Andre Taulany Meminta KPI Tak Tebang Pilih Perihal Sinetron Tanpa Masker Secara Tegas

Andre Taulany Meminta KPI Tak Tebang Pilih Perihal Sinetron Tanpa Masker Secara Tegas : Andre Taulany kembali berbicara tentang regulasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Dia menyoroti masalah pemakaian topeng di acara televisi.

Andre Taulany, sebagai seorang komedian, mengemukakan dua poin tentang hal ini.

“Apa tujuan KPI dulu? Apalagi untuk kita di televisi dalam konteks hiburan. Pertama, kalau kita ingin menjadi contoh kepada masyarakat, pelaksanaan protokoler harus ada regulasi yang benar kok. Pakai masker.” Kata Andre. Taulany di detikcom.

Menurutnya, melihat ini berarti penonton harus bisa menerima keadaan. Publik, katanya, tidak akan melihat artis itu tertawa dan sedih.

Poin kedua, kalau harus ada pengecualian, KPI harus menetapkan aturan khusus, kita tidak memakai topeng dan aturan itu harus diikuti. Kalau tidak semua pakai topeng, masyarakat tidak bisa protes terhadap seniman yang tidak memakai topeng. Karena kita ada pengecualian di televisi, ”ujarnya.

Andre mengatakan itu adalah aturan penting baginya sebagai bintang TV. Selain itu, sebagai pembawa acara bincang-bincang komedi, televisi juga harus menjalankan acara tersebut, salah satunya memakai topeng. Sedangkan di sisi lain, tidak ada program sinetron yang memakai topeng.

“Jadi ini ditutup, ini tidak ditutup,” ujarnya.

Andre Taulany berharap KPI melihat dua poin tersebut. Ia juga meminta agar aturannya tidak abu-abu dan harus jelas.

“Kamu tidak bisa jalan seperti ini lagi, kamu tidak bisa ke sini. Itu akhirnya menjadi kontroversi antara artis dan publik,” katanya.

Awalnya, Deddy Corbuzier menyoroti belum adanya kejelasan peraturan KPI tentang protokol kesehatan penggunaan masker dalam acara talkshow dan sinetron. Makanya, menurut Andre, banyak yang bereaksi.

Artinya orang cerdas, tidak boleh ada perbedaan. Seorang artis sinetron terlihat tampan, sedih dan tertawa. Komedi ini tidak terlihat, keluhnya.

“Gak ada masalah sharing dan rating, tapi sinetron itu seperti kehidupan nyata. Dia pacaran, berpelukan, berciuman, gak pakai topeng. Artinya kejadian nyata dan tervisualisasikan. Mungkin masyarakat kita pintar, tapi ada juga Banyak penonton C dan D. Paham. Pasti bakalan tiru, “pungkasnya.

Sementara itu, KPI mengaku akan melakukan asesmen komprehensif terhadap regulasi proke acara TV.

“Insya Allah kita akan bertemu dengan Pokja dan kelompok Lembaga Penyiaran Selasa nanti untuk mengevaluasi kebijakan yang sudah dilaksanakan kemarin. Prinsipnya, ada informasi penting yang bisa kita dengar bersama,” kata Wakil Presiden KPI Mulyo Hadi. Purnomo saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *