Implementasikan 5G Indonesia Harus Siapkan

Implementasikan 5G Indonesia Harus Siapkan : Teknologinya tidak jauh dari 4G, tapi dari sisi penggunannya berbeda karena spesifik.

Implementasikan 5G Indonesia Harus Siapkan

“Misalnya 5G yang digunakan untuk perbankan dilengkapi teknologi tinggi dan 5G untuk industri kesehatan yang memerlukan latency sangat baik, akan sangat berbeda. Jadi sebelum diimplementasikan, kita harus tahu dulu dipakainya untuk apa,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sebelum membangun 5G, operator harus tahu jaringannya akan dipakai untuk apa dan siapa konsumennya. Hal ini membuat investasi 5G harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat kegunaannya yang spesifik tersebut.

Frekuensi dan Perangkat

Di sisi lain, implementasi 5G juga masih menunggu kepastian dari pemerintah soal frekuensi yang akan digunakan. Saat ini, pemerintah memiliki tiga opsi, yakni 3,5GHz, 26GHz dan 28GHz.

Diungkapkan Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, XL lebih cenderung memilih frekuensi 3,5GHz untuk implementasi awal 5G. Salah satu alasannya karena dari sisi ekosistem perangkatnya lebih siap untuk 3,5GHz.

Menurut Yessie, menggelar jaringan 5G tidak semudah saat evolusi 3G ke 4G. Salah satunya karena teknologi jaringan wireless baru ini membutuhkan latency atau waktu respons yang sangat baik, sehingga dibutuhkan kesiapan yang lebih tinggi, terutama dari sisi kualitas jaringan.

“Kita sudah evolusi ke arah sana (penerapan 5G). Namun, kita masih menunggu frekuensi dari pemerintah terlebih dahulu,” tuturnya.

Hal serupa juga terjadi ketika para operator seluler menggelar 4G, termasuk XL. Layanan 4G milik XL dirilis secara komersial pada Desember 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *