Jenis Batuk Yang mempengaruhi Gangguan Kesehatan

Jenis Batuk Yang mempengaruhi Gangguan Kesehatan : Batuk sering mengganggu Anda dalam beraktivitas. Meski terdengar sama, ternyata batuk memiliki perbedaan yang dapat menunjukkan gejala berbagai penyakit yang Anda alami.

Jenis Batuk Yang mempengaruhi Gangguan Kesehatan

Dilansir dari Health, Kamis (15/3/2018), Direktur Klinik Batuk Ohio State University Wexner Medical Center, Jonathan Parsons, MD, menjelaskan batuk merupakan mekanisme perlindungan untuk membersihkan jalan napas. Oleh sebab itu, berikut adalah macam-macam batuk dan artinya bagi kondisi kesehatan Anda.

Post-Nasal Drip

Jika mengalami batuk kering atau berdahak, bisa jadi Anda mengalami post-nasal drip. Gangguan pernapasan tersebut disebabkan oleh lendir yang menetes ke tenggorokan, lalu menggelitik ujung saraf, sehingga memicu batuk.

Selain itu, Anda akan mengalami batuk yang lebih parah pada malam hari. Jika disertai alergi, mata menjadi gatal dan Anda akan mengalami bersin. Mengutip dari Cleveland Clinic, mengatasi batuk jenis ini bisa dilakukan dengan obat yang mengandung antihistamin. Selain itu, Anda juga dapat membilas hidung menggunakan metode saline washes, atau membilas hidung dengan air garam.

Akan tetapi, apabila batuk tak kunjung sembuh lebih dari seminggu, sebaiknya kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini karena bisa jadi Anda berpotensi mengalami infeksi sinus.

Asma

Salah satu gejala Anda mengalami asma adalah batuk kering disertai bunyi seperti siulan atau mengi. Hal ini karena jalan napas mengalami peradangan, sehingga Anda pun menjadi sulit untuk bernapas dan akhirnya mengalami batuk.

Selain itu, tanda lainnya adalah batuk yang semakin memburuk pada malam hari atau ketika berolahraga, dada menjadi sesak, dan kelelahan. Mengutip dari Cleveland Clinic, Anda dapat mengobati batuk jenis ini dengan menghirup bronkodilator untuk melegakan jalan napas.

Gastroesophageal Reflux Disease

Jika mengalami batuk kering disertai kontraksi pada bagian perut, Anda bisa jadi menderita penyakit ini. Hal tersebut bisa terjadi ketika asam lambung mengiritasi kerongkongan. Berdasarkan Review yang dipublikasikan oleh Nature tahun 2006, penyakit tersebut menduduki posisi kedua sebagai penyebab batuk kronis paling umum.

Guna mengetahui apakah Anda benar-benar mengalami penyakit ini, Anda dapat mendatangi rumah sakit untuk melakukan rontgen pada saluran pencernaan atas. Guna mengatasi masalah tersebut, Anda dapat mengonsumsi obat yang mampu mengurangi produksi asam, seperti pepcid AC, Zantac, atau Prilosec.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *