Sering Mengunyah Permen Karet Membuat Pipi Tirus

Sering Mengunyah Permen Karet Membuat Pipi Tirus : Bagi wanita, punya pipi tirus itu idaman. Dan katanya rajin mengunyah permen karet bisa membuat pipi chubby jadi tirus. Mitos atau fakta, ya?

Sering Mengunyah Permen Karet Membuat Pipi Tirus

Menurut pakar bedah plastik area wajah, Stephen Wenber, bagi sebagian besar orang mengunyah permen karet tidak membuat pipi tirus.

“Pada sebagian besar kasus, permen karet tidak akan mempengaruhi bentuk wajah Anda,” kata Wenber mengutip laman Real Self, Rabu (24/1/2018).

Jikapun terjadi perubahan, malah yang ada adalah penebalan otot di area pinggir wajah. Hal ini terjadi pada mereka yang terlalu sering atau lama mengunyah permen karet.

Keriput datang lebih cepat

Mengunyah permen karet memang efektif menghalau kantuk dan membuat nafas segar. Namun, bila terus-menerus melakukan hal ini malah membuat keriput di wajah datang lebih cepat.

“Banyak pasien yang penyuka permen karet, memiliki pola-pola kerutan di sekitar mulut mereka,” kata dokter kulit juga bedah plastik asal Amerika Serikat, Joel Schlessinger mengutip Prevention.

Pada saat mengunyah permen karet, ada gerakan yang berulang-ulang yang membuat pergerakan otot yang berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya garis-garis atau lipatan di sekitar daerah mulut.

Ketika keriput hadir, akan sulit sekali untuk menghapusnya seperti diungkapkan Joel.

Siapa yang tak suka dengan permen karet? Untuk menghilangkan pahit dan aroma tak sedap pada mulut, biasanya banyak orang mengonsumsi permen karet.

Selain itu, permen karet juga dianggap dapat menghilangkan jenuh dan rasa kantuk. Serta bisa menjadi hiburan bagi orang-orang yang suka meniup permen karet menjadi balon.

Selain kelebihan tersebut, ternyata permen karet bisa membuat masalah pada mulut menjadi lebih buruk. Rasa mereka yang beragam dan kuat di mulut ternyata dapat memicu bau mulut.

James Buchanan, seorang dokter gigi asal Maryland, Amerika Serikat mempelajari lebih dalam tentang pengaruh permen karet terhadap mulut para pasiennya. Bedasarkan pengamatannya, kebanyakan permen karet yang telah dikonsumsi para pasien James justru malah bekerja sebaliknya, yaitu memicu bau mulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *