Contoh Kata Yang Bisa Membuat Buah Hati Jadi Baper

Contoh Kata Yang Bisa Membuat Buah Hati Jadi Baper :

Contoh Kata Yang Bisa Membuat Buah Hati Jadi Baper

Kerja bagus

Ketika buah hati berhasil melakukan sesuatu dengan baik, sangat mudah bagi Anda memujinya dengan sederet kalimat ini: “Kerja bagus,” “Anak hebat,” atau “Anak pintar”.

Pakar kesehatan anak bernama Jenn Berman menyatakan, memuji anak dengan kalimat seperti itu akan membuatnya tidak mengerti pencapaian apa yang telah dibuatnya. Pujilah si buah hati sesuai apa yang telah dilakukannya.

Misalnya, saat ia sedang menggambar katakan “Wah, kamu sudah bisa menggambar pohon, ya.”

Atau, “Warna bunga yang kamu pilih cerah dan indah sekali.”

Kamu sangat…

Sadar atau tidak, orangtua pasti pernah mengucapkan kalimat seperti ini ke anak. Di antaranya “Kamu sangat malas”, “Kamu bodoh”, atau “Kamu sangat pemalu”.

Kalimat seperti ini secara tidak sadar akan diserap oleh si Kecil dan membuatnya meyakini bahwa dirinya memang seperti yang diucapkan orangtua.

Mengapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?

Tak lagi repot siapkan kebutuhan buah hati, seperti susu atau bubur dengan bantuan wadah yang mampu menyimpan air panas hingga 6 jam.

Tak lagi repot siapkan kebutuhan buah hati, seperti susu atau bubur dengan bantuan wadah yang mampu menyimpan air panas hingga 6 jam. (iStockphoto)

Bagi orangtua yang memiliki beberapa anak, hal yang tak bisa dihindari adalah membanding-bandingkan anak satu dengan yang lain.

Kalimat seperti “Lihat, Kakak sudah bisa bereskan tempat tidur. Mengapa kamu belum bisa?”

Atau, “Adik sangat rajin membantu Ayah, mengapa kamu begitu malas?”

Kalimat seperti itu tidak akan membuat si Kecil mengubah kebiasaannya. Bahkan anak akan semakin tertekan dan tidak percaya diri.

Ayo, cepat dong!

Si Kecil seringkali lambat ketika melakukan sesuatu, sementara Bunda atau Ayah mungkin sudah hampir terlambat. Kalimat seperti “Ayo, cepat talikan sepatumu!” sering diucapkan orangtua dalam kondisi tertentu.

Kalimat tersebut sama sekali tidak menolong si buah hati untuk melakukannya dengan lebih cepat, malah membuatnya makin gugup dan berada di bawah tekanan.

Alangkah bijaknya orangtua mengatakan sesuatu yang positif, “Bagaimana kalau kita lomba, siapa cepat memasang tali sepatu?”

Bijaklah memilah kalimat yang positif agar bisa terus memotivasi buah hati untuk berbuat lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *