Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia : Lapak narkoba di kawasan Jelambar Utama, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu, (13/12/2017) pagi, diobok petugas jajaran unit narkoba Polsek Kalideres. Hasilnya, satu keluarga yang diduga sebagai bandar narkoba dikawasan tersebut digiring ke kantor polisi.

Polisi Membantah Minta Uang Tebusan Saat Lapak Narkoba Di Jelambar Dirazia

Dalam penangkapan tersebut, sebanyak 9 orang diamankan saat pesta narkoba. JNK (57) sebagai bandar utama yang diduga pemasok narkoba kepada warga sekitar diamankan bersama istrinya, Nov (35) yang tengah hamil delapan bulan. R (19) adik JNK juga turut dibawa. Selain itu, enam warga lain yang berada di lokasi juga diamankan.

Dari penelusuran poskotanews.com, menurut Syahroni Ketua RT 06 RW 08 membenarkan warganya yang telah diamankan anggota kepolisian dari Polsek Kalideres tersebut. Namun, saat proses penangkapan itu dirinya mengaku tidak dilibatkan.

“Saya tahunya dari warga pas selesai salat subuh, katanya pak JNK sama istri ditangkap, saya bilang ya udahlah cukup tau aja,” kata Syahroni saat ditemui dikediamnya, Jumat, (15/12/2017).

Menurutnya, dalam penangkapan itu ada sembilan orang yang dibawa oleh pihak kepolisian dari Polsek Kalideres. Namun, empat diantaranya bukan warganya melainkan dari RT lain.

“Kalau pas dipenangkapan di empang itu ada empat orang Jajang, Novi, Rachel, dan Riki yang masih dibawah umur. Tapi kata warga ada sembilan yang dibawa lainnya mungkin pengembangan dari RT lain bukan dari warga saya,” jelasnya.

Syahroni mengaku tidak heran atas penangkapan JNK karena memang sudah sering terlibat penyalahgunaan narkotika bahkan sempat di tahan di Nusa Kambangan. Namun, ia seakan tidak percaya saat Rachel yang masih dibawah umur turut digelandang ke kantor polisi.

“Setahu saya R itu bukan pemakai, karena setiap kerja pagi pulang malam terus. Justru dia itu tumpuan keluarga karena dia yang kerja,” tuturnya.

Ani, adik kandung JNK saat ditemui disekitar rumah mengatakan, ada lima anggota keluarganya yang turut digelandang ke kantor polisi. Namun, hanya dua orang yakni JNK dan Nov yang ternyata positif mengkonsumsi narkoba saat dilakukan tes urine.

“Yang kasian yang tiga ini, mereka lagi tidur tapi ikut dibawa juga. Pas dites urine negatif tapi sampai sekarang masih ditahan. Tadi Rachel juga telfon nangis-nangis pengen cepet keluar,” kata dia.

Bahkan ia mengaku dimintai uang sebesar Rp10 juta per-orang oleh oknum warga yang mengaku bisa mengeluarkan keluarganya tersebut. Dia pun terlihat kebingungan mencari uang untuk menebus keluarganya. “Katanya yang tes urine negatif kalau mau keluar harus bayar Rp10 juta perkepala,” keluhnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh Nani, ibunda dari JNK, yang merasa diperas oleh oknum warga tersebut. “Saya harus nyari uang kemana,” tuturnya lesuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *