Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun : Gim Pokemon Go begitu digandrungi pada awal kemunculannya. Saking digemarinya, banyak orang yang kecanduan main Pokemon Go saat sedang beraktivitas, misalnya menyetir mobil.

Pokemon GO Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 98 Triliun

Tak pelak, sejumlah kasus kecelakaan yang merenggut korban jiwa akibat terlalu asyik bermain Pokemon Go, sempat ramai diberitakan. Bahkan menurut laporan, kerugian akibat bermain Pokemon Go ditaksir mencapai Rp 98,6 triliun.

Hal ini berdasarkan laporan berjudul “Death by Pokemon Go” yang tengah digarap oleh dua orang peneliti dari Purdue University, yakni Mara Faccio dan John McConnell.

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Senin (27/11/2017), laporan tersebut memperlihatkan sisi kelam gim berbasis augmented reality (AR) tersebut.

Keduanya mengombinasikan berbagai laporan kecelakaan akibat Pokemon Go dari Tippecanoe, County, Indiana, pada 148 hari pertama sejak gim tersebut dirilis Juli 2016.

Di tempat tersebut, setidaknya diketahui ada dua nyawa melayang akibat main gim Pokemon Go sambil mengemudi. Selain itu, kerugian akibat kerusakan dan kecelakaan ditaksir sebesar US$ 5,2 juta hingga US$ 25,5 juta (Rp 177 miliar).

Jika angka tersebut diasumsikan terjadi di seluruh wilayah Amerika, kerugiannya bisa mencapai US$ 2 miliar hingga US$ 7,3 miliar (Rp 98,6 triliun) hanya dalam beberapa bulan.

Laporan yang dikumpulkan selama 148 hari itu juga memperlihatkan terjadi 286 kecelakaan di tempat tersebut dibandingkan dengan bulan sebelum Pokemon Go ada. Sebanyak 134 kecelakaan diperkirakan terjadi di dekat lokasi Pokestop.

Bisa dibilang, gim Pokemon Go menyebabkan kecelakaan langsung karena lebih banyak orang berada di jalan dan berpotensi ditabrak mobil.

Melihat angka tersebut, peneliti menyadari angka kecelakaan lebih banyak terjadi di dekat Pokestop dibandingkan di gym Pokemon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *