Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg : Sementara itu ciri-ciri pelaku yang diketahui, berkulit putih, postur tubuh pendek, kecil, usia kisaran masih remaja. “Usai kejadian itu kita langsung sembunyi selamatkan diri ke atas ruko sampai akhirnya bapak polisi dari Polsek Limo datang ke lokasi untuk mintai keterangan,”imbuhnya.

Berhasil Ditangkapnya Para Geng Motor Perampok Warteg

Tempat berbeda Kapolsek Limo AKP Muhamad Iskandar laporan korban telah ditindak lanjuti. Tidak lama hasil penyelidikan petugas pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku baru ditangkap tadi malam oleh anggota Reskrim Polresta Depok. Selain itu pelaku juga terkait kasus penjarahan toko pakaian yang ada di daerah Sukmajaya,”ucapnya.

Mengantisipasi kejadian serupa, mantan Kasi Propam Polresta Depok ini menambahkan mengintruksikan kepada anggota untuk mensosialisasikan aplikasi keamanan Polresta Depok berbasis teknologi.

“Program unggulan Polresta Depok berupa aplikasi halo polisi dan panic button. Kedua aplikasi tersebut bisa di download melalui playstore gadged berbasis android maupun ios jika ada kejadian kapan dan dimanapun masyarakat bisa mengunggah bahkan memencet tombol panic button dalam hp polisi akan tiba ke TKP dengan cepat,”tutupnya.

Menanggapi hal tersebut Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto atas kerja cepat anggota Resrkrim salah satu pelaku kejadian di Cinere, telah berhasil diringkus. “Pelaku yang di cinere baru ditangkap juga terkait kasus penjarahan toko Fernando di Sukmajaya,”bebernya.

Adapun kedelapan pelaku tersebut yaitu AB,18, EAF,18, AP,20, AG,16, F,17, BL,16, YV,17, dan A,18 . Mereka ini lanjut Kapolres ditetapkan menjadi tersangka dari 27 orang yang sebelumnya diamankan petugas dari lima lokasi berbeda daerah Pancoran Mas, Cibinong,Limo, dan Sawangan.

“Para tersangka terdiri dari beberapa geng yaitu Jembatan Mampang (Jepang), GBR, dan Matador. Setiap beraksi pelaku mobile menggunakan motor berkelompok serta kerap tawuran juga. Sewaktu kejadian pencurian di toko Fernando, Minggu (24/12) dini hari ketiga komunitas ini bergabung,”tutur perwira jebolan Akpol 1996 ini.

Setiap kali beraksi AKBP Didik menyebutkan berdasarkan pengakuan pelaku barang hasil curian dibagi sesama teman kelompok juga ada yang diberikan ke kelompok lain.

“Mereka kerap beraksi di malam hari dan sepi. Atas perlakukan pelaku dikenakan Pasal 365 dan atau 368 KUHP Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *