Berbagai Masalah Kesehatan Bisa Dipantau Melalui Kulit Anda

Berbagai Masalah Kesehatan Bisa Dipantau Melalui Kulit Anda : Rasa gatal, iritasi, serta peradangan pada kulit merupakan sesuatu yang mungkin tidak ingin Anda harapkan tentunya. Terlebih, kondisi itu akan mengganggu penampilan Anda. Dalam banyak kasus, kondisi kulit bisa saja berkaitan dengan proses yang terjadi di tubuh dan menunjukkan kondisi kesehatan dalam organ tubuh Anda.

Berbagai Masalah Kesehatan Bisa Dipantau Melalui Kulit Anda

Perubahan terhadap warna dan pertumbuhan jaringan baru pada kulit bisa menunjukkan masalah kesehatan yang serius. Apabila hal tersebut tidak kunjung sembuh, Anda disarankan untuk segera menghubungi dokter. Berikut ini merupakan beberapa penyakit kulit yang bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda, seperti dilansir oleh Boldsky pada Rabu (13/9/2017).

Eksim

Eksim adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan ruam pada kulit dan bersifat kronis. Kulit Anda akan timbul bercak berwarna merah serta gatal. Hal tersebut berkaitan dengan beberapa masalah seperti gangguan tidur, masalah sendi, dan luka lainnya.

Psoriasis

Penyakit tersebut bersifat kronis dan berkaitan dengan kelainan autoimun, sel-sel kulit akan tumbuh lebih cepat, dan akan membentuk sisik mengkilap pada permukaan kulit. Psoriasis sering terjadi bersamaan dengan adanya arthritis atau penyakit sendi lainnya dan sering kita kenal dengan sebutan psoriatis arthritis.

Stasis Dermatitis

Ini adalah penyakit kulit yang memiliki kaitan dengan sistem peredaran darah, khususnya pada pembuluh darah vena di bagian bawah tungkai kaki. Pada bagian pergelangan kaki akan muncul warna gelap yang disebabkan oleh varises. Stasis dermatitis dapat menjadi tanda gejala dari diabetes yang memengaruhi sistem peredaran darah di dalam tubuh.

Vitiligo

Orang yang biasanya menderita vitiligo akan muncul bintik-bintik putih pada wajah serta tubuh. Gejala ini akan bertambah parah saat sedang mengalami stres.

Ruam pada Kulit

Ruam yang muncul dan tidak kunjung sembuh saat diobati dengan menunjukkan gejala seperti demam, nyeri sendi, dan nyeri otot, hal ini menunjukkan bahwa Anda mengalami masalah internal atau sedang terinfeksi.

Menu Sarapan Yang Ideal Buat Si Kecil

Menu Sarapan Yang Ideal Buat Si Kecil : Tahukah para Bunda bahwa sarapan merupakan waktu makan yang terpenting, khususnya untuk si kecil? Setiap hari tubuh si kecil membutuhkan energi agar tetap optimal untuk menjalankan aktivitasnya. Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk tidak menyepelekan pada hal asupan nutrisi yang terkandung dalam menu sarapan si kecil.

Menu Sarapan Yang Ideal Buat Si Kecil

Pastikan si kecil makan tepat waktu dan selalu terpenuhi akan kebutuhan nutrisinya. Jadi Bunda tidak hanya memberikan asupan sarapan yang sebagian besarnya berupa karbohidrat saja. Siapkanlah si kecil menu sarapan yang mengandung nutrisi seimbang dan vitamin layaknya seperti sayur, buah, serta susu.

Hindarilah memberikan si kecil nasi goreng, kentang goreng, mie, atau roti tanpa dilengkapi dengan sayur dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Sebab dengan menu sarapan yang tepat, metabolisme tubuh si kecil bisa menjadi lebih optimal dan memudahkan konsentrasi mereka saat akan belajar di sekolah.

Fakta menyatakan bahwa banyak orangtua masih menganggap sarapan sebagai hal kecil yang tidak begitu penting. Alasan biasanya karena Bunda sibuk bekerja sehingga tidak sempat menyiapkan sarapan, dan si kecil enggan memakan menu sarapannya karena merasa bosan.

Padahal banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk bisa menambah selera sarapan si kecil dengan menu sederhana dan tidak membutuhkan banyak waktu dalam membuatnya. Bila si kecil menyukai makanan manis, Bunda bisa mencoba menu sarapan favorit dengan Blue Band yakni Pancake Chocolate Chip Timun Jepang yang sudah pasti akan disukai oleh si Kecil.

Cara membuatnya juga mudah. Cukup menyediakan Timun Jepang, tepung terigu, cokelat bubuk, kayu manis, susu cair, telur, lalu cokelat chip, serta madu. Selain itu, siapkan Blue Band serba guna cair untuk agar melengkapi nutrisi harian yang dibutuhkan oleh si kecil.

Cuci Darah Bisa Menjadi Penyebab Hepatitis C

Cuci Darah Bisa Menjadi Penyebab Hepatitis C : Terapi pengobatan terhadap penyakit ginjal kronik adalah dengan cara hemodialis atau cuci darah. Namun, hemodialis bisa juga menjadi penyebab penularan virus hepatitis C.

Cuci Darah Bisa Menjadi Penyebab Hepatitis C

Menurut Dr.Rino Alvani Gani, Sp.PD-KGEH, diperkirakan ada sekitar 30-60 persen pasien yang mengalami penyakit ginjal kronik (PGK) yang juga tertular virus hepatitis.

“Sampai saat ini masih belum jelas di tahap mana terjadinya penularan tersebut. Di negara maju seperti Jepang, kasusnya hanya 1-5 persen saja yang melalui hemodialisa, tapi di Indonesia angkanya sangat besar,” jelas Rino dalam siaran pers yang diterima oleh Kompas.com.

Keparahan dari penyakit dan kualitas hidup pasien PGK yang tertular hepatitis C umumnya menjadi jauh lebih buruk dibanding dengan mereka yang hanya memiliki PGK saja. Angka harapan hidupnya juga menjadi lebih rendah.

Hepatitis C biasanya ditularkan melalui kontak darah dan juga cairan tubuh. Untuk dapat menurunkan resiko penularan pada pasien yang sedang menjalani cuci darah, Rino memberikan rekomendasi agar untuk melakukan terapi cuci darah di satu tempat saja.

“Jangan pindah-pindah tempat untuk cuci darah. Selain itu, pihak penyedia layanan hemodialisa sebaiknya menggunakan alat-alat sekali pakai saja,” kata ahli hepatologi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Ahli Hepatitis di Kementrian Kesehatan RI ini.

Terapi pengobatan hepatitis C pada pasien PGK menurut dia akan sangat direkomendasikan untuk agar pasien bisa segera menjalani transplantasi ginjal.

Kemajuan pengobatan untuk hepatitis C saat ini juga bisa dimanfaatkan dalam mengobati para pasien PGK yang tertular virus ini. Salah satu terobosan dalam terapi hepatitis C adalah mengkonsumsi obat-obatan DAA (Direct-Acting Antiviral) seperti sofosbuvir.

Dengan obat tersebut, angka kesembuhan bisa mencapai 90-98 persen. Pengobatannya pun menjadi lebih nyaman bagi pasien karena cukup diminum, tanpa harus disuntikan.

Meski begitu, obat sofosbuvir tidak bisa diberikan pada pasien PGK karena obat disekresi di ginjal. “Pemberian obat ini bisa memperburuk kondisi organ ginjal mereka yang sudah bermasalah,” jelas Rino.

Obat dari golongan DAA terbaru yang aman bagi para pasien PGK yaitu kombinasi Grazoprevir dan Elbasvir. Obat ini disekresi di hati sehingga akan aman untuk ginjal dan memberi efektivitas setara dengan obat DAA lainnya.