Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur

Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur : Berdalih masih menganggur tersangka EY alias FN warga Palmerah Utara Jakarta Barat, nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu. Alhasil, bukannya mendapat penghasilan EY justru harus mendekam di penjara.

Alasan Pria Ini Menjadi Pengedar Sabu Karena Masih Menganggur

Penangkapan EY berdasarkan informasi dari masyarakat di mana rumah korban sering didatangi orang luar bahkan hingga malam hari. Berangkat dari informasi tersebut, tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Vernal Sambo melakukan penyelidikan.

Setelah mendapat informasi kemudian polisi melakukan penggerebekan di rumah EY pada Selasa (16/1/2018) malam. Kedatangan petugas membuat panik EY, namun pelaku langsung menyerah saat polisi mengepung rumahnya.

“Saat digeledah di rumah tersangka ditemukan barang bukti sabu sebanyak 8 paket dengan berat brutto 9,60 gram dan 3 unit timbangan digital serta beberapa uang yang diduga dari hasil penjualan narkoba,” kata Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi dalam keterangannya, Rabu (17/1/2018).

Kepada petugas, EY mengaku nekat menjual barang haram tersebut karena terhimpit kebutuhan ekonomi dan tidak mempunyai pekerjaan tetap alias menganggur.

“Namun, apapun alasan tersangka tetap tidak dibenarkan. Kami tetap akan memproses sesuai hukum yang berlaku sebagaimana arahan dari Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi untuk membersihkan wilayah Jakarta Barat dari peredaran maupun penyalahgunaan narkoba,” tegas Supriadi.

Atas perbuatannya, EY terancam Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun pidana.

Dua Cewek Dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter

Dua Cewek Dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter : Tiga dari empat pelaku mengaku orang pinter bisa menyembuhkan penyakit, membawa kabur sepeda motor milik wanita di Jalan Fly Over, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, dibekuk polisi, Jumat (12/1) malam.

Dua Cewek dan Satu Cowok Ditangkap Karena Mengaku Sebagai Orang Pinter

“Dalam aksi kejahatannya dua pria bersama dua wanita, dengan modus berlagak sebagai orang pinter yang bisa menyembuhkan penyakit dan cari jodoh mereka mencari mangsa,” papar Kasubag Humas Polres Metro Jakpus Kompol Suyatno, SH, saat dikonfirmasi.

Oleh petugas Satreskrim ‎Polres Metro Jakarta Pusat tiga pelaku dibekuk diantaranya berinsial ED alias Abdurohman,47, dan dua wanita berinsial SB alias Sari,21, serta AA alias Yanti, 22, sedang satu lagi pelaku lainnya pria, Wily lolos. Kini mereka mendekam di balik jeruji Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Selain ketiga tersangka yang diamankan juga barang bukti disita berupa sepeda motor Honda Scopy milik pelaku serta satu telepon genggam milik korban diketahui bernama Wiwik Mulidawati,22.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu, menuturkan penipuan itu terjadi Selasa (2/1).Berawal dari pertemuan korban dengan dua wanita yang mengaku orang pinter bisa menyembuhkan penyakit non medis serta mempertemukan jodoh.

Karena korban merasa ingin disembuhkan, akhirnya dua wanita itu sudah mulai mengatur siasat dan kemudian mengajak dua teman pria untuk melakukan praktek penipuan. Akhirnya teknik pengobatan pun diberikan pada pasien yang menjadi calon korban penipuan.

Keempat pelaku berpura-pura paranormal . Pelaku lalu membacakan mantra dan si pasien dalam pengobatan tidak boleh melirik ke belakang.

Tidak itu saja sebelum membacakann mantra korban diminta terlebih dulu menitipkan sepeda motor tas dam dompet kepada teman orang pinter itu. Begitu praktek pengobatan diberlakukan, korban disuruh nuruti omongan sang “dukun” yang melakukan pengobatan.

Setelah wanita itu disuruh berjalan tidak boleh menoleh ke belakang, korban yang terus komat-kamit mengucapkan kata-kata tapi betapa kagetnya begitu korban menoleh ke belakang ternyata keempat orang mengaku orang pinter sudah tidak ada demikian juga, motor dan tas berisi KTP, ATM dan uang tak seberapa raib. Kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi.

Petugas kepolisian segera mencari pelaku. Dipimpin Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Tahan Marpaung, polisi membekuk tiga pelakunya di kawasan Koja dan Cilincing, Jakarta Utara.

Kini ketiga pelaku sudah dijebloskan ke penjara di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu : Sabu-sabu seberat 1 kilogram dimusnahkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Jumat (12/1/2018).

BNN Banten Memusnahkan Satu Kilo Sabu

Pemusnahan sabu hasil operasi ini dilakukan dengan cara diblender dengan larutan garam. Pemusnahan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan MUI Banten.

Shabu tersebut hasil operasi BNN, yang sebelumnya mengungkap tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis shabu di sekitar Cikupa, Balaraja oleh inisial YAW, SB dan G.

Kepala BNNP Banten, Brigjen Pol Muhamad Nurochman, menjelaskan pada Rabu tanggal 27 Desember 2017, di sekitar Cikupa-Balaraja, Kabupaten Tangerang, petugas BNN Provinsi Banten melakukan penangkapan terhadap pengedar narkotika jenis Shabu berinisial YAW.

Ketika dilakukan Penggeledahan, petugas menemukan narkotika jenis shabu yang tersimpan didalam tas cangklek. Barang bukti yang disita berupa narkotika jenis shabu dengan berat bruto 1 kilogram, 1 SIM C ,1 lembar KTP an Yan Aditya Wijaya, satu unit handphone.

Setelah tersangka beserta barang bukti shabu tersebut diamankan, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangan YAW, barang haram tersebut akan diantar kepada SB alias Chopet di kos-kosan yang berada di sekitar Balaraja.

Selanjutnya tim berantas membawa kedua tersangka ke kantor BNNP Banten guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka menyatakan bahwa shabu yang diamankan adalah milik seseorang yang bernama G alias Loyo yang berada di Lapas Jambe Tangerang (warga binaan) yang saat ini sedang proses persidangan dalam perkara tindak pidana narkotika.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Ayat 112 Ayat (2) dan 132 UU No. 35 Tahun 2009 Rl Tentang Narkotika dimana unsur-unsur pidananya pada para tersangka adalah pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2 ) dan atau Pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 Rl tentang narkotika.

“Dari terungkapnya jaringan peredaran gelap narkotika Balaraja, maka dapat diperkirakan kurang lebih 4 ribu generasi bangsa telah terselamatkan dari bahaya narkotika,” ujarnya.

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh : IA, seorang suami yang tega mengancam akan membakar dengan mengguyur minyak tanah istrinya, NI, karena cemburu sang istri selingkuh dengan pria lain ternyata juga selingkuh dengan wanita lain.

Suami Siram Minyak Tanah Ke Istri Karena Masalah Selingkuh

“Masing-masing sama-sama selingkuh,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat, AKP Yeny Leksomono saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, (3/1/2018).

Setelah diamankan dan dipertemukan di Polres Metro Jakarta Barat, IA mengakui telah mengguyur minyak tanah istrinya karena cemburu saat memergoki NI dengan lelaki lain. Namun, atas kesepakatan pasutri itu kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah diselesaikan kekeluargaan, korban tidak mau membuat laporan dan rujuk kembali dengan suaminya karena menyadari suaminya emosi sesaat dan spontan menyiram minyak tanah tidak ada maksud untuk membakar korban,” ucap Yeny.

Agar kejadian serupa tidak terulang kembali pasutri yang telah dikaruniai dua anak tersebut diminta untuk menandatangani surat perjanjian.

“Iya betul (sama-sama merasa bersalah-Red). Mereka membuat kesepakatan perdamaian dan jaminan suami tidak akan mengulangi kembali perbuatannya,” tutur Yeny.

Selama pemeriksaan, antara keduanya memang sering terjadi keributan bahkan mengaku kekerasan fisik pernah dilakukan IA terhadap NI. “Iya pernah (kekerasan fisik-Red), dilakukan pas mengetahui istrinya selingkuh,” tandas Yeny.

Diberitakan sebelumnya, IA menyiram minyak tanah NI di rumahnya di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa, (2/1/2018) malam. Diancam dibakar, wanita itu berlari menuju Pos Polisi Citraland meminta pertolongan. Sekujur badan perempuan itu basah minyak tanah. Ia juga menangis menceritakan kejadian yang dialami.

Kepada polisi, suami mengakui perbuatannya mengguyur tubuh istri dengan minyak tanah. Penyebabnya, ia dibakar cemburu.

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras : Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kota Serang terus menekan peredaran minuman keras (miras). Dua gudang miras di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, kedua di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, menjadi sasaran operasi.

Polres Serang Kota Menggerebeg Dua Gudang Miras

Dari dua tempat ini, petugas berhasil mengamankan ribuan botol miras berbagai merk. “Operasi cipta kondisi untuk menciptakan situasi kondusif di Kota Serang, khususnya menjelang tahun baru 2018,” ungkap Kapolres Kota Serang, AKBP Komarudin kepada poskotanews.com, Sabtu (30/12/2017).

Kapolres mengatakan penggerebekan itu dimulai semenjak pukul 16:00 WIB hingga Sabtu (30/12/2017) dinihari. Menurut Kapolres, berdasarkan laporan dari masyarakat gudang miras yang ada di Kelurahan Unyur sudah beroperasi sejak 2006 di Kota Serang. Selain itu pemilik mengaku sudah mengantongi izin terkait gudang miras tersebut.

“Rencananya oleh pemilik, miras yang berasal dari Kota Tangerang tersebut akan didistribusikan di sejumlah wilayah di Kota Serang,” ujarnya.

Selain menyita miras, lanjut Komarudin, pihaknya juga sudah mengamankan pemiliknya berinisial Ez, 48, dan penanggungjawab di dua gudang miras tersebut. Kemudian mereka akan periksa lebih lanjut oleh kepolisian. Mereka bisa terjerat hukum UUD NO 7 Tahun 2014 mengenai perdagangan, dan UUD NO 18 Tahun 2012 tentang pangan.

“Kasus ini akan kita kembangkan, karena terdapat botol-botol bekas yang diduga akan diisi kembali miras. Terkait ijin operasi tentunya akan kita selidiki.Tapi yang jelas Pemerintah Kota Serang tidak pernah mengeluarkan izin perdagangan untuk penjualan miras,” tegasnya.

AKBP Komarudin mengaku prihatin karena perputaran miras di Kota Serang bisa mencapai 4 ribu botol dalam sepekan. Makanya kita mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Makanya kita harus mempringati pergantian tahun dengan hikmat, tanpa harus berhura-hura,” tandasnya.

Seperti di ketahui, dalam razia cipta kondisi Polresta Kota Serang berhasil menyita 3.856 botol miras, dan pada hari ini berhasil mengamankan 11.983 ribu botol miras di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan.

Kemudian, di Jalan Pasar Rau, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang sebanyak 6.774 ribu botol. Total selama seminggu, Polresta Kota Serang berhasil mengamankan 21.836 ribu botol miras berjenis, bir, anggur dan ciu.

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg : Sementara itu ciri-ciri pelaku yang diketahui, berkulit putih, postur tubuh pendek, kecil, usia kisaran masih remaja. “Usai kejadian itu kita langsung sembunyi selamatkan diri ke atas ruko sampai akhirnya bapak polisi dari Polsek Limo datang ke lokasi untuk mintai keterangan,”imbuhnya.

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Tempat berbeda Kapolsek Limo AKP Muhamad Iskandar laporan korban telah ditindak lanjuti. Tidak lama hasil penyelidikan petugas pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku baru ditangkap tadi malam oleh anggota Reskrim Polresta Depok. Selain itu pelaku juga terkait kasus penjarahan toko pakaian yang ada di daerah Sukmajaya,”ucapnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, mantan Kasi Propam Polresta Depok ini menambahkan mengintruksikan kepada anggota untuk mensosialisasikan aplikasi keamanan Polresta Depok berbasis teknologi.

“Program unggulan Polresta Depok berupa aplikasi halo polisi dan panic button. Kedua aplikasi tersebut bisa di download melalui playstore gadged berbasis android maupun ios jika ada kejadian kapan dan dimanapun masyarakat bisa mengunggah bahkan memencet tombol panic button dalam hp polisi akan tiba ke TKP dengan cepat,”tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto atas kerja cepat anggota Resrkrim salah satu pelaku kejadian di Cinere, telah berhasil diringkus. “Pelaku yang di cinere baru ditangkap juga terkait kasus penjarahan toko Fernando di Sukmajaya,”bebernya.

Adapun kedelapan pelaku tersebut yaitu AB,18, EAF,18, AP,20, AG,16, F,17, BL,16, YV,17, dan A,18 . Mereka ini lanjut Kapolres ditetapkan menjadi tersangka dari 27 orang yang sebelumnya diamankan petugas dari lima lokasi berbeda daerah Pancoran Mas, Cibinong,Limo, dan Sawangan.

“Para tersangka terdiri dari beberapa geng yaitu Jembatan Mampang (Jepang), GBR, dan Matador. Setiap beraksi pelaku mobile menggunakan motor berkelompok serta kerap tawuran juga. Sewaktu kejadian pencurian di toko Fernando, Minggu (24/12) dini hari ketiga komunitas ini bergabung,”tutur perwira jebolan Akpol 1996 ini.

Setiap kali beraksi AKBP Didik menyebutkan berdasarkan pengakuan pelaku barang hasil curian dibagi sesama teman kelompok juga ada yang diberikan ke kelompok lain.

“Mereka kerap beraksi di malam hari dan sepi. Atas perlakukan pelaku dikenakan Pasal 365 dan atau 368 KUHP Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.”

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar : Toko gas di Apartemen Casablanca East Residence, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, meledak, Selasa (19/12) malam. Pemilik toko mengalami luka bakar yang membuat sekujur tubuhnya melepuh akibat kejadian tersebut.

Sang Pemilik Terluka Parah Karena Toko Gas Miliknya Terbakar

Ronalvin Josua, 46, yang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20:00. Selain memakan korban, ledakan tersebut juga menghancurkan toko yang menjual gas dan air mineral yang berada di lantai dasar apartemen tersebut.

Subur, 41, saksi mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang duduk sambil berbincang dengan rekannya dikagetkan dengan suara ledakan. Begitu di cek, ledakan itu terjadi dari sebuah toko gas yang berada di apartemen tempatnya bekerja. “Kita semua pikir yang meledak bom, cuma begitu di cek nggak tahunya toko gas yang meledak,” katanya, Selasa (19/12).

Subur yang menghampiri lokasi, langsung kaget begitu melihat korban keluar dari dalam toko. Sambil memegangi tangannya yang terluka, petugas keamanan ini mencoba menolong korban. “Waktu itu korban cuma bilang salah sih sambil merokok, jadinya seperti ini,” ujar Subur, sambil menirukan perkataan korban kala itu.

Beberapa warga yang juga datang, kata Subur, langsung berupaya menolong korban dengan membawanya ke rumah sakit. Sementara pihaknya, melaporkan kejadian itu ke Polsek Duren Sawit. “Untungnya warga langsung membawa korban ke rumah sakit. Soalnya luka ditangannya cukup parah,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, selain merusak toko yang menjual gas dan air mineral, juga merusak beberapa barang yang ada disekitar lokasi. Sedikitnya dua unit mobil juga bagian kacanya hancur akibat ledakan tersebut. Sementara kasus ledakan tersebut ditangani Polsek Duren Sawit.

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia : Lapak narkoba di kawasan Jelambar Utama, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, (13/12/2017) pagi, diobok petugas jajaran unit narkoba Polsek Kalideres. Hasilnya, satu keluarga yang diduga sebagai bandar narkoba dikawasan tersebut digiring ke kantor polisi.

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Dalam penangkapan tersebut, sebanyak 9 orang diamankan saat pesta narkoba. JNK (57) sebagai bandar utama yang diduga pemasok narkoba kepada warga sekitar diamankan bersama istrinya, Nov (35) yang tengah hamil delapan bulan. R (19) adik JNK juga turut dibawa. Selain itu, enam warga lain yang berada di lokasi juga diamankan.

Dari penelusuran poskotanews.com, menurut Syahroni Ketua RT 06 RW 08 membenarkan warganya yang telah diamankan anggota kepolisian dari Polsek Kalideres tersebut. Namun, saat proses penangkapan itu dirinya mengaku tidak dilibatkan.

“Saya tahunya dari warga pas selesai salat subuh, katanya pak JNK sama istri ditangkap, saya bilang ya udahlah cukup tau aja,” kata Syahroni saat ditemui dikediamnya, Jumat, (15/12/2017).

Menurutnya, dalam penangkapan itu ada sembilan orang yang dibawa oleh pihak kepolisian dari Polsek Kalideres. Namun, empat diantaranya bukan warganya melainkan dari RT lain.

“Kalau pas dipenangkapan di empang itu ada empat orang Jajang, Novi, Rachel, dan Riki yang masih dibawah umur. Tapi kata warga ada sembilan yang dibawa lainnya mungkin pengembangan dari RT lain bukan dari warga saya,” jelasnya.

Syahroni mengaku tidak heran atas penangkapan JNK karena memang sudah sering terlibat penyalahgunaan narkotika bahkan sempat di tahan di Nusa Kambangan. Namun, ia seakan tidak percaya saat Rachel yang masih dibawah umur turut digelandang ke kantor polisi.

“Setahu saya R itu bukan pemakai, karena setiap kerja pagi pulang malam terus. Justru dia itu tumpuan keluarga karena dia yang kerja,” tuturnya.

Ani, adik kandung JNK saat ditemui disekitar rumah mengatakan, ada lima anggota keluarganya yang turut digelandang ke kantor polisi. Namun, hanya dua orang yakni JNK dan Nov yang ternyata positif mengkonsumsi narkoba saat dilakukan tes urine.

“Yang kasian yang tiga ini, mereka lagi tidur tapi ikut dibawa juga. Pas dites urine negatif tapi sampai sekarang masih ditahan. Tadi Rachel juga telfon nangis-nangis pengen cepet keluar,” kata dia.

Bahkan ia mengaku dimintai uang sebesar Rp10 juta per-orang oleh oknum warga yang mengaku bisa mengeluarkan keluarganya tersebut. Dia pun terlihat kebingungan mencari uang untuk menebus keluarganya. “Katanya yang tes urine negatif kalau mau keluar harus bayar Rp10 juta perkepala,” keluhnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Nani, ibunda dari JNK, yang merasa diperas oleh oknum warga tersebut. “Saya harus nyari uang kemana,” tuturnya lesuh.

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap : Gadis ABG, S, asal Rajeg, Kabupaten Tangerang, nekat mencuri motor milik Mar, yang merupakan temannya sendiri. Ia pun harus berurusan dengan aparat Polsek Mauk akibat aksi nekatnya itu.

Curi Motor Temannya Sendiri, Gadis ABG Ini Ditangkap

Kepada polisi, gadis remaja itu mengakui perbuatannya. Ia nekat mencuri lantaran ingin memiliki sepeda motor. Pengaruh buruk lingkungan membuat pelaku berani berbuat nekat.

“Motifnya ingin memiliki. Pelaku ini anak korban broken home, sehingga kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya,” ujar Kapolsek Mauk AKP Teguh Kuslantoro, Senin (11/12/2017).

Teguh menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan Sita terjadi di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017). Saat itu, korban bersama pelaku tengah menginap di rumah temannya, Is (19).

“Saat mau pulang, korban kaget mendapati sepeda motornya dan tas berisi handphone dan kunci motor hilang. Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada kami,” kata Teguh.

Mendapat laporan tersebut, lanjut Kapolsek, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan. Tak ada kejahatan yang sempurna. Aksi pencurian itu diketahui warga sekitar yang melihat Sita membawa motor Honda Vario B 6507 TWP milik Marcelina.

