Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris : Tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri menyergap sembilan terduga teroris di beberapa wilayah Nusantara Selasa (24/10).

Densus 88 Menyergap 9 Orang Terduga Teroris

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto menerangkan, terduga teroris itu disergap di Sulawesi Selatan, Riau, Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Operasi Penindakan serentak yang dilakukan dengan berhasil menangkap sembilan orang tersangka terorisme,” kata Brigjen Rikwanto.

Menurut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya sembilan teduga teroris ini masih diinterogasi oleh tim Densus 88 anti teror.

Pertama Polri secara terpisah tim menyergap di wilayah Sulawesi Selatan yakni,:

Bakri alias Bakri Baroncong alias Aslam alias Pak Nur, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:04 WITA di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Bakri diduga terlibat dalam kejadian teror bom terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada 2012 lalu.

Lima orang ditangkap di wilayah Riau. Mereka adalah, Yoyok Handoko alias Abu Zaid, 42, ditangkap sekitar Pk. 06:00 pagi. Yoyok merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, dan mengikuti pelatihan menembak di Jambi serta merencanakan aksi teror dengan sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Wawan alias Abu Afif, 42, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Wawan diduga terlibat dalam kelompok Jamaah Ansoru Daulah (JAD) di Pekanbaru, memimpin idad di bukit Gema Kabupaten Kampa, Riau dan memotivasi jaringan untuk amaliyah di kantor polisi serta mengetahui adanya pelatihan membuat bom dan pelatihan menembak di Jambi.

Beni Samsu Trisno alias Abu Ibrohim, 31, ditangkap sekitar Pk. 07:15 pagi. Beni merupakan salah satu peserta pelatihan di bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau, mengikuti pelatihan menembak di Jambi dan terlibat dalam merencanakan aksi teror sasaran kantor polisi di Pekanbaru.

Handoko alias Abu Buchori, ditangkap Pk. 10:30 pagi. Handoko merupakan salah satu yang ikut dalam idad di Bukit Gema Kabupaten Kampar, Riau. Dia juga pernah menyampaikan kepada Wawan mengenai rencana amaliyah di kantor kantor polisi di wilayah Pekanbaru dan pernah mengikui latihan persenjataan atau menembak di Jambi. Dan Nanang Kurniawan alias Abu Aisha, ditangkap sekitar Pk. 12:30 WIB.

Densus 88 Anti-teror menciduk dua orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah. Pertama Muhammad Khoirudin, 33, Pk. 07:15 pagi. Khoirudin diduga sebagai penyandang dana kelompok teroris Hendro Fernando yang terkait dengan Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso pada periode 2015-2016. Kedua, Hasby, ditangkap sekitar Pk. 11:00 siang.

Di Jawa Timur, Densus meringkus Hendrasti Wijanarko alias Koko alias Jarwoko alias Lir Ilir, 32, Pk. 11:20 siang di Jalan Raya Ponorogo, Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Hendrasti diduga membantu pernikahan Nur Sholikin dengan Dian Yulia Novi yang diduga pelaku rencana bom bunuh diri Istana Negara. Sebelum terjadi pernikahan, Nur Sholikin dan Lir ilir, merupakan anggota grup telegram “Warkop”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Khafid Fathoni, serta terdapat anggota yang semuanya pendukung dan simpatisan JAD.

Kemudian, pada saat proses pernikahan Yulia Novi itu, mereka membuat grup media sosial di telegram tersendiri yang bernama “Kulak Tahu”, yang didalamnya juga terdapat Bahrun Naim, dan Hendrasti Wijanarko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *