Canon Diprediksi Memiliki Keuntungan Yang Meningkat Tajam

Canon Diprediksi Memiliki Keuntungan Yang Meningkat Tajam : Canon memperkirakan keuntungan operasionalnya akan naik pada 2018 ke level tertinggi dalam satu dekade. Hal tersebut didorong oleh efisiensi biaya pada lini bisnis printer dan copy (cetak), serta pertumbuhan di unit bisnis baru seperti peralatan kesehatan dan kamera pengawas.

Canon Diprediksi Memiliki Keuntungan Yang Meningkat Tajam

Dilansir Reuters, Kamis (1/2/2018), Canon memperkirakan keuntungan operasional naik 27 persen mencapai 420 miliar Yen atau setara Rp 3,9 milar. Pencapaian laba ini akan menandai tahun kedua Canon mencetak keuntungan secara berturut-turut.

Penghematan biaya dan ekspansi penjualan berbagai produk konsumen seperti cartridge tinta, juga akan membantu mendorong keuntungan operasional di unit bisnis printer dan copy sekira 30 persen lebih tinggi pada tahun ini.

Canon pun melakukan akuisisi untuk menutup kerugian lantaran konsumen lebih memilih menggunakan smartphone daripada kamera compact.

Akuisisi yang belakangan dilakukan termasuk produsen mesin CT scan dan peralatan ultrasound, Toshiba Medical System dan perusahaan video pengawas asal Swedia yaitu AXIS.

Canon yang memiliki nilai pasar berkisar US$ 52 miliar, juga mendapatkan keuntungan dari meningkatnya permintaan untuk layar organic light emitting diode (OLED) untuk smartphone. Unit peralatan pembuat panel OLED milik perusahaan asal Jepang tersebut dibanjiri banyak pesanan baru.

Selain itu, permintaan kuat untuk memory chip yang digunakan di data center dan smartphone, juga diprediksi mendongkrak penjualan unit peralatan semiconductor lithography Canon.

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli : Tim gabungan Direktorat Intelkam Polda Banten, Unit Tipidsus Satuan Reskrim Polres Serang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Rabu (31/1/2018), melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT Tri Hasta Perkasa (THP) dan PT Bintang Cahaya International (BCI) di Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Polisi Memeriksa 2 Perusahaan Pengelola Oli

Sidak dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat seputar dampak limbah dan polusi udara. Dua perusahaan yang memproduksi pelumas ini dituding telah buang limbah hingga mencemari areal persawahan. Akibat dampak limbah dua perusahaan tersebut, warga petani di Desa Bakung mengaku selalu gagal panen.

Dalam sidak itu, tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Ekonomi Ditintelkam, AKBP Sofyan Girsang melakukan pemeriksaan mulai dari memeriksa dokumen perijinan hingga alur outlet produksi. Dalam pemeriksaan alur outlet produksi, tim gabungan tidak menemukan adanya pembuangan limbah oleh kedua perusahaan tersebut.

PT THP merupakan perusahaan yang bergerak dibidang packing dan lube oil blanding plant (LOBP) yaitu tempat pengolahan oli pelumas. Demikian hal dengan PT BCI yang juga bergerak di bidang pengolahan limbah B3 jenis oli bekas, juga tidak ditemukan adanya pembuangan limbah. Seluruh hasil produksi dari PT BCI tidak menghasilkan limbah.

“Hasil pemeriksaan disimpulkan, PT THP dan PT BCI tidak melakukan pencemaran karena produksinya tidak menghasilkan limbah cair. Terkait dokumen perijinan juga lengkap,” ungkap Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan DLH Serang, Neni Nurhaeni.

Terkait limbah yang dituduhkan masyarakat, Neni mengatakan ada kemungkinan limbah yang belum ditentukan ketahui jenisnya tersebut diduga berasal dari perusahaan di Kawasan Industri Pancatama yang berlokasi di hulu sungai.

“Kemungkinan pencemaran limbah di areal persawahan disebabkan oleh limbah perusahan yang ada di Kawasan Pancatama yang terbawa aliran sungai irigasi. Secara kebetulan, dua perusahaan ini berada di pertemuan dua saluran irigasi. Ketika aliran sungai tersebut meluap masuk ke persawahan warga,” kata Neni.

Ia mengatakan akan melaksanakan uji lab atas limbah yang ada di persawahan Desa Bakung. Jika sudah mengetahui jenis limbah, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap perusahan di Kawasan Industri Pancatama yang diduga telah melakukan pencemaran sungai.

“Agar permasalahan limbah ini tuntas, kami akan lakukan pemeriksaan perusahaan di Kawasan Pancataman,” tegas Neni.