“Tak butuh lama, pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Jakarta Barat. Pelaku saat itu tengah nongkrong menggunakan motor curiannya,” ungkap Teguh.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat Sita dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Gadis remaja itu terancam mendekam dibalik jeruji benci selama 7 tahun.

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak : Seorang ibu rumah tangga menjadi korban perampasan mobil di sekitar jembatan Grand Depok City (GDC), Jalan Boulevard, Pancoranmas, Kota Depok, Rabu (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Mobil Yang Dikendarai Seorang Wanita Dirampok Dengan Modus Pura-Pura Tertabrak

Ni Nyoman Cinta Triana (32), warga Cilodong, kehilangan mobil putih B 1940 EKZ saat dalam perjalanan pulang usai menjenguk temannya di RS Hermina Depok. Dengan modus berpura-pura ketabrak , mobil yang dikendarai oleh Triana langsung dibawa kabur pelaku.

Menurut Deddy Arfian Abu Ibra, suami korban, istrinya dikerumunin lima orang diduga pelaku dengan mengendarai empat motor. Pada saat kejadian istri hanya berdua bersama anak bungsunya dari tiga bersaudara masih balita.

“Saat itu istri yang mengendarai mobil, sedangkan anak saya yang bungsu sedang duduk dalam mobil. Sebelum kejadian istri baru jenguk temannya yang sakit di RS Hermina, dalam perjalanan pulang arah ke rumah,”ujarnya kepada Poskota, Kamis (7/12).

Setelah itu korban melintas di Jalan Boulevard tepatnya di jembatan GDC, ada dua orang berboncengan motor menyalip mobil korban lalu diduga berpura-pura tertabrak mobil dan terjatuh depan mobil.

“Sontak mobil yang dikendarai istri saya waktu itu melihat depan kendarannya ada motor terjatuh seperti tertabrak lalu langsung berhenti,”kata pria ini.

Berselang beberapa menit kemudian, lanjut Deddy, temen-temen pelaku lainya datang dengan mengendarai motor lalu mengerubungi mobil dan berpura-pura menolong rekannya.

“Penasaran terhadap pengendara motor yang jatuh, istri saya dengan mengendong anak turun dari mobil itu juga disuruh pelaku untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, mobil dibawa kabur sama salah seorang mereka. Lalu orang yang pura-pura ketabrak dan rekan lainnya pergi begitu saja. Jadi mereka semua itu, komplotan untuk rampas mobil kami. Pada saat itu kondisi dijembatan cukup sepi,” papar Deddy.

Mengetahui mobil buatan tahun 2014 yang dibeli cash tersebut telah hilang, Deddy menyebutkan ketika itu istri langsung shock.

“Karena masih dalam keadaan shock pada saat membuat laporan ke Polresta Depok masih belum bisa menceritakan kejadian ke polisi. Namun Rabu malamnya sekitar pukul 23.00 WIB setelah cukup tenang membuat laporan resminya di SPKT Polresta Depok,”bebernya.

Sewaktu membuat laporan, korban ditemani oleh kerabat. Hal tersebut untuk menjaga korban lantaran masih dalam keadaan shock.

“Saat akan membuat laporan resmi istri saya ditemani kerabat kami. Setelah itu baru akhirnya baru membuat laporan resminya.

Deddy menuturkan mobil Toyota Rush tahun 2014 itu dibelinya secara tunai dalam kondisi baru dan bukan secara kredit atau bahkan sedang digadai. Sehingga ia memastikan tidak mungkin pelaku adalah debt collector yang hendak menyita mobilnya.”Mereka pasti komplotan untuk rampas mobil kami,” kata Deddy.

Sementara itu Deddy menambahkan mobilnya dilengkapi dengan sistem GPS, yang diharapkan dari sana polisi bisa melacak keberadaan mobilnya dan membekuk pelaku.

Ia mengatakan di dalam mobil juga terdapat HP istrinya yang turut dibawa kabur pelaku. “Semoga polisi bisa mengungkap kasus ini dan mobil kami kembali,” ucap Deddy.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menuturkan anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. “Korban sudah laporan Rabu malam. Secara bersamaan penyidik semalam juga masih mengumpulkan data-data karena sebagian surat kendaraan hilang,”tutupnya.