah ditelusuri, menurut keterangan suaminya, korban tidak punya masalah rumah tangga, bahkan keluarganya baik-baik saja. Namun, korban memiliki riwayat penyakit susah tidur, sehingga setiap malam harus mengonsumsi obat tidur. “Dari keterangan keluarga, korban juga mengaku tidak ingin keluarga direpotkan dengan kondisinya saat ini. Pihak keluarga juga tak mengetahui korban menyewa apartemen,” ungkapnya.

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra : Semakin banyaknya pengendara yang terjaring Operasi Zebra 2017 menunjukkan masih rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalulintas. Selama lima hari digelar operasi,   tercatat sudah 49.029 pengendara yang terkena razia.

Pemotor Paling Banyak Terkena Razia Operasi Zebra

Dari total 49.029 kendaraan yang ditilang tersebut diperoleh rincian 44.574 kendaraan dikenakan tilang sedangkan sisanya sebanyak 4.455 hanya mendapat teguran.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra,  mengatakan  dari puluhan ribu pelanggar masih didominasi oleh kendaran roda dua atau sepeda motor sebanyak 29.832, disusul mobil penumpang 11.666, kemudian mobil barang 2.549, dan mobil bus 572.

Pelanggaran terbanyak yang dilanggat oleh pengendaran sepeda motor adalah melawan arus dengan total 5.837 pengendara, kemudian melanggar rambu berhenti atau parkir sebanyak 4.917, dan melanggar marka berhenti 4.478 pengendara.

Sementara untuk roda empat atau lebih, paling banyak melakukan pelanggaran rambu berhenti dan parkir tercatat ada 3.165 kendaraan, disusul pelanggaran marka berhenti 2.292, dan kendaraan dengan muatan berlebih sebanyak 1.698.

“Jika dibandingkan tahun sebelumnya pada 2016 ada kenaikan sebesar 45 persen dimana ada 33,930 kami tilang saat lima hari menggelar Operasi Zebra,” kata Halim saat dikomfirmasi, Senin, (6/11/2017).

Menurut Halim, pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra 2017 paling banyak dilakukan oleh pengemudi yang berstatus sebagai karyawan swasta dengan jumlah 27.657, ke-dua adalah sopir pribadi sebanyak 6.995, dan pelajar atau mahasiswa 6.218 pelanggar.

Para pelanggar rata-rata berusia antara 31 tahun sampai 35 tahun yang tercatat ada 11.276 orang. Sedangkan usia 36-40 sebanyak 10.058, dan usia pelanggar 26 sampai 30 tahun ada 7.778 pelanggar.

“Meskipun masih ada juga pelanggar yang sudah berusia paruh baya tercatat dari usia 56 sampai 60 tahun itu ada 2.133 pelanggar,” tandasnya.

Sementara Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pelanggar terbanyak didominasi oleh kendaraan roda dua karena hingga saat ini mayoritas pengguna jalan adalah sepeda motor. “Jumlah pelanggaran itu 70 persen roda dua,” kata Budiyanto.

Selain itu, pengendara motor juga penyumbang terbanyak insiden kecelakaan lalu lintas dijalan dengan presentase 70 persen dibanding kendaraan lain.

“Sepeda motor pertama, didesain bukan untuk kecepatan tinggi. Bukan untuk jarak jauh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Operasi Zebra kali ini digelar selama dua pekan terhitung sejak tanggal 1 hingga 14 November 2017. Razia kendaraan ini digelar serentak di seluruh Indonesia.

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian : Seorang terduga pencuri, Andi Alamsyah alias Galing alias Brendel tewas setelah dada bagian kirinya terkena timah panas petugas Satreskrim Polrestabes Bandung, Jawa Barat.

Bandit Yang Viral Di Medsos Ditembak Mati Oleh Pihak Kepolisian

Galing terpaksa ditembak lantaran melawan petugas ketika dalam perjalanan menuju Mapolrestabes Bandung. Belakangan diketahui bahwa Galing merupakan pencuri kawakan yang telah beraksi di sejumlah tempat di Kota Bandung.

Terakhir, dia melakukan aksinya pada Jumat, 20 Oktober di depan Toko Rama Shinta, Jalan Astina, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo, Bandung. Saat itu dia merampas telepon seluler milik salah seorang karyawan.

“Setelah satu minggu dilakukan penyelidikan, tim dari Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap tersangka. Pada saat perjalanan menuju Mapolrestabes Bandung, tersangka melawan sehingga ditembak dan mengenai dada sebelah kiri. Tersangka meninggal dunia pada saat perjalanan menuju rumah sakit,” ungkap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Disebutkan Yusri, aksi tersangka menjadi v​iral di media sosial, satunya melalui instagram “Info Bandung Raya” yang diupload oleh korban. “ Tujuh orang yang pernah menjadi korban tersangka datang ​​ untuk mengucapkan terima kasih atas kecepatan kepolisian merespon berita di ​m​edsos,” paparnya.

Disita barang bukti berupa lima bilah pisau warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam nopol D-2013-YXX, sebuah helm warna, KTP atas nama Andi Alamsyah, sebuah dompet, dan dua unit handpone.

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88 : Tim Densus 88 anti-teror masih mengejar Iqbal dan Nandar, dua terduga teroris yang melarikan diri saat kontak senjata di Gunung Rotr Asakota, Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/10) kemarin. Dua teroris tewas diberondong peluru saat terjadi baku tembak dalam penggerebekan tersebut.

Dua Orang Terduga Teroris Masih Diburu Tim Densus 88

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto Selasa (31/10) mengatakan, terduga teroris yang diketahui bernama Amir alias Dance dan Yaman.

Mereka merupakan kelompok teroris Jamaah Ansoru Tauhid (JAT) yang terkait dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau kelompok Santoso. “Dua orang masih di sekitar gunung itu. Kemungkinan tipis ya (melarikan diri terlalu jauh). Karena itu daerah pegunungan. Mereka pasti bertahan hidup di situ,” tuturnya.

Mantan Wakabaintelkam Polri ini mengimbau agar Iqbal dan Nandar menyerahkan diri kepada Polisi. “Ya pasti lah kita harapkan mereka menyerah. Kemudian menyerahkan diri ke kepolisian setempat, pasti akan diperlakukan baik. Tapi kalau mereka melawan, apa boleh buat,” ujarnya.

Salah satu barang bukti yang diamankan adalah dua pucuk senjata rakitan, 20 butir peluru kaliber 5,56, u butir peluru kaliber 38 dan 2 butir peluru kaliber 9 mm. Senjata yang digunakan oleh terduga teroris merupakan senjata rakitan yang tergolong aneh.

Setyo mengatakan, terdapat sejumlah keanehan pada senjata rakitan itu. Pertama, senjata rakitan ini menggunakan baut pintu. Yang lebih aneh lagi, senjata yang berbentuk seperti pistol dan ukurannya pendek itu bisa menggunakan berbagai macam jenis peluru. Mulai peluru untuk pistol, peluru untuk revolver dan peluru untuk jenis senjata laras panjang.

“Bisa masuk peluru macam-macam. Peluru kaliber 5,56 itu sebenarnya untuk senjata laras panjang, untuk senapan. Adanya 38 untuk revolver. Yang 9 mm untuk pistol,” ujarnya.

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian : Sabu seberat 100 kilogram, disembunyikan di alat berat forklif di satu gudang di Tangerang. Namun, keberadaannya tercium opeh aparat kepolisian.

100 KG Sabu Yang Disembunyikan Di Forklif Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Polisi pun bertindak cepat, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar penyimpanan 100 kg narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam sebuah ruko Otopart di Gebang Raya, Periuk, Kota Tangerang, Jumat (27/10) malam.

Le (45) yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut turut diamankan saat proses penggerebekan. Sabu itu disembunyikan di forklif dengan maksud untuk mengelabuhi petugas, namun keberadaannya tercium aparat

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan yang memimpin langsung jalannya penggerebekan belum bisa merinci jumlah pasti sabu yang sudah dikemas dalam beberapa paket tersebut, dugaan sementara berkisar 100 kg.

“Untuk jumlah barang bukti saya belum bisa pastikan jumlahnya, sebab masih kami lakukan penghitungan,” kata Suwondo di Jakarta, Sabtu, (28/10/2017).

Saat dilakukan penggerebekan, sabu tersebut disembunyikan dalam dua unit kendaraan forklift atau alat berat pengangkat barang dengan maksud untuk mengelabui petugas.

Hingga Sabtu pagi jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terus melakukan penyisiran disekitar lokasi untuk mencari barang bukti lain dan melakukan pendataan. “Untuk jumlahnya kami belum bisa sampaikan persisnya. Nanti akan segera dirilis ya,” pungkasnya.

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris : Tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri menyergap sembilan terduga teroris di beberapa wilayah Nusantara Selasa (24/10).

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto menerangkan, terduga teroris itu disergap di Sulawesi Selatan, Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Operasi Penindakan serentak yang dilakukan dengan berhasil menangkap sembilan orang tersangka terorisme,” kata Brigjen Rikwanto.

Menurut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya sembilan teduga teroris ini masih diinterogasi oleh tim Densus 88 anti teror.

Pertama Polri secara terpisah tim menyergap di wilayah Sulawesi Selatan yakni,:

Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:04 WITA di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bakri diduga terlibat dalam kejadian teror bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada 2012 lalu.

Lima orang ditangkap di wilayah Riau. Mereka adalah, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, 42, ditangkap sekitar Pk. 06:00 pagi. Yoyok merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, dan mengikuti pelatihan menembak di Jambi serta merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Wawan alias Abu Afif, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Wawan diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansoru Daulah (JAD) di Pekanbaru, memimpin idad di bukit Gema Kabupaten Kampa, Riau dan memotivasi jaringan untuk amaliyah di kantor polisi serta mengetahui adanya pelatihan membuat bom dan pelatihan menembak di Jambi.

Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim, 31, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Beni merupakan salah satu peserta pelatihan di bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, mengikuti pelatihan menembak di Jambi dan terlibat dalam merencanakan aksi teror sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Handoko alias Abu Buchori, ditangkap Pk. 10:30 pagi. Handoko merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau. Dia juga pernah menyampaikan kepada Wawan mengenai rencana amaliyah di kantor kantor polisi di wilayah Pekanbaru dan pernah mengikui latihan persenjataan atau menembak di Jambi. Dan Nanang Kurniawan alias Abu Aisha, ditangkap sekitar Pk. 12:30 WIB.

Densus 88 Anti-teror menciduk dua orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Pertama Muhammad Khoirudin, 33, Pk. 07:15 pagi. Khoirudin diduga sebagai penyandang dana kelompok teroris Hendro Fernando yang terkait dengan Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso pada periode 2015-2016. Kedua, Hasby, ditangkap sekitar Pk. 11:00 siang.

Di Jawa Timur, Densus meringkus Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir, 32, Pk. 11:20 siang di Jalan Raya Ponorogo, Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hendrasti diduga membantu pernikahan Nur Sholikin dengan Dian Yulia Novi yang diduga pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara. Sebelum terjadi pernikahan, Nur Sholikin dan Lir ilir, merupakan anggota grup telegram “Warkop”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Khafid Fathoni, serta terdapat anggota yang semuanya pendukung dan simpatisan JAD.

Kemudian, pada saat proses pernikahan Yulia Novi itu, mereka membuat grup media sosial di telegram tersendiri yang bernama “Kulak Tahu”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Hendrasti Wijanarko.

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu : Tim buser Polsek Kelapa Dua mengamankan sebanyak 161 gram sabu. Hasil pengungkapan ini, diklaim sebagai penangkapan terbesar yang dilakukan jajaran Polres Tangerang Selatan, terutama Polsek Kelapa Dua.

Tim Buser Kelapa Dua Menangkap Dua Pengedar Sabu

“Kita anggap ini sebagai penangkapan terbesar dalam sejarah pengungkapan di Polres Tangsel,” kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Endang Sukmawijaya kepada poskotanews.com, Rabu (18/10/2017) sore.

Endang mengatakan, barang laknat itu disita anggotanya setelah menangkap dua bandar sabu di lokasi berbeda, yakni di Cisauk, Kabupaten Tangerang serta Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam penyergapan yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Mukmin, tim buser berhasil meringkus Didi (27) dan Abdul alias Toni (30). Keduanya merupakan bandar besar yang kerap mengedarkan sabu ke wilayah Tangerang.

“Selain menyita narkoba jenis sabu, kami juga mengamankan alat timbang, handphone, dan uang tunai Rp 1.150.000,” bebernya.

Endang menjelaskan, awal penangkapan dua bandar sabu oleh anggotanya. Bermula dari penangkapan Didi di Jalan Raya Lapan, Cisauk, Kabupaten Tangerang pada 23 September lalu. Dari kurir itu, tim buser menyita satu paket kecil sabu.

“Kami kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap Abdul alias Toni. Bandar sabu itu kami sergap di rumahnya di Rumpin, Bogor, ” ungkapnya.

Dan benar saja, saat tim buser melakukan penggerebekan, didapati barang bukti dua kantong sabu seberat 161 gram. Barang laknat itu disembunyikan Abdul dalam dua bungkus makanan Astor di kamar tidurnya. Abdul mengaku kristal bening itu dibelinya dari seseorang yang baru dikenalnya.

“Kasus ini masih akan kami kembangkan lagi untuk memburu pemasok sabu dan membongkar jaringannya,” imbuhnya.

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung : Polda Lampung berhasil untuk mengungkap sembilan perkara tindak pidana terkait dengan perjudian dan mengamankan 23 tersangka pada Senin (16/10/2017). Dua dari 23 tersangka adalah nenek-nenek.

Petugas Menangkap 22 Penjudi Di Lampung

Kedua wanita yang punya du cucu yang diamankan yakni, Lena warga Gedong Pakuon, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, dan Dewi warga Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung. Keduanya nenek dengan rambut dipikok alias diwarnai hitam sang nenek umuran 50 tahun ini tertunduk malu saat difoto dari belakang.

Dari tersangka Lena petugas menyita, uang tunai Rp 42 ribu, satu unit laptop , dua unithp satu ATM , tiga buku rekapan dan tiga kupon rekapan. Sedangkan dari tersangka Dewi alias Cunwa diamankan barang bukti berupa, uang tunai Rp 287 ribu dan satu set Kartu Domino.

“Lena merupakan tersangka judi Totogelap (Togel) ditangkap di rumahnya. Sedangkan Dewi alias tersangka judi kartu kiyu-kiyu, juga ditangkap di rumahnya,”kata Kapolda Lampung, Irjen Pol. Suroso Hadi Siswoyo, melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji.

Mengenai barang bukti tindak pidana perjudian secara keseluruhan, uang tunai Rp 5.550.000, satu unit Laptop dan beberapa set kartu remi dan domino serta buku rekapan togel. “Dalam sepekan ini, perkara tindak pidana perjudian yang berhasil diungkap di tertinggi judi Togel,”ungkapnya.

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak : Serius tangani kasus pelecehan terhadap anak, Polda Metro Jaya bersinergi dengan Kementerian Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) dan Unit Pelaksanaan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) untuk penguatan SDM bagi unit PPA dan Bhabinkamtibmas.

Polda Metro Serius Dalam Menangani Kasus Pelecehan Terhadap Anak

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Rabu (11/10/2017), tersebut mengusung tema ‘Kerjasama UPT. P2TP2A, Kementerian PP-PA dan Polda Metro Jaya dalam penguatan SDM bagi unit PPA dan Bhabinkamtibmas dalam penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan pelaku anak’.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta dalam sambutannya menegaskan mendukung upaya peningkatan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dan unit PPA dalam menanggulangi kekerasan seksual masalah anak tersebut.

“Kami mendukung peningkatan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dan unit PPA dalam menanggulangi masalah anak,” ujar Nico disambut tepuk tangan tamu undangan.

Kejahatan terhadap anak saat ini sudah masuk dalam kategori extra ordinary crime. Untuk itu, Polisi menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum bagi anak korban kejahatan.

Bahkan, polisi dalam hal ini tidak akan kompromi atau damai terhadap pelaku kejahatan terhadap anak.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PPAPP Prov DKI Jakarta Dien Ernawati, Mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta N Sitepu, Kepala UPT P2TP2A Silvia dan Wadir Binmas AKBP Anjar Gunadi.

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh : Anggota buser Polresta Depok berhasil menangkap dua pelaku spesialis curanmor (pencurian kendaraan bermotor) saat akan beraksi mengambil motor di tempat parkir masjid Al Muklis, Jalan Tumaritis, Harjamukti, Cimanggis, Selasa (5/10) subuh.

Dua Pelaku Ditangkap Karena Mencuri Di Masjid Saat Subuh

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan kedua pelaku Hend, 37, dan Kad,36, warga Pulogadung Jakarta Timur, berhasil ditangkap tim buser yang dipimpin Kanit Buser Iptu Suparno usai melakukan observasi mencurigai gerak-gerik pelaku di dalam masjid sambil mengotak atik motor yang tengah terpakir.

“Karena kami curiga, pelaku yang diamankan anggota. Saat digeledah ditemukan satu kunci palsu letter T berikut empat anak mata kunci digunakan untuk mencuri motor,”ujarnya kepada Poskota usai dikonfirmasi.

Mantan Kapolsek Sunda Kelapa ini mengungkapkan pengakuan pelaku lebih dari sekali melakukan  pencurian motor di wilayah Depok. “Masih kita kembangkan. Pengakuannya pelaku beraksi sudah dari satu kali,” kata jebolan Akpol angkatan 2004 ini.

Modus pelaku mengambil motor yang sedang parkir lalu merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci palsu letter T. “Pelaku spesialis curanmor pemain dini hari. Sasarannya adalah motor yang sedang terpakir,” tambahnya.

“Pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman pidana diatas lima tahun. Barang bukti kunci palsu bersama anak mata dan motor yamaha Vixion hitam disita.”