Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman

Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman : Amnesty International Indonesia tidak setuju dengan adanya imbauan untuk penembakan mati terhadap para bandar narkoba di Indonesia. Hal itu dinilai tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh Presiden Filipina yakni Rodrigo Duterte yang garang dan tidak sungkan habisi para bandar dan pengedar narkoba di negaranya. Belakangan Duterte dikritik karena kebijakan kacamata kudanya yang memakan banyak korban tanpa memperoleh peradilan itu.

Himbauan Menembak Mati Para Bandar Narkoba Mendapat Kecaman

“Penegakan seperti di Filipina bukanlah contoh yang tepat untuk bisa diikuti oleh pemerintah Indonesia,” jelas Direktur Amnesty International Indonesi yakni Usman Hamid saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat, 8 September 2017.

Usman menganggap bahwa kebijakan itu tersebut merupakan kebijakan yang keliru serta kurang mengedapankan aspek penegakan hukum. Menurut Usman, dalam mengedepankan proses penegakan hukum, ada banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari mengumpulkan keterangan saksi, dokumen, foto, video, dan serta ada banyak kemampuan investigasi yang dimiliki penegak hukum itu sendiri.

“Yang sebenarnya harus lebih diutamakan ketimbang peluru atau senjata,” katanya.

Mantan Koordinator dari KontraS itu pun mengatakan, siapa saja yang disangka melakukan kejahatan tentang peredaran narkotika harus diseret ke pengadilan dan negara harus bisa membuktikan kesalahan dari orang tersebut.

“Untuk memastikan bahwa proses penghukuman itu benar-benar tidak mengalami kesalahan,” tambahnya.

Hal itu disampaikan Usman menyusul dengan beberapa kejadian penembakan mati yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan himbauan tembak mati bandar narkoba ini juga pernah dikemukakan langsung oleh Kapolri Tito Karnavian khususnya terhadap bandar asing yang menjadikan Indonesia sebagai pasar untuk mengedarkan narkoba. Soal tembak mati ini juga pernah dikemukakan oleh Kepala BNN yakni Budi Waseso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *