Eduardo Almeida Buka-bukaan Cara Ampuh Mengalahkan Bhayangkara FC

Aimswarangal.org – Arema FC sukses meneruskan tren positif di kompetisi BRI Liga 1 usai menumbangkan Bhayangkara FC, dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Minggu (9/1/2022). Menurut sang arsitek, Eduardo Almeida, tampil dengan menekan ketat menjadi kunci kemenangan timnya.

Brace tunggal Rizky Dwi Febrianto di menit ke-19 menjadi pembeda di duel itu. Singo Edan bertengger di urutan kedua klasemen sementara ajang kasta teratas Indonesia dengan 37 angka.

Mereka mengantongi poin yang sama dengan Persib Bandung yang berada di puncak klasemen, sedangkan The Guardian turun ke peringkat ketiga. Sekarang, sudah 15 partai berturut-turut yang dilakoni Arema FC tanpa kekalahan.

Nahkoda asal Portugal ini mengaku mempertahankan rekor tidak gampang. Apalagi semalam musuh yang diladeni adalah klub yang cukup lama berada di puncak klasemen. Dari materi punggawa The Guardian pula lebih mentereng.

“Kami tahu ini laga yang sulit. Tapi kami mampu memenuhi target memenangkan pertandingan hari ini. Semua sudah bekerja keras. Pemain, staf dan juga dukungan dari suporter,” kata Almeida, tentang kemenangan Arema FC.

Pressing ketat merupakan kunci kemenangan tim besutan Eduardo Almeida ini di duel itu. Apalagi, tim besutan Paul Munster itu tidak mampu memainkan Ezzechiel N’Douassel yang melakoni sanksi kartu merah di pertandingan sebelumnya.

Baca Juga: Madura United Kesusahan Mendapatkan Legiun Asing Asia, Tidak Jadi Menggaet Bomber Palestina?.

Meskipun The Guardian memegang penguasaan bola, serangan mereka tidak sangat tajam. Pressing yang diadakan Sergio Silva dan rekan-rekan membikin mereka tidak bebas mengarahkan serangan.

“Kami tetap pressing di kanan, kiri, tengah dan tidak boleh rileks,” tegasnya.

The Guardian cuma memperoleh kesempatan via tendangan bebas Anderson Sales. Tapi di sisi lain, Singo Edan pula dapat keberuntungan via brace Rizky Dwi, lantaran mampu memaksimalkan bola liar tepisan penjaga gawang musuh, Awan Setho, dengan sepakan kerasnya.

Penyerang Singo Edan, Kushedya Hari Yudo, mengakui laga semalam amat berat. “Alhamdulillah bersyukur sekali dapat tiga poin lagi. Bukan hal mudah menang dari Bhayangkara FC. Mereka pemuncak klasemen dan punya materi pemain bagus. Tetapi kami bekerja keras semuanya. Baik dari pemain, pelatih juga ofisial,” kata Yudo.

Artinya, tim Singo Edan semakin kompak. Ini tidak lepas dari suasana kondusif yang diciptakan manajemen. Presiden Arema, Gilang Widya Pramana dan jajarannya, pintar membikin punggawa mampu bekerja lebih keras di lapangan.

Selain bonus dan hadiah, ketika di Pulau Dewata, mereka membikin punggawa lebih nyaman dengan memilih hotel yang standarnya lebih tinggi dari biasanya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *