Data Algoritma Yang Dikatakan Curang Dalam Chess.com

Data Algoritma Yang Dikatakan Curang Dalam Chess.com :

Chess.com
Chess.com

Data yang dianalisis Heri terkait Dewa Kipas sebanyak 369 pertandingan dari 11 Februari hingga 2 Maret 2021. 333 permainan adalah catur cepat 10 menit, sisa permainan 5 menit atau 15 menit.

“Dari data yang kami temukan memang ada keanehan atau anomali,” kata Heri.

Sebelum tanggal 22 Februari, grafik berfluktuasi, terkadang berfungsi dengan baik, terkadang tidak bagus. Menurut Heri, grafik fluktuasi bersifat manusiawi dan natural terjadi pada semua pemain, termasuk Grandmaster Irene Kharisma Sukandar dan Susanto Megaranto. Namun setelah 22 Februari, grafik menjadi anomali dengan selalu bermain bagus, grafik di atas berlanjut dengan akurasi tertinggi mencapai 95%.

“Data semacam ini aneh dibandingkan dengan big master data lainnya,” kata Heri.

Data yang cocok ini juga menjadi skandal bagi banyak netizen di luar negeri dan dianggap sebagai indikator penipuan. Banyak yang mempertanyakan bagaimana Dewa Penggemar memiliki permainan yang stabil di atas 90 persen dari 22 Februari hingga diblokir pada 2 Maret. Anomali inilah yang tampaknya tidak dipahami oleh netizen Indonesia dan kemudian membela dewa penggemarnya secara maksimal.

Terkait anomali data ini, detikINET pun telah menanyakan kepada putra Ali Akbar tersebut. Menurut Ali, ayahnya Dadang Subur selaku pemilik akun Dewa Kipas sama sekali tidak curang dan bermain jujur. Ali Akbar pun melakukan klarifikasi melalui halaman Facebook-nya.

Ayah saya adalah pemain yang biasa mengikuti turnamen. Ia juga pernah menjadi anggota Percasi dan menjuarai berbagai turnamen. Salah satunya juara I kejuaraan catur ke-37 di kota Singkawang tahun 2005, ”kata Ali, Rabu (3/9). / 3) lalu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *