Bantu Pasien COVID-19 yang Sulit Bernapas Dengan Robovent Buatan Gunadarma

Bantu Pasien COVID-19 yang Sulit Bernapas Dengan Robovent Buatan Gunadarma :

Robovent Buatan Gunadarma
Robovent Buatan Gunadarma

Pada pertengahan Maret 2021, lebih dari 39.000 orang telah meninggal akibat terpapar COVID-19. Sesak napas merupakan salah satu faktor penyebab kematian pada pasien COVID-19.

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh European Federation of Internal Medicine disebutkan bahwa faktor penuaan, masalah imunitas, dan gangguan pernapasan merupakan faktor yang paling sering ditemukan pada kasus kematian akibat COVID-19. Oleh karena itu, pasien COVID-19 dengan gejala yang parah memerlukan perawatan yang intensif.

Selain membutuhkan banyak ruang perawatan, termasuk ruang isolasi untuk pasien, rumah sakit juga membutuhkan alat bantu pernapasan atau ventilator untuk menangani pasien gagal napas. Keterbatasan unit ventilasi akan menyulitkan rumah sakit dalam menangani pasien COVID-19.

Masalahnya, harga kipas angin sangat mahal, sehingga tidak semua fasilitas MCK memiliki peralatan ini. Di saat jumlah pasien yang membutuhkan ventilator meningkat drastis, rumah sakit kewalahan untuk menyediakan alat bantu pernapasan. Ini meningkatkan risiko kematian pada pasien dengan gejala yang parah.

Melihat kendala yang menyulitkan penanganan COVID-19, tim Universitas Gunadarma tergerak untuk membuat alat ventilasi yang mudah digunakan dan dapat diperoleh dengan biaya yang sangat terjangkau. Tim bernama ‘Robotika Universitas Gunadarma’ ini mulai bergerak dengan merancang dan merancang kipas angin yang mereka namakan Robovent sejak awal pandemi di Indonesia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *