Colok Hidung Saja Sudah Perih Apalagi Swab Anal Menurut Kartika Berliana

Colok Hidung Saja Sudah Perih Apalagi Swab Anal Menurut Kartika Berliana : Di China, itu mulai menerapkan usap anal untuk mendeteksi COVID-19. Hasilnya diklaim lebih akurat. Ini mengundang komentar dari pembawa acara olahraga Kartika Berliana.

Kartika Berliana mengaku tak setuju jika usap anal diterapkan di Indonesia. Menurutnya, budaya di China dan di negaranya berbeda.

“Saya tidak setuju dengan itu di Indonesia. Karena menurut saya budaya kita berbeda dengan budaya di China. Saya juga tidak tahu bagaimana cara mengembangkannya, tapi apa yang disebut vaksin, padahal kita sudah divaksinasi obat Dia bilang kita tidak bisa mendapatkannya sepenuhnya, tergantung gaya hidup kita, juga gaya hidup, ”kata Kartika saat ditemui di Bekasi.

“Misalnya usap anal itu seperti ingin tahu lebih jauh apakah kita terkena virus atau tidak, saya bukan tim kontra, tapi kalau dilihat bagaimana tekniknya tidak bisa diterapkan di Indonesia. Pokoknya,” ujarnya. dilanjutkan.

Bagi Kartika Berliana, teknik usap yang saat ini diterapkan dengan menutup hidung dan mulut sudah bagus. Dia sendiri masih kesakitan dari tes smear PCR.

“Menurut saya teknik swabbing yang ada juga akurat. Saya harap begitu (tidak di Indonesia). Ini baru antigen saja, PCR yang harus kita lakukan sebagai pekerja profesional setiap minggu,” kata Kartika.

“Hanya melakukan itu dengan ditusuk hidung itu sakit, bagaimana dengan menusuk bagian lain? Saya harap tidak. Kami berbeda dari China,” lanjutnya.

Terkait klaim usap anal lebih akurat untuk membaca virus Corona, Kartika Berliana merasa saat ini yang dibutuhkan bukan lagi soal ketelitian. Sekarang yang dia dan yang lainnya butuhkan adalah vaksin melawan virus.

“Sepertinya masalahnya persis, berapa persen yang ingin dicari presisi atau tidak? Lagi pula, sekarang apa yang diharapkan orang dari vaksin ini dan gaya hidup kita, kan? Menurut saya, virus juga tidak mematikan karena di Di lingkungan saya juga banyak teman-teman saya yang sukses. Dan Alhamdulillah cepat sembuh, ”ucapnya.

Selama pandemi tahun lalu, Kartika Berliana bersyukur tak pernah terpapar virus Corona. Diakuinya, tes usap selalu dilakukan seminggu sekali.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *