Pelatih Persik Kediri Bakal Memberi Peran Anyar Untuk Septian Satria Bagaskara

Aimswarangal.org – Persik Kediri terus menggenjot persiapan meladeni sambungan kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, untuk putaran kedua yang bakal diturunkan awal Januari mendatang. Program latihan sudah diadakan klub asal Kediri ini di Pulau Dewata sejak beberapa hari terakhir.

Nahkoda Macan Putih, Javier Roca terus mengadakan improvisasi untuk mematangkan penampilan tim besutannya di putaran kedua ajang kasta teratas Indonesia. Satu di antara terobosan sang arsitek adalah dengan memberikan posisi anyar untuk Septian Satria Bagaskara.

Bomber berusia 24 tahun itu akan ditempatkan sebagai striker sayap. Saat ini juru racik asal Chile ini terus menggembleng sang pemain supaya paham memerankan tugasnya. Tujuan sang pelatih supaya Septian Satria Bagaskara mampu menduduki lebih dari dua posisi di permainan.

“Sebenarnya Bagas itu pemain bagus. Saya lihat dia tipe seorang striker murni. Tapi saya akan coba dia di sayap,” kata Javier Roca.

“Sepak bola moderen tak mengenal lagi pemain spesialis. Sekarang pemain dituntut bisa bermain minimal di dua posisi,” tuturnya.

Kalau punggawa asal Kediri ini jadi pilar spesialis justru mampu mematikan karirnya. Apalagi Macan Putih punya bomber asing asal Spanyol, Youssef Ezzejjari yang susah digeser Septian Bagaskara.

“Tren penyerang sayap saat ini tidak harus bertubuh kecil. Bagas punya potensi jadi sayap. Saya lihat dia memiliki kecepatan, dribel bagus, dan akselerasi tinggi,” jelasnya.

Baca Juga: Datang di Bandung, Bruno Cantanhede Melakoni Tes Kesehatan.

Masalah pilar berpostur tinggi 183cm ini, terlihatnya pelatih berusia 44 tahun itu enggan talenta sang pemain meredup. “Saya ingin dia dapat menit bermain lebih banyak. Dia masih muda dan butuh jam terbang. Sayang kalau bakatnya hilang, sebelum dia bisa berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, keputusan arsitek Persik Kediri ini melaksanakan pemusatan latihan untuk anak didiknya di Pulau Dewata amat tepat. Selain mematangkan persiapan skuad, program ini sekaligus adaptasi cuaca menyongsong diputarnya seri keempat dan kelima kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Ketika jumpa pers online yang dihelat manajemen Macan Putih, Senin (27/12/2021), pelatih kelahiran 09 Agustus 1977 ini mengungkapkan humidity alias kelembaban udara di Pulau Dewata lebih tinggi dibanding daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah ketika digelarnya seri kedua dan ketiga lalu. Termasuk kalau dibandingkan Kediri.

“Humidity di Bali berbeda dari kota-kota tempat kita bermain di seri sebelumnya. Juga lebih tinggi dibanding Kediri. Saya kira pemain juga harus adaptasi dengan cuaca di sini (Bali),” katanya.

Hal kelembaban itu, lanjut Javier Roca, mampu dipantau dari konsumsi air putih ketika anak asuhnya latihan pagi dan sore hari di Lapangan Beji Pecatu, Bali.

“Biasanya kami habiskan satu dos air mineral saat latihan. Sekarang kebutuhan air minum bisa dua sampai tiga dos. Artinya, pemain perlu asupan cairan lebih banyak, karena pengaruh kelembaban udara tinggi,” tegasnya

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *